diykamera sewa kamera jogja
Search
  • Kamera
    • DSLR
    • Mirrorless
    • Camcorder
    • Action Cam
    • Drone
  • Aksesoris
    • Lensa
    • Flash
  • Laptop
  • LED TV
  • Paket Sewa
    • PAKET FOTO TOUR
    • PAKET FOTO STUDIO
    • PAKET SEWA ALAT LIVE STREAMING
  • Informasi
    • Tata Cara Sewa
    • Persyaratan Sewa
    • Harga Sewa
    • Blog
  • Kamera
    • DSLR
    • Mirrorless
    • Camcorder
    • Action Cam
    • Drone
  • Aksesoris
    • Lensa
    • Flash
  • Laptop
  • LED TV
  • Paket Sewa
    • PAKET FOTO TOUR
    • PAKET FOTO STUDIO
    • PAKET SEWA ALAT LIVE STREAMING
  • Informasi
    • Tata Cara Sewa
    • Persyaratan Sewa
    • Harga Sewa
    • Blog
PRICELIST
  • Kamera
    • DSLR
    • Mirrorless
    • Camcorder
    • Action Cam
    • Drone
  • Aksesoris
    • Lensa
    • Flash
  • Laptop
  • LED TV
  • Paket Sewa
    • PAKET FOTO TOUR
    • PAKET FOTO STUDIO
    • PAKET SEWA ALAT LIVE STREAMING
  • Informasi
    • Tata Cara Sewa
    • Persyaratan Sewa
    • Harga Sewa
    • Blog
Logo Orange

Category: Blog

Cara Memotret Tajam Pada Kondisi Gelap

5 Cara Memotret Tajam pada Kondisi Gelap atau Minim Cahaya

Cara Memotret Tajam Pada Kondisi Gelap atau Minim Cahaya – Bagi yang ingin mengambil foto terbaik namun suasana dari penerangan cahaya sangat minim, tentunya beberapa tips cara memotret tajam pada kondisi gelap akan sangat kita butuhkan tentunya. Bagi sebagian orang yang masih baru dalam dunia foto ataupun fotografi tentunya ada beberapa yang kesulitan dalam mendapatkan gambar atau foto terbaik saat sedang dalam keadaan malam hari dan kondisinya tentu sangat gelap. Ketika memotret atau mengambil foto di malam hari tentunya kita akan sangat kesulitan dalam menentukan dan mendapatkan fokus terbaik dari sebuah foto. Tanpa menggunakan flash tentunya memang gambar yang diambil pada malam hari akan menjadi gelap dan kekurangan cahaya. Untuk bisa menghadapi foto yang kekurangan cahaya ataupun foto yang terlalu gelap, akan ada 5 tips cara memotret tajam pada kondisi minim cahaya meskipun dalam kondisi gelap minim penerangan. Cara Memotret Tajam pada Kondisi Gelap Tips cara memotret tajam pada kondisi gelap yang pertama adalah menggunakan tripod. Tripod memang menjadi salah satu hal utama yang harus dimiliki para fotografer. Penggunaan alat dengan kaki tiga ini juga akan sangat membantu saat kita sedang mengambil gambar dalam keadaan ruangan yang terlalu gelap ataupun saat di luar pada malam hari. dengan menggunakan tripod setidaknya juga akan membantu kita untuk bisa mengambil foto dalam jangka waktu yang lebih lama karena kita tidak harus memegang kamera menggunakan tangan kita sendiri. Bagi yang malas menggunakan tripod, mengingat pentingnya benda yang satu ini dalam memudahkan mengambil gambar atau foto dalam kondisi gelap maka DIYKamera dalam cara memotret tajam pada kondisi minim cahaya ini tetap menyarankan untuk menggunakan tripod, walaupun ukurannya besar dan agak berat. Namun bila dirasa kurang ringkas, maka dapat menggunakan bantuan alat lainnya yang DIYKamera sarankan pada tips selanjutya di bawah ini. Tips cara memotret tajam pada kondisi gelap yang kedua adalah dengan menggunakan monopod. Bagi yang masih tidak ingin menggunakan tripod untuk mengambil foto, maka menggunakan monopod akan bisa dijadikan penggantinya. Berbeda dengan tripod, untuk monopod sendiri mempunyai bentuk yang lebih kecil dan hanya berkaki satu saja. Dengan badan yang kecil tentunya lebih memudahkan monopod untuk dibawa kemanapun dibandingkan dengan tripod tentunya. Yang menjadi keuntungan lain dari menggunakan monopod yang lainnya adalah lebih ringkas dari segi kaki yang ada di monopod itu sendiri. Dengan hanya menggunakan kaki satu saja tentunya akan bisa menghindari banyaknya orang yang akan menyandung kaki monopod apalagi kalau kita menggunakan monopod ini untuk mengambil gambar atau foto di malam hari dan di tempat yang cukup ramai. Tips cara memotret tajam pada kondisi minim cahaya yang ketiga yang akan bisa kita gunakan adalah dengan menggunakan alat yang ada di sekitar kita. Bagi yang tidak mempunyai tripod ataupun monopod, maka jangan sedih. Kita juga bisa menggunakan barang lain yang mudah untuk ditemukan sebagai pengganti dari fungsi tripod ataupun monopod tentunya. Benda penggantinya diantaranya adalah kursi, meja, ataupun benda lainnya yang akan bisa membuat kamera akan tetap mengambil foto secara stabil tentunya. Tips cara memotret tajam pada kondisi gelap yang keempat adalah menggunakan tangan sebagai penyangga kamera saat mengambil foto. Kalau tripod, monopod ataupun barang yang bisa menyangga kamera untuk tetap stabil tidak kita temukan, maka jalan satu-satunya yang akan bisa kita gunakan adalah menggunakan tangan. Untuk menggunakan tangan, kita bisa mengempit dua tangan kita di dada dalam kondisi tahan napas agar kamera nantinya akan tetap stabil saat mengambil foto. Dalam cara memotret tajam pada kondisi minim cahaya ini, jangan lupa untuk menyender di tembok yang ada di sekitar kita agar tidak terjatuh atau tidak mudah oleng nantinya. Tips cara memotret tajam pada kondisi gelap yang terakhir adalah gunakan fitur image stabilizer. Untuk fitur ini bisa kita atur dalam pengaturan yang ada di kamera ataupun yang ada di bagian lensa kamera. Nah, itu tadi beberapa tips agar bisa mendapatkan foto terbaik meskipun keadaan cahaya yang sangat minim. Bagi yang masih pemula dalam mengambil foto, tips cara memotret tajam pada kondisi minim cahaya yang ada di atas bisa sangat membantu dalam mendapatkan foto di malam hari khususnya.

Tips Memotret Panning Dengan Benar

Tips Memotret Panning Bagi Para Pemula

Tips memotret panning tentunya akan menjadi salah satu teknik foto yang juga harus diketahui dan dipelajari oleh para pemula dalam dunia fotografi. Teknik panning sendiri merupakan teknik untuk mendapatkan gambar yang sedang bergerak dengan cara menggerakkan kamera searah dengan gerakan dari obyek yang sedang diprotet dan mengakibatkan backgroud dari foto menjadi lebih blur. Tips memotret panning sendiri akan sangat membantu apabila kita akan mengambil foto sport ataupun dalam pengambilan foto yang akan digunakan untuk sebuah berita. Dengan banyaknya penggemar dari dunia fotografi yang ada sekarang, teknik panning ini juga bisa digunakan untuk keperluan hanya mengambil gambar saja atau bukan untuk tujuan khusus. Yang paling penting di dalam mengambil gambar atau foto dengan teknik panning adalah pengaturan pada kamera yang akan kita gunakan. Usahakan dalam melakukan tips memotret panning ini kita harus merubah pengaturan kamera menjadi kontrol manual agar bisa mengikuti kecepatan gerakan dari foto yang akan kita potret tersebut. Teknik memotret panning bukan hanya bisa kita aplikasi pada saat menggunakan kamera untuk memotret saja. Namun, bagi seorang fotografer juga bisa menggunakan teknik panning ini pada saat melakukan editing foto di  photoshop. Namun, karena kita akan mempelajari cara atau tips memotret panning menggunakan kamera, maka kita akan fokuskan pembahasan kita pada bagaimana cara menggunakan teknik panning di kamera. Tips pertama untuk menggunakan teknik memotret panning ini adalah jangan menggunakan tripod saat sedang mengambil gambar menggunakan teknik panning. Untuk bisa mendapatkan gambar bergerak dengan cepat menggunakan teknik panning tentunya kita harus leluasa dalam menggerakkan kamera. Agar leluasa dalam mengambil gambar yang bergerak, tentunya kita juga harus menghindari penggunaan dari tripod tentunya. Bagi yang ingin mendapatkan gambar bergerak dengan menggunakan monopod, maka masih bisa digunakan. Penggunaan dari tips memotret panning ni hanya akan bisa digunakan kalau kita menggunakan monopod saat sedang memotret, inipun kalau kita tidak bisa mengangkat beban dari kamera dan lensa dengan tangan sendiri. Tips Memotret Panning Tips memotret panning yang selanjutnya adalah melakukan pengaturan pada shutter priority. Pengaturan untuk shutter speed yang bisa digunakan untuk teknik panning adalah antara 1/30 sampai dengan 1/8. Semakin cepat shutter speed yang kita inginkan dalam pengaturan, tentunya akan ada semakin banyak detail yang nantinya akan bisa tertangkap pada kamera yang kita gunakan. Tips dalam menggunakan teknik panning yang ketiga adalah melakukan pengaturan pada bagian ISO. Kalau kita mengatur kamera tentunya ISO menjadi salah satu hal yang tidak bisa kita tinggalkan tentunya. Dalam tips memotret panning ini, ISO yang akan kita gunakan paling rendah adalah 50 atau bisa juga memilih 100. Tips memotret panning yang keempat adalah memilih objek yang akan kita potret dengan benar. Untuk memudahkan dalam penggunaan dari teknik panning, maka usahakan memang kita memilih objek bergerak yang mempunyai backgroud yang cerah. Dengan background cerah dan juga menarik tentunya akan ada banyak fokus dalam pengambilan gambar dari teknik panning yang nantinya akan bisa kita dapatkan nantinya. Tips memotret panning selanjutnya yang bisa digunakan adalah dengan mengarahkan kamera dan juga memencet setengah tekan untuk tombol release dari kamera. Dengan cara ini nantinya kamera akan mengambil fokus tepat pada gambar bergerak yang kita inginkan tentunya. Usahakan dalam mengambil gambar menggunakan panning tentunya saat pengambilan foto bisa kita lakukan secara perlahan saja. Tips memotret panning yang terakhir adalah berlatih sabar saat mengambil foto menggunakan teknik panning. Teknik memotret panning memang membutuhkan kesabaran dari pengambil gambar atau foto. Karena kita mengambil gambar atau foto yang bergerak, maka tentunya kita juga harus sabar dalam mendapatkan fokus pada objek yang bergerak tersebut. Untuk mendapatkan foto menggunakan teknik panning dengan hasil yang bagus memang membutuhkan kesabaran yang ekstra nantinya. Walaupun kamera sudah di setting untuk digunakan dalam teknik panning, sabar tetap harus kita punya saat mengambil foto menggunakan teknik dari panning tentunya.

Pengertian Aperture & Depth Of Field

Pengertian dan Hubungan Antara Aperture & Depth of Field Pada Kamera

Pengertian Aperture & Depth of Field Kamera – Memahami fungsi dan pengaturan menu dan mode pada kamera digital merupakan hal yang penting yang harus Anda lakukan. Dengan mengetahui fungsi tiap menu dan mode maka akan memudahkan Anda untuk dapat menghasilkan foto dengan komposisi cahaya yang pas. Ada beberapa menu dan mode pada kamera DSLR salah satunya adalah menu aperture dan dept of field. Aperture & Depth of Field adalah salah satu menu yang berkaitan dengan besar kecilnya cahaya yang masuk pada sensor kamera serta ketajaman foto. Mempelajari fungsi dan pengaturan aperture dan dept of field akan memudahkan Anda menghasilkan foto yang bagus dalam segala kondisi. Aperture & Depth of Field Aperture & Depth of Field adalah bagian terpenting dari menu kamera yang mengatur banyaknya cahaya yang masuk serta ruang tajam. Aperture mengatur seberapa besar lubang yang terdapat di depan sensor kamera terbuka. Semakin besar lubang terbuka maka semakin besar pula cahaya yang masuk ke kamera. Aperture diatur dengan cara menentukan nilai bukaan. Semakin kecil angka aperture maka akan semakin besar bukaan pada kamera. Begitu pula sebaliknya semakin besar angka aperture maka semakin kecil lubang yang terbuka akibatnya cahaya yang masuk semakin sedikit. Banyak sedikitnya yang masuk sangat menentukan hasil foto. Pada kondisi yang cukup cahaya maka akan dihasilkan foto yang terang. Sedangkan jika kamera minim cahaya maka foto yang dihasilkan akan gelap. Oleh karena itu Anda memerlukan pengaturan pada aperture agar cahaya yang masuk ke kamera pas sehingga dihasilkan foto yang terang. Aperture & Depth of Field adalah menu pada kamera yang saling terkait satu sama lain. Depth of Field yang sempit berarti ruang tajam kamera sedikit dan hanya fokus pada objek tertentu sedangkan objek lain atau background dalam keadaan blur. Sebaliknya jika Depth of Fieldnya lebar maka semua bagian dari foto mempunyai ruang tajam yang sama rata. Depth of Field atau DOF sempit biasa digunakan untuk memotret foto makro dan portrait. Dengan menyetting DOF dengan ruang tajam yang sempit akan dihasikan foto yang fokus pada objek sedangkan bagian background dan sekitar objek akan terlihat blur. Jika Anda ingin memotret pemandangan landskap, Anda sebaiknya menggunakan DOF yang lebar agar dihasilkan foto dengan ruang tajam yang rata pada seluruh objek di foto. Hubungan antara Aperture & Depth of Field adalah hubungan yang sangat terkait. Dengan melakukan pengaturan nilai aperture yang kecil atau bukaan yang besar maka akan dihasilkan foto dengan Depth of Field yang sempit. Sedangkan jika Anda menggunakan bukaan yang kecil maka akan dihasilkan DOF yang lebar. Jika Anda ingin memotret makro, maka Anda bisa menggunakan bukaan besar untuk menghasilkan DOF yang sempit. Namun bila Anda ingin mendapatkan foto dengan DOF kecil sehingga ruang tajamnya rata, Anda bisa menggunakan bukaan kecil dengan cara mengatur nilai aperture besar. Semakin sering Anda berlatih fotografi dengan cara hunting atau lain-lain, maka akan semakin mudah pula Anda memahami tentang fungsi dan cara pengaturan Aperture dan Depth of Field pada kamera DSLR. Anda bisa mengatasi segala macam kondisi pemotretan yang ada baik dalam kondisi minim cahaya maupun over. Sebuah kamera DSLR memiliki sejumlah menu dan mode dengan fungsi yang berbeda-beda. Agar Anda mudah dalam menghasilkan foto yang bagus komposisinya. Anda harus mempelajari semua fungsi dari mode dan menu pada kamera DSLR. Salah satunya adalah menu Aperture & Depth of Field. Bagian dari menu kamera Aperture & Depth of Field adalah berkaitan dengan jumlah cahaya yang masuk pada sensor kamera serta bidang ketajaman yang dihasilkan oleh kamera. Menu Aperture & Depth of Field sangat berkaitan dengan fotografi makro yang banyak menggunakan pengaturan aperture dengan nilai keci;. Bukaan besar serta DOF yang sempit. Anda bisa menghasilkan foto yang sesuai dengan selera Anda dengan melakukan pengaturan pada Aperture & Depth of Field pada kamera DSLR.

Shuttter Speed Adalah

Pengertian Shutter Speed pada Kamera

Pengertian Shutter Speed – Bagi yang ingin memahami fungsi dari shutter speed kamera, mungkin sudah mengetahui bahwa fotografi merupakan salah satu aktivitas hobi yang banyak digemari saat ini. Semakin banyaknya media sosial yang ada menyebabkan banyak orang berlomba-lomba mengabadikan momen terbaik untuk diupload ke media sosial. Jika hanya untuk kebutuhan media sosial, menggunakan kamera handphone sudah dirasa cukup untuk bisa menghasilkan foto yang baik. Selain praktis menggunakan kamera handphone juga memudahkan dalam proses upload ke sosial media. Menggunakan kamera handphone untuk aktivitas fotografi, Anda tidak memerlukan pengaturan yang rumit. Anda hanya tinggal memencet tombol kamera dan langsung bisa memotret. Namun jika Anda ingin mendapatkan foto dengan kualitas terbaik sekelas fotografer profesional. Anda bisa menggunakan kamera DSLR yang memiliki fitur yang lengkap, salah satunya fungsi shutter speed yang akan kita bahas kali ini. Untuk bisa menghasilkan foto dengan kualitas terbaik, Anda harus bisa mengoperasikan kamera DSLR dengan benar. Ada beberapa mode dan menu dalam kamera DSLR. Salah satunya adalah mode shutter speed. Shutter speed adalah salah satu komponen segitiga eksposur yang wajib Anda ketahui fungsi dan pengaturannya. Pengertian Shutter Speed Salah satu menu pada kamera DSLR yang perlu Anda ketahui fungsinya adalah shutter speed. Definisi shutter speed adalah kecepatan rana pada kamera terbuka. Jika Anda memencet tombol shutter maka rana akan terbuka dan menutup kembali berdasarkan pada kecepatan shutter speed yang Anda pilih. Rana ini berkaitan dengan cahaya yang masuk ke kamera. Semakin cepat shutter speed, maka rana akan terbuka dan menutup kembali secara cepat sehingga cahaya yang masuk semakin sedikit. Begitu pula sebaliknya jika Anda menggunakan kecepatan shutter speed lambat, maka rana akan terbuka lama dan cahaya yang masuk ke kamera semakin banyak. Pengaturan shutter speed sangat mempengaruhi foto yang dihasilkan kamera DSLR. Meskipun shutter speed bukan satu-satunya menu yang bisa menentukan hasil foto, namun mempelajari pengaturan shutter speed bisa memudahkan Anda dalam menghasilkan foto yang berkualitas. Shutter speed adalah salah satu faktor penentu dalam proses mengambil gambar menggunakan kamera DSLR. Untuk mencegah foto yang blur akibat kamera atau tangan Anda goyang. Anda bisa menggunakan shutter speed yang cepat. Dengan mengatur kecepatan shutter speed maka menu lain juga harus menyesuaikan pengaturannya. Seperti yang telah dibahas sebelumnya bahwa shutter speed sangat menentukan besarnya cahaya yang masuk ke kamera. Jika Anda menggunakan shutter speed cepat, maka cahaya yang masuk kamera akan sedikit sehingga Anda perlu menaikkan ISO atau memperbesar bukaan kamera agar foto yang dihasilkan tidak gelap. Sebaliknya jika Anda menggunakan shutter speed yang lambat, maka cahaya yang masuk pada kamera jumlahnya banyak. Saat memotret dengan speed yang rendah, Anda membutuhkan bantuan tripod agar foto tidak blur. Jika Anda ingin menghasilkan foto yang lembut, pengaturan shutter speed adalah solusinya. Jika Anda ingin memotret pemandangan air terjun dengan air yang lembut, Anda bisa menggunakan shutter speed yang lambat agar memberikan efek tekstur air yang lembut. Memotret dengan kecepatan yang lambat, Anda harus menggunakan tripod agar foto tidak goyang. Untuk menghasilkan foto yang bagus dan indah, Anda juga harus mengatur menu yang lainnya seperti ISO, aperture, eksposure, dan lain-lain. Penggunaan shutter speed sangat bergantung pada kondisi serta kebutuhan Anda. banyak sedikitnya cahaya yang masuk ke kamera bisa Anda sesuaikan dengan melakukan pengaturan pada shutter speed kamera DLSR. Shutter speed adalah bagian dari menu kamera DSLR yang sangat penting untuk dipelajari fungsi serta cara pengaturannya. Shutter speed sangat menentukan kecepatan rana dalam mengambil gambar objek. Banyak fotografer yang menghasilkan foto yang indah dengan menggunakan shutter speed yang lambat. Penggunaan shutter speed yang lambat biasa digunakan untuk mengambil foto pemandangan yang indah. Saat memotret menggunakan shutter speed yang lambat, Anda harus menggunakan tripod agar foto yang dihasilkan tidak blur akibat kamera Anda goyang. Hasil foto yang dihasilkan dengan menggunakan shutter speed yang lambat sangatlah indah dengan komposisi warna yang bagus. Anda juga harus mempelajari fungsi menu yang lain pada kamera DSLR agar diperoleh foto dengan komposisi yang pas.

Exposure Adalah

Pengertian Exposure Dalam Dunia Fotografi

Pengertian Exposure – Bagi yang belum paham dengan dunia fotografi khususnya, pasti belum paham dengan apa yang dimaksud dengan exposure (dalam bahasa Indonesia disebut eksposur). Istilah exposure sendiri memang menjadi salah satu istilah yang akan banyak kita temukan dalam dunia fotografi pada khususnya. Bagi yang masih pemula dan baru belajar fotografi, maka ada baiknya memang kita juga harus paham dengan pengertian eksposur tentunya. Sebenarnya dalam dunia fotografi bukan hanya kita harus paham dengan paa itu exposure saja. Namun, masih banyak istilah selain eksposur yang akan bisa kita temukan saat kita akan memulai dalam melalukan fotografi ataupun sudah lama bergelut dalam dunia fotografi. Pengertian Exposure Mari kita bahas lebih jauh berkaitan dengan pengertian exposure lebih dulu. Exposure adalah banyak sedikitnya paparan dari cahaya yang nantinya akan bisa diterima oleh sensor yang ada di sebuah kamera agar bisa mendapatkan gambar dan juga foto yang bagus. pengaturan exposure memang akan menjadi satu hal yang akan membuat foto bisa terlihat lebih bagus atau bahkan menjadi lebih jelek nantinya. Ketika kita mengatur exposure dengan kondisi cahaya yang masuk ke foto jumlahnya terlalu tinggi tentunya akan membuat gambar akan menjadi sangat terang, atau bisa kita katakan sebagai over exposure. Hal ini juga akan bisa terjadi sebaliknya, kalau kita mengambil foto dengan pengaturan exposure yang akan membuat cahaya yang masuk ke foto sedikit, tentunya akan membuat gambar yang telah kita ambil tersebut akan menjadi semakin gelap atau bisa kita sebut dengan under exposure. Dengan adanya hal ini menunjukkan kalau pengaturan eksposur yang tepat akan bisa membuat foto mendapatkan pencahayan yang pas. Dengan kita sudah paham dengan exposure dan juga fungsi dari eksposur itu sendiri, maka memang diharapkan akan bisa membuat kita tahu pentingnya pengaturan dari exposure sebelum kita akan memotret. Untuk saat ini memang sudah banyak kamera yang sudah menggunakan fitur pilihan pengaturan exposure dengan format auto. Dengan adanya fitur pengaturan exposure auto akan membuat cahaya yang masuk ke dalam kamera akan bisa diatur sendiri oleh kamera atau bisa katakan secara otomatis akan diatur sendiri. Dengan adanya fitur yang biasanya kita sebut dengan auto exposure ini tentunya akan membuat kita lebih mudah dalam mendapatkan foto atau gambar dengan intensitas cahaya yang tepat. Namun, bagi yang ingin mengatur sendiri exposure yang diinginkan, exposure sendiri juga akan bisa kita atur secara manual sesuai dengan yang kita inginkan. Di dalam menentukan penggunaan dari exposure dengan tepat tentunya akan ada beberapa hal lain yang juga harus kita perhatikan nantinya. Dalam mengatur sebuah eksposur yang tepat akan ada dua pilihan kontrol lainnya yang juga harus kita atur bersamaan dengan exposure yang kita inginkan. Hal pertama yang harus kita atur tentunya adalah shutter speed. Pengaturan shutter speed ini akan menentukan berapa lama nantinya kamera akan terkena cahaya saat melakukan pengambilan gambar. Untuk kontrol yang kedua adalah apperture. Untuk kontrol yang satu ini akan menentukan besar kecilnya lubang rana yang ada di dalam kamera saat pengambilan gambar atau foto. Nah, dari pengaturan dua kontrol dari eksposur yang ada diatas, maka nantinya kita akan bisa mendapatkan exposure yang kita inginkan dengan tepat. Itu tadi pengertian dari exposure dan juga beberapa fungsi dari exposure serta kontrol yang harus diperhatikan saat kita akan menggunakan dan mengatur exposure sebuah kamera. Dengan krusialnya fungsi dari exposure yang ada diatas, tentunya bagi seorang yang masih pemula dalam melakukan fotografi harus paham betul dengan exposure dan juga beberapa hal lain seperti shutter speed dan aperture yang juga masuk ke dalam bagian pengaturan exposure yang tidak terpisahkan. Menggunakan auto exposure memang menjadi salah satu solusi bagi yang masih kesulitan dalam mengatur exposure dengan tepat. Namun, mengatur sendiri exposure yang kita mau tentunya akan memberikan kepuasan sendiri atau foto atau gambar yang nantinya kita dapatkan tersebut.

ISO Adalah

Pengertian ISO Kamera dan Fungsinya di Dalam Fotografi

Pengertian ISO – Ketika kita akan membahas berkaitan dengan ISO tentunya tidak akan jauh-jauh dari yang namanya fotografi, karena memang istilah ISO banyak akan kita temukan di fotografi pada khususnya. Secara harfiah atau dari arti secara umum, ISO merupakan kemampuan yang dimiliki oleh kamera dalam menangkap sebuah cahaya. Bisa kita katakan kalau ISO merupakan sisi sensitif dari sebuah kamera. Ketika kita akan menggunakan pengaturan ISO, tentunya kita juga harus paham berkaitan dengan fungsi dasar dalam penggunaan ISO. Ketika kita akan mengatur ISO yang semakin besar, maka cahaya yang ditangkap oleh kamera akan menjadi semakin besar dan kamera menjadi lebih sensitif. Fitur pengaturan ISO sendiri merupakan bagian dri segitiga exposure dalam sebuah kamera selain shutter speed dan juga aperture. Pengertian ISO Dalam dunia sehari-hari kita akan bisa mengumpamakan ISO adalah sebuah kerikil atau batu yang kita masukkan ke dalam segelas air. Tentunya dengan bantuan dari batu gelas tersebut tidak memerlukan banyak air untuk bisa menjadi penuh dan air sampai ke bibir gelas tanpa harus kita menuangkan air sampai ke bibir gelas sendiri. Nah, perumpaman ini bisa kita samakan dengan cara kerja dan fungsi dari ISO itu sendiri. Dengan semakin besar ISO yang akan kita gunakan nanti, tentunya akan membuat kita tidak memerlukan banyak cahaya untuk bisa mendapatkan cahaya yang tepat dan juga ketepatan cahaya untuk bisa mendapatkan gambar terbaik dengan menggunakan kamera. Setelah kita membahas berkaitan ISO secara umum dan juga fungsi dari ISO itu sendiri. Ada banyak hal lain berkaitan dengan ISO yang juga harus kita pahami dalam dunia fotografi. Salah satu hal yang akan kita temukan dalam pengaturan ISO tentunya adalah satuan dari ISO itu sendiri. Untuk satuan yang ada di dalam pengaturan ISO bukan hanya ada pilihan auto saja. Namun, masih ada pilihan angka yang akan dimulai dari 50/100, 200, 400, 800, 1600 dan masih ada selanjutnya dalam satuan ISO. Kalau kita menggunakan kamera yang sudah profesional, maka untuk nilai satuan dari ISO sendiri akan bisa mencapai sampai 25000. ISO bukan hanya akan membuat pengambilan gambar dengan cahaya yang tepat mudah untuk kita lakukan saja, namun dengan menggunakan ISO juga akan menimbulkan efek noise pada foto atau gambar yang kita dapatkan. Dengan semakin canggihnya kamera yang ada sekarang, efek yang akan ditimbulkan dari ISO yaitu noise juga bukan menjadi masalah yang besar lagi karena banyak kamera yang walaupun menggunakan ISO dengan satuan yang tinggi masih bisa mendapatkan efek noise pada foto yang sangat rendah. Ketika membahas berkaitan dengan ISO tentunya juga memang tidak bisa kita lepaskan dari yang namanya efek noise dari ISO. Seperti yang telah diuraikan diatas, memang dengan semakin tingginya ISO yang akan kita gunakan, maka noise yang nantinya akan bisa kita dapatkan akan menjadi semakin tinggi. Namun, masalah noise ini juga bukan menjadi masalah penggunaan ISO tinggi karena sudah banyak kamera canggih yang bisa mengurangi efek noise pada penggunaan ISO. Nah, mari kita bahas lebih jauh berkaitan dengan noise. Bagi yang masih belum paham dengan apa itu noise, maka berikut ini penjelasan untuk pengertian noise. Noise merupakan bintik kecil yang akan bisa kita temukan di dalam foto. Efek noise memang salah satunya bisa terjadi karena penggunaan ISO. Penggunaan ISO yang kurang tepat juga akan membuat foto menjadi tidak bagus kualitasnya. Dengan kita sudah paham dengan pengertian ISO kamera dan juga efek yang terjadi dari penggunaan ISO yang ada diatas. Maka kapan kita akan menggunakan ISO dengan tepat. Untuk ISO dengan nilai yang tinggi biasanya akan bisa kita gunakan pada saat kita akan memotret dengan intensitas cahaya yang kurang. Artinya ISO tinggi digunakan kalau kita memotret pada saat malam hari misalnya. Intinya dalam menentukan ISO yang tepat tentunya kita juga harus melakukan pengaturan pada exposure speed dan juga aperture juga.

Cara Merawat Mirrorless

Cara Merawat Kamera Mirrorless dengan Benar

Cara Merawat Mirrorless – Sehubungan dengan cara merawat kamera mirrorless  ini, tentunya anda sudah paham bahwa memotret menjadi salah satu hobi yang banyak diminati akhir-akhir ini. Selain kemudahan dalam mengambil gambar, foto juga bisa diupload ke media sosial dengan mudah. Memotret bisa dilakukan dengan banyak cara, Anda bisa menggunakn handphone yang lebih ringkas atau bisa juga menggunakan kamera digital. Di era perkembangan teknologi sekarang ini, banyak terdapat jenis kamera digital yang ada di pasaran. Salah satu yang sedang trend saat ini adalah jenis kamera mirrorless. Kamera ini menjadi kamera yang banyak dicari selain karena modelnya yang ringkas, kamera mirrorless juga bisa menghasilkan foto sekelas kamera DLSR. Jika Anda memiliki kamera digital seperti kamera mirrorless, Anda memperhatikan dengan benar cara merawat kamera mirrorless. Merawat kamera mirrorless harus menggunakan peralatan khusus yang digunakan untuk membersihkan bagian dari kamera mirrorless. Cara Merawat Mirrorless Dalam cara merawat kamera mirrorless ini pertama anda harus mengetahui cleaning kit. Perangkat pembersih ini bisa Anda dapatkan dengan mudah di toko kamera. Cleaning kit kamera ini memang dibandrol dengan harga yang lumayan mahal karena terdiri dari seperangkat peralatan pembersih seperti kain halus pembersih kamera, blower, cairan pembersih, tissu, dan lain-lain. Anda bisa menggunakan cleaning kit untuk membersihkan bagian luar kamera dan juga bagian dalam kamera. Anda juga bisa membersihkan cleaning kit untuk membersihkan lensa. Dengan melakukan cara merawat mirrorless dengan benar, akan bisa menjaga kebersihan kamera dari debu. Debu yang terlalu lama menempel pada kamera bisa menyebabkan tumbuhnya jamur yang bisa mengurangi fungsi kerja kamera tersebut. Kamera yang sudah ditumbuhi jamur bisa mengunrangi sensitivitas sensor kamera sehingga akan mengurangi kualitas foto yang dihasilkan. Dalam cara merawat kamera mirrorless ini yang tidak kalah penting adalah pastikan bahwa kamera mirrorless anda harus dibawa dengan menggunakan tas khusus kamera. Tas untuk kamera memilki pelindung yang terbuat dari busa yang berfungsi melindungi kamera dari goncangan. Tas ini memang dirancang khusus untuk kamera digital. Jika Anda ingin hunting menggunakan kamera mirrorless Anda harus menggunakan tas kamera agar kamera mirrorless terjaga dengan aman. menggunakan tas biasa untuk membawa kamera mirrorless tidak mampu melindungi kamera karena tidak memiliki sekat pelindung yang terbuat dari busa. Tas kamera memiliki variasi ukuran yang bisa Anda sesuaikan dengan kebutuhan Anda. selain itu pastikan strap kamera terpasang dengan baik. Saat Anda memotret gantungkan strap kamera pada leher agar kamera tidak lepas dari tangan Anda dan terjatuh. Memiliki kamera mirrorless selain Anda harus tahu cara menggunakannya, Anda juga harus tahu cara merawat kamera mirrorless dengan benar agar kamera Anda awet dan tidak mudah rusak. Untuk melindungi LCD kamera mirroless, Anda bisa memasang pelindung layar. Fungsi dari pelindung layar ini cara merawat kamera mirrorless adalah melindungi LCD kamera mirroless dari debu dan air sehingga layar LCD bisa tetap bersih. Dengan menggunakan pelindung layar ini akan memudahkan Anda dalam membersihkan LCD kamera mirrorless. Anda cukup membersihkan LCD dengan cara dilap menggunakan kain yang halus dan bersih. Adapun cara merawat mirrorless dengan cara memasang filter uv pada lensa kamera. Filter uv berfungsi melindungi lensa dari debu dan air serta melindungi lensa dari efek buruk uv yang terkandung pada sinar matahari. Andapun harus membersihkan filter uv ini secara teratur agar kebersihan lensa kamera juga terjaga. Untuk membershkan filter uv Anda harus melepasnya terlebih dahulu dari lensa kemudian dibersihkan dengan menggunakan cleaning kit khusus untuk kamera. Simpan kamera mirrorless pada dry box yang memiliki suhu ruangan sesuai dengan kamera mirrorless. Menyimpan kamera mirrorless merupakan cara merawat kamera mirrorless yang bisa melindungi kamera dari debu dan air dan bisa mengakibatkan kamera lembab. Jika Anda menyimpan kamera sembarangan maka akan mengakibatkan kamera lembab yang bisa memicu tumbuhnya jamur. jamur pada kamera bisa mengganggu kerja sensor kamera sehingga bisa mengurangi kualitas foto yang dihasilkan. Ukuran dry box sangat bervariasi, Anda bisa membelinya di toko kamera dengan ukuran sesuai dengan kebutuhan Anda. memilki peralatan digital seperti kamera mirrorless selain Anda harus paham cara menggunakannya dengan baik Anda juga harus tahu cara merawat mirrorless dengan baik dan benar.

Perbedaan Kamera DSLR Dan Kamera Prosumer

Mengenal Perbedaan Kamera DSLR dengan Kamera Prosumer

Perbedaan Kamera DSLR dan Kamera Prosumer – Salah satu aktivitas yang banyak difavoritkan akhir-akhir ini adalah memotret. Hampir semua orang mempunyai kamera digital baik yang berupa kamera DSLR, Pocket, Mirrorless, dan lain-lain. Bagi anda yang membaca artikel perbedaan kamera DSLR dan Prosumer mungkin sudah mengetahui bahwa salah satu kamera canggih yang bisa menghasilkan foto dengan kualitas terbaik adalah kamera DSLR. Jenis kamera ini termasuk dalam kamera yang mahal, untuk bisa membelinya Anda harus merogoh kocek Anda dalam-dalam. Kecanggihan dan kelengkapan fitur yang ada menyebabkan jenis kamera DSLR dibandrol dengan harga yang cukup mahal. Mengeluarkan uang dalam jumlah yang banyak tidak akan mengecewakan Anda karena foto yang dihasilkan memiliki kualitas yang terbaik. Selain menggunakn kamer DSLR Anda juga bisa mencoba menggunakan kamera Prosumer yang mirip dengan kamera DSLR dari bentuk fisiknya. Apa kelebihan kamera Prosumer yang menjadikan kamera ini banyak digunakan oleh para pecinta fotografi. Bisa Anda temukan di artikel ini yang akan membahas mengenai perbedaan kamera Prosumer dan Kamera DSLR. Perbedaan Kamera Prosumer Dengan Kamera DSLR Perbedaan kamera DSLR dengan kamera Prosumer dalam hal harga pembelian, kamera Prosumer bisa Anda dapatkan dengan harga yang lebih murah bila dibandingkan dengan kamera DLSR dengan kisaran harga 2-4 jutaan. Namun adapula beberapa kamera Prosumer yang mempunyai harga lebih mahal dari kamera DSLR. Kamera Prosumer juga dikenal dengan kamera superzoom. Lensa pada kamera Prosumer dibekali dengan kemampuan perbesaran mencapai 65x perbesaran. Kamera ini sangat cocok bagi Anda yang hobi foto makro. Kualitas foto yang dihasikanpun tak kalah bagus bila dibandingkan dengan kamera DSLR. Beberapa perbedaan kamera Prosumer dan DSLR diantaranya adalah kamera Prosumer tidak bisa diganti lensanya sedangkan dengan menggunakan kamera DSLR Anda bisa mengganti lensa sesuai dengan keinginan Anda. Perbedaan kamera DSLR dan Prosumer yang mencolok adalah pada kamera Prosumer Anda bisa menemukan lensa dengan panjang focal length mencapai 500mm bahkan sampai 1000mm. Sedangkan pada kamera DSLR Anda harus mengganti dengan lensa tele yang panjang maksimalnya mencapai 200mm sampai 300mm kecuali lensa super tele. Kelebihan lensa Prosumer tentunya Anda tidak perlu mengganti lensa jika Anda ingin mengambil foto objek dari jarak yang jauh. Perbedaan kamera Prosumer dengan kamera DSLR masing-masing kamera memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Jika budget untuk membeli kamera sangat sedikit sedangkan Anda ingin membeli kamera yang bisa Anda gunakan untuk memotret secara wide, portrait, dan makro. Kamera Prosumer menjadi pilihan yang tepat bagi Anda, selain itu Anda tidak perlu mengeluarkan uang untuk membeli lensa. Menyangkut perbedaan kamera DSLR dengan kamera Prosumer ini salah satu kelebihan kamera Prosumer yang lainnya adalah kamera ini memiliki body yang kecil sehingga lebih praktis dibawa kemana-mana. Dan Andapun tidak perlu membawa lensa tambahan karena lensa yang ada pada kamera Prosumer bisa Anda gunakan untuk memotret objek dengan jarak yang jauh sekalipun. Bagi Anda yang menyukai hobi fotografi dan ingin mengabadikan momen tanpa harus terbebani dengan bawaan kamera yang banyak, kamera Prosumer bisa menjadi pilihan yang tepat. Kamera DSLR pun bisa Anda gunakan untuk melakukan aktivitas fotografi Anda. kamera DSLR yang terkenal mempunyai fitur yang lengkap bisa Anda  gunakan untuk memotret dengan hasil foto yang memuaskan. Perbedaan kamera Prosumer dan kamera DSLR terletak pada funsinya untuk memotret objek dalam jarak yang jauh. Dalam hal ini kamera Prosumer bisa menjadi pilihan. Namun jika Anda memaksa menggunakan kamera DSLR untuk memotret objek jarak jauh, Anda harus membeli lensa tele yang harganya lumayan mahal. Kamera Prosumer sangat cocok bagi Anda yang hobi makro fotografi. Meskipun terdapat banyak perbedaan kamera DSLR dan Prosumer namun kedua jenis kamera ini memiliki kualitas yang baik. Hanya saja untuk hasil foto, kamera DSLR jauh lebih unggul. Kamera Prosumer menggunakan sensor kecil sehingga hasil fotonya memiliki kualitas yang rendah bila dibandingkan dengan kamera DSLR. Foto hasil kamera DSLR memiliki resolusi dengan piksel yang sangat banyak sehingga foto yang dihasilkan akan sangat rapat dan halus. Anda bisa menggunakan foto hasil jepretan kamera DSLR untuk keperluan apapun karena hasil foto memiliki kualitas yang baik. Menggunakan kamera Prosumer atau DSLR sangat bergantung pada kebutuhan dan keperluan Anda. Nah itulah ulasan perbedaan kamera Prosumer dengan kamera DSLR yang dapat DIYKamera bagikan, kepada pembaca setia semua.

Kamera DSLR Vs IPhone

Perbandingan Hasil Foto Kamera DSLR VS IPhone

Perbandingan Hasil Foto Kamera DSLR VS IPhone – Membandingkan antara kualitas foto yang dihasilkan oleh kamera DSLR vs iPhone memang bukanlah hal yang mudah apalagi dengan kecanggihan yang dimiliki iPhone sekarang. Seri iPhone yang terbaru saat ini adalah iPhone 7 plus  yang terkenal memiliki kecanggihan kamera sekelas kamera DSLR. IPhone 7 plus dilengkapi dengan fitur dual-camera yaitu wide angle lens serta telephoto kamera. Kualitas dari kedua jenis kamera pada iPhone 7 plus memiliki tingkatan  yang berbeda namun kombinasi dari kedua kamera tersebut dapat menghasilkan foto yang kualitasnya mendekati kamera DSLR. Bagi pengguna iPhone 7 plus tentunya akan sangat mudah menghasilkan foto yang berkualitas dengan hanya menggunakan iPhone 7 plus. Anda bisa memotret menggunakan lensa wide atau memotret makro dengan menggunakan kamera tele. Kedua fitur kamera tersebut bisa Anda temukan pada iPhone 7 plus yang tidak menutup kemungkinan akan muncul fitur tambahan lainnya yang canggih pada seri iPhone berikutnya. Nah dalam artikel kamera DSLR vs iPhone ini DIYKamera akan mengajak anda untuk membandingkan kedua gadget ini dalam segi memotret. Kamera DSLR VS IPhone Membandingkan hasil foto potrait yang dihasilkan oleh kamera DSLR vs iPhone Anda akan melihat hasil yang berbeda. Mengambil foto potrait lebih sering menggunakan kamera DSLR karena mampu menghasilkan foto yang halus dan natural. Menggunakan kamera DSLR untuk menangkap foto potrait Anda bisa mengatur besarnya bukaan lensa sehingga akan dihasilkan foto dengan ketajaman yang menyempit. Hasil foto potrait menggunakan kamera DSLR fokus akan lebih ke objek sedangkan background disekitarnya akan menjadi blur. Nah jika kamera DSLR vs iPhone dalam seri foto potrait, jika dibandingkan maka kamera DSLR masing unggul. Namun walaupun kamera DSLR vs iPhone dalam foto potrait masih menang kamera DSLR, tapi dengan seiring berkembangnya teknologi kecanggihan iPhone bisa menandingi kecanggihan yang dimilki oleh kamera DSLR. Dalam hal menghasilkan foto potrait yang indah, iPhone yang dilengkapi dengan dual kamera yang memiliki fungsi berbeda mampu menghasilkan foto potrait dengan ketajaman yang menyempit pada objek. Kombinasi dari kedua kamera yang ada pada iPhone mampu menghasilkan ruang tajam yang sempit pada objek sehingga foto yang dihasilkan akan fokus pada objek sedangkan background dan objek yang lainnya akan tampak blur. Membandingkan hasil foto kamera DSLR vs iPhone pada dasarnya sama-sama bagus karena kecanggihan fitur yang dimiliki oleh kedua alat tersebut. Namun jika Anda ingin mendapatkan foto potrait yang unik dan berkarakter, ada baiknya Anda menggunakan kamera DSLR karena sangat mudah dikoneksikan dengan lighting dan perlatan fotografi lainnya yang Anda perlukan untuk menghasilkan foto potrait yang berkualitas. Apabila kamera DSLR vs iPhone dibandingkan dalam kondisi yang sangat minim cahaya, kamera pada iPhone bisa menangkap objek dengan baik. Dengan adannya efek shallow depth of field yang setara dengan fitur aperture pada kamera DSLR. Fitur ini bisa memaksimalkan cahaya yang masuk pada lensa kamera. Begitu pula dengan fitur pada kamera DSLR yang bisa memudahkan Anda menangkap objek dalam keadaan minim cahaya. Adalagi perbandingan antara kamera DSLR vs iPhone dalam hal menghasailkan foto makro. iPhone dengan fitur yang lengkap salah satunya adalah kamera dengan focal lenght yang panjang atau telephoto kamera. Anda bisa menghasilkan foto yang berkualitas yang setara dengan foto hasil jepretan kamera DSLR. Untuk kamera DSLR menghasilkan foto makro Anda bisa menggunakan mode makro atau bisa dengan melakukan pengaturan pada kamera. Pengaturan yang dilakukan berupa setting nilai iso, aperture, beserta shutter speed. Kamera DSLR vs iPhone dalam hal kepraktisan, iPhone seakan menjadi pilihan yang tepat jika Anda memerlukan kepraktisan dalam mengambil gambar. Bentuknya yang ringkas dengan dilengkapi dengan fitur yang canggih memudahkan Anda untuk mengambil gambar objek dalam kondisi apapun. Membandingkan antara kamera DSLR vs iPhone sangat bergantung pada kebutuhan Anda. jika untuk acara event sebaiknya Anda menggunakan kamera DSLR untuk memudahkan Anda untuk olah digital dan hasil fotonya memiliki resolusi yang besar sehingga bisa diaplikasikan diberbagai media. Selain itu kamera DSLR lebih kompatible dengan alat pendukung fotografi yang bisa memudahkan Anda dalam memotret misalnya seperti flash, tripod, lighting, dan lain-lain. Menghasilkan foto yang bagus dengan kualitas terbaik menggunakan iPhone yang praktis membuat banyak orang tertarik untuk menggunakan iPhone untuk aktivitas fotografi.

Cara Memotret Produk

Cara Memotret Produk Agar Terlihat Menarik

Cara Memotret Produk – Memotret sebuah produk memerlukan teknik fotografi yang bagus agar menghasilkan foto yang komersil. Banyak cara memotret produk yang bisa Anda pelajari. Dalam melakukan sesi pemotretan produk, Anda wajib mengetahui jenis dan fungsi produk sehingga Anda bisa menentukan konsep foto yang cocok dengan produk tersebut. Banyak orang yang mencari cara memotret foto produk yang biasanya digunakan untuk berbagai keperluan komersil sehingga harus mempunyai aspek komersialitas yang tinggi. Karena produk tersebut pastinya akan dijual dan salah satu media pemasarannya menggunakan foto. Kalau foto produk yang dihasilkan bagus, maka bisa menarik banyak konsumen untuk membeli produk tersebut. Nah disini DIYKamera ingin membagikan tips cara memotret produk dengan benar, agar foto yang dihasilkan bisa mengundang minat masyarakat untuk membeli produk tersebut. Cara Memotret Foto Produk Hal pertama yang perlu Anda persiapkan dalam cara memotret produk ini adalah pastikan cek kelengkapan kamera dan peralatan fotografi yang akan digunakan. Gunakan kamera tercanggih seperti kamera DSLR atau kamera mirorless. Jika konsep sudah jadi, maka Anda harus melakukan setting lokasi pemotretan agar foto produk yang dihasilkan bagus. Dalam cara memotret foto produk ini, cobalah menjadi spot yang bagus agar bisa mendapatkan sudut pandang foto yang menarik. Jika produk yang digunakan berupa barang yang bisa dipakai misalnya pakaian. Anda bisa menggunakan model untuk mendukung produk. Setting kamera yang pas agar dihasilkan foto yang detail dan bagus. namun jika produk yang difoto berupa barang  selain pakaian dan barang lain yang bisa dipakai, Anda bisa membuat studio mini untuk memudahkan cara memotret produk sehingga dihasilkan hasil foto produk yang bagus. Berbicara mengenai studio mini, banyak fotografer spesialis produk dan advertising yang biasa menggunakan cara memotret produk menggunakan peralatan fotografi yang sederhana. Dengan menggunakan background yang sederhana serta lighting yang pas, Anda bisa mendapatkan foto produk sesuai dengan konsep. Dalam cara memotret foto produk ini mengutak-atik pengaturan kamera serta lighting menjadi suatu keharusan agar memperoleh foto yang diinginkan. Foto produk yang baik adalah foto yang bercerita mengenai spesifikasi serta fungsi produk tersebut. Fokuskan foto pada objek foto dan hindari menggunakan background atau properti yang terlalu dominan. Sebaiknya gunakan background polos satu warna agar lighting yang dihasilkan rata serta fokus foto akan tertuju pada produk. Bagaimana cukup jelas kan cara memotret produk yang DIYKamera sampaikan? Selain itu dalam cara memotret produk ini yang perlu diperhatikan adalah pengaturan kamera yang tepat. Untuk pengaturan kamera, setting kamera sebaik mungkin sehingga mampu menghasilkan foto yang terang tidak gelap. Setting kamera berkaitan dengan pengaturan ISO, aperture, serta shutter speed. Jika konsep foto yang akan Anda hasilkan lebih fokus pada produk, maka dalam cara memotret foto produk ini anda lebih baik menggunakan bukaan lensa yang besar agar ruang ketajaman menyempit pada produk tersebut. Pengaturan shutter speed pada kecepatan yang lumayan tinggi agar foto tidak over serta Anda bisa menyetting ISO pada mode Auto. Lighting tambahan digunakan agar foto yang dihasikan lebih hidup dan ada kesan 3 dimensi. Dengan mempelajari cara memotret produk yang benar makan akan memudahkan Anda mendapatkan foto sesuai dengan konsep yang Anda inginkan. Salah satu ciri foto produk yang menarik adalah mengandung tema. Hal ini tentunya sangat bergantung dengan produk yang Anda potret. Tema hampir sama dengan konsep, dalam cara memotret produk ini Anda perlu menyiapkan properti, komposisi warna yang pas, background, dan lain-lain. Setelah itu Anda bisa bereksplorasi dengan pengambilan gambar dan spot mana yang bagus. Cara memotret foto produk tidak harus dilakukan didalam ruangan, Anda juga bisa melakukan pemotretan di luar ruangan. Manfaatkan objek yang ada disekitar lokasi foto untuk menambah kesan estetika  pada foto produk yang akan Anda potret. Jadi memotret produk ada banyak hal yang perlu Anda persiapkan. Hal terpenting adalah tema dan konsep yang mendukung produk. Yang kedua adalah lokasi yang tepat untuk pemotretan, Anda bisa mengatur sendiri lokasi atau bisa juga menyewa. Lokasi bisa dilakuan didalam atau diluar ruangan. Gunakan kamera yang canggih yang bisa menghasilkan foto dengan resolusi besar, hal ini untuk tujuan kedepan foto apakan akan digunakan untuk iklan yang membutuhkan foto dengan kualitas bagus. setting kamera secara pas dan Anda bisa menggunakan bantuan lighting tambahan untuk mendukung pemotretan produk. Bereksplorasi dengan kreatifitas yang Anda miliki agar Anda bisa menghasilkan foto produk yang bagus dan memiliki nilai komersialitas yang tinggi. Nah itulah tips cara memotret produk yang bisa DIYKamera sampaikan, sampai jumpa!

Cara Memotret Close Up

Cara Memotret Foto Close Up Bagi Pemula

Cara Memotret Foto Close Up – Bagi anda yang ingin mengetahui cara memotret close up tentunya sudah paham bahwa memotret merupakan salah satu jenis kegiatan yang menyenangkan. Seiring dengan canggihnya teknologi sekarang memudahkan Anda untuk melakukan aktivitas fotografi baik menggunakan kamera pada handphone android maupun menggunakan kamera pocket dan DSLR. Jenis kamera miroless menjadi primadona bagi para pecinta fotografi. Dengan bentuk yang ringkas namun mempunyai kualitas yang tak kalah hebatnya dengan kamera DSLR, menjadikan kamera mirorless banyak dicari. Salah satu jenis foto yang sering diambil adalah jenis foto close up. Anda bisa mempelajari cara memotret close up dengan menggunakan kamera yang pembahasannya bisa Anda pelajari di artikel ini. Memotret close up adalah teknik memotret dari jarak dekat sehingga lebih fokus dengan objek yang di potret. Jenis foto close up banyak dipakai untuk foto potrait yang objeknya berupa manusia. Dengan menggunakan teknik dan pengaturan yang tepat dalam cara memotret close up, foto close up yang Anda hasilkan akan mempunyai karakter yang unik menyesuaikan dengan objek yang Anda potret. Cara Memotret Close Up Menghasilkan foto close up Anda bisa mengunakan berbagai jenis lensa yang ada dengan memotret pada jarak yang dekat dan fokus pada objek atau subjek. Banyak yang sudah melakukan cara memotret close up dengan menggunakan pengaturan kamera yang pas agar foto yang dihasilkan terang dan fokus. Jenis foto close up biasa digabung dengan foto potrait. Agar bisa menghasilkan foto yang bagus, Anda bisa mempelajari karakter subjek agar bisa mendapatkan sudut pengambilan foto yang pas. Dalam cara memotret close up ini anda harus menggunakan daya kreativitas yang Anda miliki untuk meciptakan foto close up yang berkarakter. Foto close up biasa identik dengan pas foto, hal itu tentunya tidak bisa disalahkan karena pas foto adalah bagian dari foto close up. Dengan bantuan lighting yang pas bisa menghasilkan foto close up yang bagus. Foto potrait dan foto close up merupakan salah satu jenis foto yang banyak dihasilkan oleh fotografer dalam membidik objek berupa orang atau beberapa orang. Salah satu cara memotret close up adalah dengan menggunakan lensa yang mempunyai focal length panjang. Menggunakan lensa jenis ini akan membuat subjek terkesan dekat dan area background akan terlihat blur dan memberi kesan lembut. Lensa yang digunakan memiliki focal length 200mm dan minimal 85mm. Menggunakan lensa jenis tele akan menghasilkan foto yang bagus bila dibandingkan dengan menggunakan lensa wide. Penggunaan lensa wide justru akan memberi kesan subjek lebih jauh sehingga sangat tidak disarankan untuk menggunakan lensa wide pada foto portrait. Dengan menggunakan lensa tele dalam cara memotret close up ini akan menghasilkan foto close up yang bisa dipotret dengan jarak yang cukup jauh. Adapun cara memotret close up menggunakan kamera DSLR yang selanjutnya adalah sebisa mungkin hindari eye level. Cobalah perspektif baru dengan menggunakan angle yang lain agar menghasilkan tipe foto yang berbeda. Gunakan flash dari arah berbeda agar menghasilkan foto yang berdimensi dan lebih menonjolkan detail pada subjek. Gunakan flash pada arah samping atau belakang subjek. Teknik foto ini akan menghasilkan foto close up yang sangat indah apalagi bila ditambahkan dengan foto landscape pemandangan sekitar. Agar menghasilkan foto yang semakin dramastis, dalam cara memotret close up ini Anda bisa mencari backlight agar hasil foto close up Anda lebih menarik. Dengan teknik fotografi yang bagus, foto pada keadaan backlight bisa diolah menghasilkan foto close up yang benilai seni tinggi. Dan cara memotret close up menggunakan kamera DSLR yang jangan sampai Anda lewatkan adalah teknik framming dan komposisi. Sebagus apapun teknik fotografi yang Anda gunakan jika komposisi fotonya tidak bagus, maka akan mengurangi keindahan dari hasil foto tersebut. Tak ada salahnya pula Anda memanfaatkan cahaya matahari sebagai sumber cahaya agar bisa menghasilkan foto close up yang cukup terang. Tentu saja Anda masih memerlukan lighting tambahan untuk menghasilkan foto close up yang tidak datar. Anda bisa menggunakan lighting tambahan yang diarahkan searah dengan datangnya sinar matahari agar shadow yang dihasilkan semakin pekat dan akan menghasilkan foto close up yang indah. Itulah cara memotret close up yang bisa DIYKamera sampaikan. Ayo terus berkreativitas untuk menghasilkan foto close up impian anda.

Cara Memotret Sunrise Dan Sunset

Cara Memotret Sunrise dan Sunset yang Indah

Cara Memotret Sunrise Dan Sunset – Bagi anda yang ingin mencari tahu cara memotret sunrise dan sunset tentunya sudah paham bahwa berjalan-jalan ke pantai itu adalah salah satu aktivitas yang menyenangkan. Banyak orang yang sengaja mengunjungi pantai pada pagi dan sore hari untuk menyaksikan pemandangan indah matahari terbit dan tenggelam. Tentunya Anda tidak ingin melewatkan momen ini dengan mangabadikannya menggunakan kamera baik kamera handphone, pocket, DSLR dan lain-lain. Untuk mendapatkan foto sunset dan sunrise yang indah, ada baiknya Anda menggunakan kamera sekelas DSLR atau mirrorless. Pada artikel ini akan dibahas mengenai cara memotret sunset maupun sunrise dengan menggunakan kamera DSLR. Banyak persiapan yang mesti Anda lakukan, diantaranya adalah mempersiapkan kamera dan lensa, tripod, filter, dan juga baterai cadangan. Lalu bagaimana cara memotret sunrise dan sunset? Yuk kita lihat tips dan caranya di bawah. Cara Memotret Sunset dan Sunrise Pertama-tama dalam cara memotret sunrise dan sunset ini, ada baiknya Anda melakukan observasi mengenai waktu dan lokasi yang pas. Memotret pemandangan sunset dan sunrise tidak harus dipantai atau dipuncak gunung, Anda bisa memilih lokasi lain seperti pinggiran atau tengah kota agar menghasilkan foto yang unik. Setelah menentukan lokasi yang dipilih selanjutnya Anda harus melakukan observasi waktu yang tepat untuk memotret sunset maupun sunrise. Tentukan juga spot terbaik untuk menangkap momen tersebut. Cara memotret sunset dan sunrise dengan melakukan observasi banyak dilakukan oleh para fotografer profesional. Mereka sering melakukan travelling untuk menemukan lokasi yang bagus yang belum banyak diketahui oleh banyak orang. Anda pun bisa menggunakan cara tersebut dengan mencoba memotret landskap matahari dengan menggunakan sudut pandang yang ekstrim. Jangan takut untuk bereksperimen dengan hal-hal yang baru diluar cara memotret sunrise dan sunset yang DIYKamera bagikan, agar Anda bisa meningkatkan teknik fotografi sehingga bisa sangat berguna bagi Anda selanjutnya. Diantara cara memotret sunrise dan sunset yang harus Anda pelajari adalah mengenai cara pengaturan kamera. Saat akan memotret pemandangan sunrise dan sunset alangkah baiknya jika Anda menggunakan fokus manual. Karena jika Anda menggunakan Auto fokus dikhawatirkan fokus kamera tidak pada objek yang Anda inginkan. Untuk pengaturan menu lain bisa Anda sesuaikan dengan kondisi lokasi. Untuk mendapatkan foto landscape sunrise dan sunset yang indah, dalam cara memotret sunset dan sunrise ini, anda bisa melakukan pengaturan kamera dengan menggunakan shutter speed yang lambat misalnya 1/30, gunakan bukaan kecil agar ketajaman foto merata, dan setting iso pada nilai rendah seperti 100. Karena menggunakan speed yang tidak terlalu cepat, Anda bisa menggunakan tripod agar hasil foto tidak goyang. Siapkan peralatan yang Anda perlukan dengan baik dalam cara memotret sunrise dan sunset ini dan pastikan semua bisa bekerja secara maksimal. Anda bisa menggunakan lensa wide dalam cara memotret sunrise dan sunset ini. Gunakan feeling Anda dalam mengambil foto agar menghasilkan foto yang indah. Banyak cara memotret sunset dan sunrise yang bisa Anda lakukan. Carilah spot yang menarik dan gunakan sudut pengambilan gambar yang unik. Anda juga bisa memanfaatkan objek sekitar untuk menambah keindahan foto yang Anda hasilkan. Anda juga bisa menggunakan teknik foreground sehingga seolah-olah Anda memotret dengan cara mengintai matahari yang akan terbit atau tenggelam. Jangan takut melakukan eksperimen untuk menambah perbendaharaan foto Anda. Menghasilkan foto yang unik dan indah menjadi kebanggan tersendiri bagi fotografer apalagi jika foto tersebut diambil dengan penuh usaha dan kerja keras, misalnya memotret foto matahari terbit atau tenggelam di puncak gunung. Tentunya dengan mengamalkan cara memotret sunrise dan sunset yang DIYKamera sampaikan ini, foto matahari anda menjadi menajubkan dan terbaik. Dengan mempelajari cara memotret sunrise dan sunset dapat membantu Anda menghasilkan foto yang bagus. Anda bisa mencoba keberuntungan Anda dengan cara mengirim foto tersebut untuk dilombakan. Hadiah yang bisa Anda dapatkan tidak main-main jumlahnya. Anda bisa mendapatkan hadiah dengan total jutaan hingga ratusan juta. Pilih foto yang bagus dengan komposisi dan kriteria yang memenuhi persyaratan lomba. Jangan lupa menambahkan watermark pada foto Anda agar tidak diklaim oleh orang lain. Anda juga menjual foto Anda secara online untuk digunakan berbagai keperluan, biasanya untuk advertising. Rajin-rajinlah hunting foto dengan menerapkan cara memotret sunset dan sunrise yang DIYKamera sampaikan agar skill dan koleksi foto Anda semakin bertambah dan jika sewaktu-waktu ada lomba foto Anda tinggal memilih dari stock foto yang Anda punya. Foto dengan konsep menarik serta komposisi yang  bagus bisa mempunyai peluang besar untuk memenangkan kontes atau lomba foto dengan hadiah yang sangat besar.

« Previous Page1 … Page33 Page34 Page35 Page36 Next »
Hubungi Kami

Kami buka setiap hari dari pukul 07.00 – 22.00 WIB.

  • +6281276798811
  • @diy_kamera
Alamat

Jln. Kusumanegara No. 278 (500 meter ke timur Gembiraloka)

Lihat alamat di Google Maps

Home
Kategori Sewa
Whatsapp
Telepon