diykamera sewa kamera jogja
Search
  • Kamera
    • DSLR
    • Mirrorless
    • Camcorder
    • Action Cam
    • Drone
  • Aksesoris
    • Lensa
    • Flash
  • Laptop
  • LED TV
  • Paket Sewa
    • PAKET FOTO TOUR
    • PAKET FOTO STUDIO
    • PAKET SEWA ALAT LIVE STREAMING
  • Informasi
    • Tata Cara Sewa
    • Persyaratan Sewa
    • Harga Sewa
    • Blog
  • Kamera
    • DSLR
    • Mirrorless
    • Camcorder
    • Action Cam
    • Drone
  • Aksesoris
    • Lensa
    • Flash
  • Laptop
  • LED TV
  • Paket Sewa
    • PAKET FOTO TOUR
    • PAKET FOTO STUDIO
    • PAKET SEWA ALAT LIVE STREAMING
  • Informasi
    • Tata Cara Sewa
    • Persyaratan Sewa
    • Harga Sewa
    • Blog
PRICELIST
  • Kamera
    • DSLR
    • Mirrorless
    • Camcorder
    • Action Cam
    • Drone
  • Aksesoris
    • Lensa
    • Flash
  • Laptop
  • LED TV
  • Paket Sewa
    • PAKET FOTO TOUR
    • PAKET FOTO STUDIO
    • PAKET SEWA ALAT LIVE STREAMING
  • Informasi
    • Tata Cara Sewa
    • Persyaratan Sewa
    • Harga Sewa
    • Blog
Logo Orange

Category: Blog

Filter Close Up Untuk Foto Makro

Filter Close Up Untuk Foto Makro

Filter Close Up Untuk Foto Makro – Seorang fotografer, tentunya harus mengenal sebuah istilah yang bernama filter close up untuk foto makro. Di mana, filter tersebut memiliki nama lain Diopter Lens yang berfungsi untuk mengurangi minimum focusing distance pada lensa kamera yang digunakan sehingga kawan bisa memotret dari jarak yang sangat dekat dengan obyek foto. Di mana, filter ini nantinya justru akan memberikan hasil yang lebih optimal ketika digunakan pada lensa kamera dengan focal length panjang atau setidaknya berukuran 85 mm ke atas. Dengan begitu maka mengetahui dan mengenal apa itu filter close up untuk foto makro sangat penting untuk dipahami agar hasil fotonya menjadi lebih berkualitas dan tampak lebih fokus pada obyek. Di sisi lain, dalam penjelasan yang lebih mudah, filter close up untuk foto makro ini sebenarnya sebuah kaca pembesar berkualitas tinggi yang dipasang di depan lensa, seperti halnya pada filter lain. Sehingga, sebagai media penyaring maka kehadiran filter close up ini sangat penting, apalagi ketika digunakan untuk foto makro. Di samping itu, filter ini diketahui memiliki 2 jenis, antara lain Single Element dan Double Element di mana keduanya sama-sama akan bekerja dengan memperpendek jarak sweet spot kamera yang digunakan. Untuk lebih jelasnya tentang apa itu filter close up untuk foto makro, langsung saja simak penjelasannya di bawah ini! Filter Close Up untuk Foto Makro Berikut beberapa hal yang perlu untuk kawan ketahui tentang filter close up untuk foto makro, antara lain sebagai berikut : Cara Kerja dan Jenis Filter Close Up untuk Foto Makro Perlu diketahui bahwa cara kerja dan jenis filter close up untuk foto makro ini memiliki gambaran yang berkonsep bahwa makin besar angka diopternya maka dipastikan semakin besar pula efek perbesarannya. Di mana, besarnya angka diopter sangat memungkinkan kawan untuk makin mendekati obyek foto hanya saja dengan konsekuensi kualitas optiknya mengalami penurunan. Untuk mempermudah penjelasan, DIYKamera akan memberikan contoh cara kerja filter close up untuk foto makro. Di mana, dalam hal ini dengan menggunakan kamera lensa tele maka dipastikan bahwa nantinya kawan akan bisa memfoto objek dengan fokus dan jarak standar 1,5 meter. Namun, di sisi lain dengan menambahkan close-up filter yang terpasang pada bagian depan lensa maka kawan-kawan pasti bisa mengurangi jarak fokusnya menjadi 0,75 m. Kira-kira begitu gambaran cara kerja filter close up untuk foto makro. Sedangkan untuk jenisnya sendiri, filter close up untuk foto makro ini ada dua jenis, yakni Single Element dan Double Element. Untuk jenis Single Element, terdiri dari 1 elemen close up lensa yang dibangun dengan elemen optik tunggal. Selain itu, jenis yang satu ini pun diketahui juga akan berpengaruh pada kualitas gambar yang kurang tajam pada tepi fotonya dan juga terjadi penyimpangan berwarna. Sementara itu, untuk jenis filter close up untuk foto makro Double Element ini dibuat dengan 2 elemen optik. Di mana, dengan adanya elemen ke-2 maka akan ada koreksi penyimpangan dari elemen 1 sehingga menghasilkan kualitas gambar yang sangat baik di seluruh frame dan penyimpangan warnanya sangat minim. Kelebihan Filter Close Up untuk Foto Makro Perlu diketahui juga bahwa ada beberapa kelebihan filter close up untuk foto makro ini. Nah, untuk kelebihannya sendiri, filter ini akan mengurangi atau bahkan menghilangkan infinity focusing pada lensa kamera serta sanggup mengurangi pula jarak paling dekat maksimum lensa kamera. Sehingga, apabila dipasang pada lensa zoom tentu dipastikan bakal membuat focal length zoom bakal tetap fokus pada satu titik obyek kamera. Selain itu, kelebihan filter close up untuk foto makro ini terletak pada hasilnya yang sanggup memberikan magnifikasi lebih besar jika dibandingkan dengan lensa zoom di Extension Tube. Tak sampai di situ saja, harga close up filter lensa yang murah dari Extension Tubes juga menjadi salah satu kelebihan filter close up untuk foto makro. Nah, sampai di sini, setelah kita tahu filter close up untuk foto makro, baik dari cara kerjanya, jenisnya, sampai pada kelebihannya, tentu kawan sudah memiliki gambaran sendiri terkait filter yang satu ini. Di samping itu, dengan kita memahami istilah filter close up tersebut maka pemotretan untuk foto makro pun akan menjadi lebih berkualitas. Demikian ulasan mengenai filter close up untuk foto makro yang telah DIYKamera jelaskan di atas. Sekian dan sampai jumpa.

Mengembalikan Foto Terhapus Dari Memory Card

Mengembalikan Foto Terhapus Dari Memory Card

Mengembalikan Foto Terhapus Dari Memory Card – Bagaimana ya cara untuk mengembalikan foto terhapus dari memory card? Tentu, pertanyaan tersebut sering terlontar dan tak jarang menjadi salah satu masalah yang cukup menyulitkan, bahkan tak sedikit juga yang frustrasi. Bagaimana tidak? Ketika kawan sudah berhasil mengambil foto yang bagus namun tiba-tiba menghilang begitu saja dari memory card, tentu saja hal tersebut sangat menyebalkan bukan? Sehingga, wajar jika banyak yang mencari cara untuk mengembalikan foto terhapus dari memory card. Nah, apakah kawan tahu penyebab foto terhapus dari memory card? Sebelum kita jauh mengulas langkah-langkah cara untuk mengembalikan foto terhapus dari memory card, perlu untuk kawan ketahui penyebab foto terhapus dari memory card. Pasalnya, selain tak sengaja terhapus, bisa jadi ada file corrupt, terjadinya kerusakan media penyimpanan, dan bisa jadi ada virus dalam memory card tersebut. Tentu saja, semua hal itu bisa saja muncul sebagai sebuah resiko yang berlaku buat teman-teman yang menyimpan foto-foto di penyimpanan eksternal melalui micro SD atau memory card. Setelah tahu beberapa penyebabnya, kini DIYKamera akan memberikan solusi untuk mengembalikan foto terhapus dari memory card yang bisa kawan coba sendiri. Mari, kita simak langkah-langkahnya! Mengembalikan Foto Terhapus Dari Memory Card Berikut di bawah ini beberapa cara atau langkah terbaik yang bisa kawan lakukan untuk mengembalikan foto terhapus dari memory card di mana dalam hal ini kita akan menggunakan bantuan aplikasi bernama EaseUS Data Recovery Wizard Free. Antara lain sebagai berikut : Langkah pertama untuk mengembalikan foto terhapus dari memory card yakni kawan-kawan harus mempersiapkan laptop atau PC dan micro SD/memory card yang datanya akan dikembalikan. Jika semuanya sudah siap, download aplikasi EaseUS Data Recovery Wizard Free. Teman-teman bisa mencarinya di Google. Jika sudah didownload, segera install aplikasi tersebut ke laptop atau PC yang kawan miliki. Berikutnya, tancapkan saja kartu SD atau memory card yang sudah dipersiapkan tadi. Tunggu sampai PC atau laptop membaca kartu SD tersebut. Selanjutnya, buka aplikasi EaseUS Recovery Wizard Free. Nantinya, teman-teman akan melihat pilihan lokasi drive. Pilih drive drive dari memory card lalu tekan saja pilihan Scan. Sampai tahapan cara dalam mengembalikan foto terhapus dari memory card ini, kawan-kawan harus bersabar. Tunggu beberapa saat mengingat aplikasi ini sedang mencari file yang hilang di dalam kartu SD. Lama proses scan tergantung dari banyaknya file yang tersimpan dalam kartu SD tersebut, semakin banyak maka akan memakan waktu yang cukup lama, jadi harus bersabar. Nah, apabila nantinya proses scanning selesai maka aplikasi tersebut akan menampilkan hasil Quick San dan Deep Scan. Dalam hal ini, artinya bahwa apabila data sudah ditemukan di kolom Quick Scan maka teman-teman pun tak perlu melihat hasil Deep Scan. Perlu untuk diketahui bahwa pilihan Deep Scan ini dimaksudkan jika memang data yang kawan cari tidak ada di kolom Quick Scan. Selain itu, sampai pada langkah ini nantinya foto milik kawan yang hilang dan berhasil ditemukan akan ditandai dengan icon yang bertuliskan D (Deleted). Sehingga, kawan hanya perlu mencentang pada folder maupun file yang hilang tersebut untuk mengembalikan foto terhapus dari memory card tersebut. Melalui aplikasi ini, teman-teman juga bisa melihat preview dari file hilang yang ditemukan tersebut, cukup double klik saja dan preview nya bakal muncul. Bahkan, bisa juga pilih mode view di panel bawah, dan menampilkan preview mode. Selanjutnya, mengembalikan foto yang terhapus dari memory card bisa dilanjut dengan melihat previewnya. Cek, apakah semua foto yang hilang ada di dalam satu folder yang ditemukan dalam Quick Scan atau tidak. Jika tak ditemukan, maka kini saatnya kawan perlu melihat panel Deep Scan. Ketika memasuki panel Deep Scan dan ditemukan lagi file atau foto yang terhapus, maka centang saja beberapa foto yang hilang tersebut kemudian tekan Recovery. Setelah proses recovery selesai, kawan-kawan bisa langsung cek dan jika cara mengembalikan foto terhapus dari memory card tersebut berhasil, maka kawan akan menemukan data dan file yang hilang telah kembali. Nah, itulah tadi beberapa langkah yang perlu kawan lakukan untuk mengembalikan foto terhapus dari memory card dengan menggunakan aplikasi EaseUS Data Recovery Wizard Free. Dengan menggunakan aplikasi tersebut, tampaknya proses pengembalian foto yang telah terhapus dari kartu SD menjadi lebih mudah dan tentunya aman. Selain itu, kini kawan-kawan tak perlu khawatir, jika hasil jepretan yang telah kawan dapatkan tiba-tiba menghilang. Karena dengan cara di atas kawan-kawan tidak hanya dapat mengatasinya namun juga mengetahui penyebabnya. Semoga, tips mengenai cara yang benar dalam mengembalikan foto terhapus dari memory card di atas bisa membantu kawan-kawan semua. Sampai jumpa.

Lensa Macro Canon Terbaik

Lensa Makro Murah yang Ada di Pasaran

Lensa Makro Murah – Nah, buat para pecinta fotografi yang mencari tahu daftar lensa makro murah, kali ini DIYKamera akan berbagi informasinya untuk kawan-kawan semua. Memang, perlu diakui bahwa lensa makro dibuat atau pun dirancang sebagai lensa yang dikhususkan bagi para fotografer, terutama bagi kawan-kawan yang gemar memotret objek dari jarak dekat dengan ukuran obyek yang cukup kecil, seperti serangga, tanaman, atau tetesan air. Nah, untuk mendapatkan hasil bidikan foto dengan obyek kecil dan berjarak dekat tersebut, tentu kawan membutuhkan lensa makro. Lantas, adakah lensa makro murah yang dijual di pasaran? Pasalnya, lensa makro yang memang dibuat khusus untuk membidik obyek seperti itu sehingga bidikan foto pun akan memberikan hasil yang tak mengecewakan dan tampak lebih natural memang biasanya dijual dengan harga yang tidak murah. Namun demikian, jika kawan-kawan bertanya-tanya, kira-kira merek lensa makro murah apa saja sih yang direkomendasikan? Kali ini DIYKamera akan berikan ulasannya! Lensa Makro Murah Berikut ini adalah beberapa jenis lensa makro murah yang direkomendasikan buat kawan-kawan. Antara lain sebagai berikut: Canon EF 100mm f/2.8L Macro IS USM Lens Lensa bermerk Canon ini merupakan salah satu lensa makro murah yang merupakan upgrade dari lensa 100 mm Canon. Keunggulan lensa ini yakni pada konstruksinya yang lebih berkualitas, tahan air, dan memiliki fitur canggih berupa Optical Image Stabilization yang menjadi andalannya. Bahkan, tipe lensa buatan Canon ini juga sudah dilengkapi dengan fitur Ultrasonic Motor (USM) yang memungkinkan untuk menentukan fokus gambar secara lebih cepat. Tamron SP 90mm f/2.8 Di Macro VC USD Nah, untuk lensa makro murah yang satu ini sangat cocok bagi para fotografer yang gemar menerapkan efek blur. Selain itu, kelebihan dari lensa Tamron ini yakni terletak pada fitur elemen kaca Extra Low Dispersion (XLD) dan Low Dispersion (LD) sehingga mampu memberikan hasil jepretan foto dengan warna yang lebih tajam. Nikon AF-S 105mm f/2.8G ED IF VR Micro Lens Selanjutnya, ada juga Nikon AF-S 105mm f/2.8G ED IF VR Micro Lens yang emerupakan salah satu lensa makro murah dan terbaik yang dilengkapi Silent Wave Motor (SWM) dan Vibration Reduction (VR) untuk mengambil gambar makro secara lebih tajam. Selain itu, keunggulan dari lensa yang satu ini terletak pada elemen Nano Crystal Coat dan Extra-low Dispersion (ED) yang diklaim memiliki kemampuan guna meningkatkan kualitas gambar secara keseluruhan dengan mengurangi flare. Dengan kemampuannya tersebut maka dipastikan bahwa warna dan kontras pada gambar tampak lebih jernih. Sigma APO Macro 180mm f/2.8 EX DG OS HSM Lens Di samping itu, ada juga lensa dari Sigma yang memiliki sistem angle of view 13,7 derajat dan bukaan lensa atau aperatur yang nantinya bisa dimanfaatkan ketika berada pada kondisi minimal antara f/22 hingga 2.8. Tentu saja, dengan keunggulan tersebut, lensa yang satu ini sanggup melakukan gerakan dengan kekuatan fokus yang lebih cepat sehingga hasilnya pun tak akan mengecewakan. Fujifilm Fujinon XF 60mm f/2.4 R Macro Nah, lensa makro murah terakhir yang direkomendasikan untuk kawan-kawan yakni Fujifilm Fujinon XF 60mm f/2.4 R Macro. Pasalnya, lensa makro buatan Fujifilm ini memiliki rasio pembesaran 1:2 lengkap dengan kaca lensa aspheric dan lensa kaca ED. Kelebihan dari lensa ini terletak pada kemampuannya dalam melakukan zoom hingga 0.5x untuk foitografi makro. Tak hanya itu saja, bahkan jenis lensa makro yang satu ini juga diklaim sanggup memberikan efek blur atau bokeh yang begitu  memukau. Di sisi lain, perlu diketahui juga bahwa lensa makro murah buatan Fujifilm ini memiliki aperatur minimumnya adalah f/22 sedangkan aperatur maksimalnya adalah f/2.4. Itulah kelima lensa makro murah yang bisa kawan pilih untuk mendapatkan hasil foto yang berkualitas. Di samping itu, dengan memilih salah satu dari kelima pilihan lensa makro dengan ragam keunggulan tersendiri di atas, tentunya kawan bisa memilih sesuai dengan kebutuhan. Bagaimana kawan? DIYKamera berharap semoga informasi mengenai lensa makro murah yang disajikan di atas bisa menjadi rujukan bagi kawan-kawan. Salam DIYKamera!!

Cara Menghindari Munculnya Moire Pattern Di Foto

Cara Menghindari Munculnya Moire Pattern di Foto

Cara Menghindari Munculnya Moire Pattern di Foto – Buat kawan-kawan yang sudah mengetahui pengertian dari Moire Pattern, apakah juga mengetahui cara menghindari munculnya Moire Pattern di foto? Nah terkait hal tersebut, kali ini DIY Kamera akan berbagi tips untuk kawan-kawan para pecinta fotografi. Memang, masalah yang sering terjadi pada dunia fotografi ini terbilang cukup mengganggu. Bahkan, dengan menggunakan kamera DSLR secanggih apapun, dipastikan masih ada kelemahan yang akan kawan temui, salah satunya yaitu pada saat teman-teman memotret objek dengan detail berupa pola yang berulang. Hal tersebutlah yang disebut dengan istilah efek dari Moire Pattern. Tentu saja, karena cukup mengganggu maka kawan perlu tahu cara menghindari munculnya Moire Pattern di foto agar hasilnya menjadi lebih maksimal. Sebelum kita mengulas cara menghindari munculnya Moire Pattern di foto, perlu untuk kawan ketahui kembali bahwa efek Moire Pattern ini muncul yang disebabkan bagaimana proses cahaya masuk pada sensor dan bagaimana pula cara sensor untuk menginterpretasikan cahaya yang masuk tersebut. Oleh karena keterbatasan yang menjadi kekurangan pada kamera maupun lensa maka sangat dimungkinkan efek Moire Pattern ini muncul yang biasanya terlihat di rambut, baju, tangga eskalator, jas yang dipakai subyek foto maupun beberapa obyek lain yang memiliki pola rapat dan berulang. Nah, untuk mencegah hal tersebut maka banyak dari para fotografer yang mengandalkan proses editing foto tersebut dengan menggunakan program light room sebagai cara menghindari munculnya Moire Pattern di foto. Cara Menghindari Munculnya Moire Pattern di Foto Baiklah, langsung saja pada segmen ini DIYKamera akan memberikan beberapa tips terkait dengan cara menghindari munculnya Moire Pattern di foto yang dapat membantu kawan-kawan untuk menghasilkan gambar terbaik. Beberapa langkah tersebut antara lain sebagai berikut : Cara menghindari munculnya Moire Pattern di foto yang pertama yakni dengan memeriksa dan memastikan sebuah obyek foto yang dinilai memiliki pola berulang dan rapat. Caranya, zoom foto dalam LCD kamera hingga tingkat 100%, periksa setiap bagian apakah ada efek Moire Pattern atau tidak. Berikutnya, jika dalam pengecekan awal tadi ditemukan efek Moire Pattern maka langkah terbaik untuk mencegahnya kembali muncul yakni dengan mengubah jarak antara sensor ke obyek foto. Hal ini perlu dilakukan mengingat salah satu penyebab munculnya Moire Pattern saat pola dalam obyek foto memiliki detail yang melebihi kemampuan resolusi sensor. Sehingga, dengan cara yang satu ini kita bisa mengurangi tingkat detail pola. Kemudian, usahakan untuk mengubah fokus ke area yang lain, Walaupun cara menghindari munculnya Moire Pattern di foto ini dinilai kurang sempurna namun tak salah untuk dicoba. Selain itu, untuk mengatasi munculnya efek Moire Pattern ini juga bisa dilakukan dengan mengganti sudut pemotretan atau angel. Cara ini dinilai cukup efektif untuk mencegah atau meminimalisir adanya pola berulang yang mengganggu. Kawan hanya cukup mengganti posisi foto, misalnya jika sebelumnya berdiri, cobalah untuk mengambil foto secara berjongkok. Nah, cara menghindari munculnya Moire Pattern di foto terakhir yakni dengan mengurangi bukaan lensa sampai pada ambang batas f/11 hingga f/16 atau bisa diatur sampai pada aperture tertentu. Langkah yang satu ini dinilai sangat efektif dan sempurna dalam mencegah tingkat resolusi berlebihan sehingga efek More Pattern pun bisa dicegah. Demikian cara menghindari munculnya Moire Pattern di foto yang bisa kawan-kawan coba sendiri. Selain beberapa langkah di atas, untuk mencegah terjadinya efek Moire Pattern tersebut kawan juga bisa dengan menggunakan lensa atau kamera berkualitas tinggi. Selain itu, dengan melakukan editing menggunakan aplikasi Light Room. Namun, alangkah lebih baik jika langkah-langkah manual di atas dicoba dan diterapkan sehingga akan memberikan hasil bidikan yang lebih natural. Nah, sampai di sini dulu ulasan mengenai cara menghindari munculnya Moire Pattern di foto yang bisa DIYKamera sampaikan. Sekian dan selamat mencoba.

Cara Setting Custom White Balance Kamera DSLR

Cara Setting Custom White Balance Kamera DSLR

Cara Setting Custom White Balance Kamera DSLR – Seorang fotografer pemula maupun profesional, tentu harus tahu cara setting custom white balance kamera DSLR. Pasalnya, tak jarang pada saat pemotretan di luar maupun di dalam ruangan yang tingkat pencahayaannya terlalu kompleks, dengan menggunakan sistem auto white balance justru temperatur cahayanya tak bisa akurat. Maka dari itu, salah satu tips untuk mengatasinya yakni dengan menerapkan cara setting custom white balance kamera DSLR yang akan kita bahas kali ini. Di sisi lain, fitur white balance yang diatur secara auto memang bisa dibilang cukup efektif juga pada kondisi pemotretan secara umum akan tetapi akan lebih baik jika menggunakan pengaturan secara manual atau custom white balance sebagaimana yang sering dilakukan oleh para fotografer profesional. Nah, untuk mengetahui secara lebih detail dan jelas, simak saja ulasan yang akan DIYKamera sampaikan kali ini tentang cara setting custom white balance kamera DSLR. Di awal pembahasan mengenai bagaimana cara setting custom white balance kamera DSLR ini, tampaknya bagi kawan yang masih pemula ada baiknya untuk mengenal lebih jauh terkait dengan fitur white balance pada kamera DSLR. White Balance merupakan salah satu pengaturan yang berfungsi untuk membuat hal-hal berwarna putih tampak putih dalam fotografi dengan mengkompensasi pengaruh warna cahaya di bawah lingkungan pengambilan gambar. Perlu diketahui bahwa dalam bahasa sederhananya cara setting custom white balance kamera DSLR adalah mengatur tingkat keseimbangan warna yang dihasilkan dari efek cahaya yang dipantulkan pada obyek foto. Foto dengan tingkat keseimbangan warna yang baik khususnya white balance akan terlihat lebih menarik, apalagi jika dilakukan secara manual atau custom sehingga kawan bisa mengaturnya sesuai keinginan atau kondisi cahaya di sekitar. Lalu, bagaimana sih cara setting custom white balance kamera DSLR yang benar itu? Cara Setting Custom White Balance Kamera DSLR Sebagaimana dengan yang telah DIYKamera janjikan untuk mengupas cara setting custom white balance kamera DSLR, berikut di bawah ini beberapa langkah yang bisa kawan coba. Yuk, kita simak bersama ulasannya : Pertama, hal yang perlu dilakukan untuk menerapkan cara setting custom white balance kamera DSLR yakni dengan mempersiapkan selembar kertas putih dan baju putih atau tembok berwarna putih. Jika sudah, letakkan kertas atau benda berwarna putih tersebut pada posisi yang pas dfan sesuai di mana arah sinar cahaya mengarah. Usahakan diposisikan di depan kamera sehingga kertas mengisi seluruh frame foto. Kemudian, lakukan set fokus pada posisi manual focus selanjutnya ambil metering. Sampai pada tahapan cara setting custom white balance kamera DSLR ini, sangat disarankan supaya eksposurnya seimbang, dengan kata lain tidak under namun juga tak over eksposure. Fotolah kertas atau obyek tersebut. Menginjak pada tahapan berikutnya, kita akan masuk pada menu di kamera, yaitu Canon 60D dan Nikon 3100D Untuk Canon 60D, gunaknan Main Dial, kemudian menuju pada tab ke dua Shoopting Menu. Sampai di sini, manfaatkan fitur Qucik Control Dial lalu scroll ke bawah sampai pada pilihan menu Custom Balance, tekan Set. Sampai di sini, gunakan saja fitur Quick Control Dial kemudian scroll pada foto yang baru saja dibidik. Set dan Ok. Untuk cara setting custom white balance kamera DSLR pada kamera Nikkon 3100D, Pilih saja menu Preset Manual dari pilihan menu White Balance. Lalu, pilih menu Use Photo, nah sampai di sini nanti akan muncul foto terbaru yang sudah diambil, pilih dengan menekan Select Image lalu tekan Ok untuk menggunakan foto tersebut. Tampaknya jika dilihat secara sekilas, memang cara setting custom white balance kamera DSLR yang telah dijelaskan di atas terbilang cukup rumit. Namun, jika kawan-kawan terapkan dengan benar, urut, dan teliti maka hasil foto dengan tingkat cahaya berimbang pun akan tersaji dengan menawan. Nah, tentu dengan beberapa tips yang DIYKamera berikan di atas, kawan-kawan kini dapat menghasilkan gambar foto dengan tingkat keseimbangan warna yang baik. Kiranya sampai di sini dulu ya kawan ulasan tentang mengupas cara setting custom white balance kamera DSLR. Semoga bisa bermanfaat dan sampai jumpa. Salam DIYKamera!!

Tips Komposisi Warna Dalam Foto

Tips Komposisi Warna dalam Foto

Tips Komposisi Warna dalam Foto – Komposisi warna tidak bisa dipungkiri merupakan salah satu elemen penting dalam foto, untuk itulah tips komposisi warna dalam foto menjadi hal yang juga penting untuk dapat diketahui khususnya bagi pemula. Salah satu objek dengan komposisi warna yang bagus adalah bunga, sehingga tak heran jika banyak sekali fotografer yang menjadikan bunga sebagai objek fotonya. Tips komposisi warna dalam foto sangatlah penting dalam dunia fotografi, karena secara visual masing-masing warna mampu menghadirkan makna dan pesan tersendiri bagi orang yang melihatnya. Untuk itu warna perlu digunakan secara tepat agar foto yang dihasilkan bisa menarik perhatian orang yang melihatnya. Untuk dapat melakukannya, bagi seorang fotografer profesional tantu sudah sangat paham untuk dapat membuat komposisi warna yang bagus. Namun, bagi kawan-kawan yang masih pemula, tips komposisi warna dalam foto nampaknya wajib untuk mulai dipelajari dan dipahami. Meski komposisi warna ini sangat mempengaruhi hasil akhir dari foto yang dibuat, namun hal tersebut masih kerap dilupakan oleh banyak orang. Hal tersebut memang bukan tanpa alasan, pasalnya masih banyak pecinta fotografi yang belum mengetahui tips komposisi warna dalam foto. Padahal, dengan memperhatikan hal tersebut kita akan bisa menghasilkan berbagai macam foto terutama foto landscape atau pemandangan dengan ketajaman warna yang bagus. Sebenarnya untuk aktivitas fotografi yang lebih cenderung ke seni, tidak ada komposisi warna yang dianggap paling baik karena semuanya akan tergantung pada pendapat orang yang memotret maupun melihat foto itu sendiri. Kendati demikian, ada beberapa tips komposisi warna dalam foto yang perlu kawan semua ketahui untuk menampilkan warna yang menarik ketika sedang memotret. Tips Komposisi Warna dalam Foto Berikut ini adalah sejumlah tips komposisi warna dalam foto dalam fotografi untuk menghasilkan warna yang terlihat indah dan tajam: Tips komposisi warna dalam foto yang paling mudah digunakan untuk memperoleh gambar yang kaya warna adalah dengan memakai file RAW. File RAW memiliki kualitas warna yang berbeda dengan file JPEG. Jika dibandingkan, file JPEG 8-bit memiliki 16 juta warna sementara file RAW 12-bit bias menghasilkan 68 miliar warna. Selain itu, file RAW tidak akan berubah ketika melalui post processing. Memotret dengan file RAW juga memungkinkan kita untuk menyesuaikan white balance pada saat editing. Sedangkan jika memakai file JPEG, kawan-kawan perlu mengaturnya terlebih dahulu agar bisa menampilkan warna yang tajam. Tips komposisi warna dalam foto yang kedua adalah dengan menghindari penggunaan cahaya buatan yang berlebihan karena hal ini justru akan mengurangi ketajaman warna itu sendiri. Mereka yang sudah mahir dalam post processing pun biasanya akan kesulitan untuk menampilkan warna asli yang terlihat tajam pada suatu objek. Selain itu, jika kawan-kawan mengandalkan cahaya alami, pastikan jika cahaya tersebut tidak jatuh tepat di atas kepala model. Nah, jika menggunakan flash maka jangan lupa memanfaatkan diffuser untuk mengurangi ketajaman cahaya. Tips komposisi warna dalam foto yang selanjutnya adalah dengan melakukan kalibrasi terhadap monitor. Ini bertujuan agar warna yang ditampilkan pada monitor sama dengan warna yang ada di foto. Pada umumnya, kamera dengan setting warna awal tidak diatur untuk menampilkan warna secara optimal. Untuk itu, kita bisa mengatasinya dengan melakukan kaliberasi warna dan mengatur kecerahan warna monitor dengan cepat memakai colorimeter. Post processing menjadi hal yang sangat wajar dilakukan dalam fotografi, namun meningkatkan ketajaman warna secara berlebihan juga bisa mengurangi kesan natural yang ada di dalamnya. Untuk itulah tips komposisi warna dalam foto dalam hal ini adalah dengan mengubah level brightness kontras, dan tonal range terlebih dahulu ketika foto diedit dengan adobe photoshop,. Slider saturation bisa diatur kembali jika warna memang terlihat kurang tajam. Dengan tips komposisi warna dalam foto tersebut, menghasilkan foto yang indah dengan warna yang terlihat hidup menjadi tidak terlalu sulit untuk dilakukan, namun tentu saja prosesnya harus dilakukan dengan penuh kehati-hatian dan pengetahuan yang cukup tentang bagaimana mengambil gambar yang benar. Dengan beberapa tips di atas tentunya kini kawan-kawan sudah tahu bagaimana cara memotret dengan memperhatikan komposisi agar foto yang dihasilkan memiliki ketajaman warna yang baik. Sekian dulu bahasan kita kali ini berkaitan dengan tips komposisi warna dalam foto. Sekian dan terima kasih. Selamat mencoba!!

Tips Agar Foto Lebih Tajam

Tips Agar Foto Lebih Tajam

Tips Agar Foto Lebih Tajam – Bagi fotografer pemula, tentu saja  harus tahu beberapa tips agar foto lebih tajam. Perlu diketahui bahwa foto yang tajam di sini artinya foto yang dihasilkan tampak lebih jelas, jernih, dan smooth sehingga enak dipandang. Maka dari itu, wajib bagi kawan-kawan yang memiliki kamera standar namun ingin mendapatkan hasil foto maksimal untuk mengetahui beberapa tips ini. Apakah caranya sulit? Tidak juga kok. Pasalnya, tak perlu mengupgrade lensa ataupun kamera, foto tajam pun bisa dihasilkan dengan beberapa langkah sederhana saja. Lantas, kira-kira apa saja sih tips agar foto lebih tajam itu? Mengetahui tips agar foto lebih tajam, tampaknya memang sebuah tuntutan bagi seorang fotografer. Mungkin, bagi kawan yang memiliki kamera dengan spesifikasi mumpuni, tentu dipastikan bakal mendapatkan hasil bidikan fotografi yang tajam dan memuaskan. Akan tetap, apa daya bagi kawan-kawan yang tak memiliki spesifikasi kamera mumpuni dipastikan akan kesulitan untuk mendapatkan hasil foto yang optimal. Namun, dengan tips agar foto lebih tajam yang akan DIYKamera bagikan, kawan-kawan tidak perlu pesimis. Pasalnya, tanpa menggunakan kamera canggih pun, teman-teman bisa menghasilkan foto yang sangat berkualitas, bahkan tak kalah juga dengan hasil bidikan dari kamera-kamera canggih yang harganya relatif mahal. Nah, tak perlu berlama-lama, mari kisa simak bersama tips agar foto lebih tajam berikut ini. Tips Agar Foto Lebih Tajam Berikut beberapa tips agar foto lebih tajam yang bisa kawan-kawan terapkan pada kamera yang berspesifikasi standar. Berikut ini langkah-langkahnya : Pegang Kamera dengan Posisi yang Tepat Salah satu tips agar foto lebih tajam yang terbilang cukup sederhana yaitu teknik memegang kamera. Meskipun terdengar sepele namun ternyata teknik memegang kamera ini sangat berpengaruh pada hasil foto yang kita bidik. Untuk cara memegang kamera yang benar, pertama kawan harus memegang kamera dengan kedua tangan dan kaki yang terbuka. Apabila ada dinding atau tembok di belakang, senderkan saja tubuh pada dinding tersebut. Bahkan, sangat disarankan untuk menahan nafas sesaat sebelum hingga setelah shutter ditekan. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi goyangan kecil pada tubuh sehingga keseimbangan pun terjaga dan kamera bisa fokus pada titik objek. Percepat Mode Shutter Untuk mendapatkan hasil jepretan foto yang berkualitas dan tajam maka dalam tips agar foto lebih tajam ini jangan lupa untuk menggunakan Shutter Speed. Fitur ini memang disediakan sebagai pendukung untuk mendapatkan foto yang kian tajam. Untuk mendapatkan foto berkualitas, Gunakanlah shutter speed yang lebih cepat daripada panjang fokal lensa yang anda gunakan. Di sisi lain, untuk memencet tombol shutter ini usahakan secara perlahan. pencetlah kira-kira separuh jalan dulu tanpa jari anda lepas dari tombol untuk memberikan jeda waktu bagi mekanisme autofocus pada kamera guna menganalisis dan mengenali obyek foto, mencari titik fokus, dan baru kemudian mengunci fokus. Manfaatkan Tripod Nah, tips agar foto lebih tajam pun bisa dengan menggunakan tripod. Memang, sepintas kurang praktis dan cukup merepotkan. Namun, demi mendapatkan hasil foto yang tajam dan maksimal maka keberadaan tripod juga cukup penting mengingat fungsinya yang cukup penting untuk membuat kamera jauh lebih stabil dan bebas getaran. Gunakan ISO Rendah Seperti yang sudah diketahui oleh para fotografer profesional, dengan menggunakan ISO pada titik rendah maka dipastikan akan menghasilkan foto yang cukup tajam. Usahakan ISO berada pada titik 100-600 dan hindari penggunaan ISO yang berada di atas titik 800 mengingat justru akan menimbulkan bintik-bintik kecil (noise) pada foto. Hindari Penggunaan Filter Lensa Tips agar foto lebih tajam yang terakhir adalah hindari menggunakan filter lensa. Pasalnya, filter lensa diketahui justru akan menurunkan kualitas dari ketajaman foto yang diambil sehingga akan sangat berpengaruh pada hasil jepretan akhir. Jika memang tidak diperlukan, jangan menggunakan filter agar gambar lebih jernih. Nah, itulah tadi beberapa tips agar foto lebih tajam yang telah kita bahas di atas. Oh ya, jangan lupa juga bahwa untuk mendapatkan hasil bidikan gambar yang maksimal, gunakan lensa dengan kualitas tinggi. Namun, bagi kawan-kawan yang berdana terbatas maka bisa menggunakan lensa kit. Meski kemampuan lensa kit tak sebagus lensa yang berspesifikasi tinggi lainnya namun jika beberapa langkah di atas diterapkan dengan benar, maka hasil foto yang tajam dan jernih pun bakal bisa diperoleh. Demikian pembahasan mengenai tips agar foto lebih tajam yang dapat DIYKamera bagikan. Semoga bisa bermanfaat dan salam DIYKamera!!

Kegunaan Extension Tube Canon

Kegunaan Extension Tube Dalam Fotografi

Kegunaan Extension Tube – Bagi para fotografer profesional, tentu sudah tidak asing lagi dengan kegunaan extension tube. Namun, mungkin banyak dari teman-teman pemula yang masih bingung apa itu extension tube dan juga kegunaannya. Lalu, apa sih sebenarnya kegunaan dari extension tube itu sendiri dalam fotografi? Extension tube sering digunakan oleh fotografer untuk memotret subjek berukuran kecil secara close-up seperti bunga, serangga, dan benda-benda kecil yang lain. Jenis fotografi ini lebih populer dengan sebutan fotografi makro. Kegunaan extension tube dalam jenis fotografi yang satu ini sangat lah vital, pasalnya dengan ekstension tube tersebut lah kita dapat menghasilkan gambar makro yang bagus. Selain itu, jenis fotografi ini menjadi pilihan banyak orang sebab kita bisa mengeksplorasi lebih banyak benda-benda kecil menarik di sekitar dan mengabadikannya dalam sebuah foto dengan tampilan yang lebih menakjubkan. Lantas apalagi ya kegunaan extension tube ini? Tak hanya untuk hal di atas, kegunaan extension tube juga dapat berfungsi untuk berbagai keperluan. Ketika kita memfokuskan sebuah lensa, maka semakin jauh lensa dari sensor gambar maka akan semakin dekat fokusnya. Meski begitu, jarak antara lensa dan sensor biasanya terbatas sehingga memang ada ketentuan tentang seberapa dekat kita harus mengarahkan fokus kamera ke subjek yang akan difoto. Kegunaan extension tube ini salah satunya adalah untuk menambah jarak lensa ke sensor gambar yang akan diambil. Dengan memanfaatkan extension tube fokus yang didapat akan lebih dekat dari biasanya. Sebagai hasilnya subjek yang akan difoto terlihat lebih besar. Meski sudah tak asing dengan alat yang satu ini, tentu di antara kita masih banyak yang belum benar-benar tahu tentang kegunaan extension tube. Oleh karena itu, pada artikel ini kita akan membahas tentang hal tersebut. Kegunaan Extension Tube Langsung saja untuk mengetahui kegunaan extension tube secara lebih lengkap, mari kita sama-sama simak detailnya di bawah ini: Kegunaan extension tube sebenarnya sudah tercermin dari namanya. Extend berarti memperpanjang sedangkan tube berarti tabung. Jadi, extension tube merupakan sebuah tabung yang difungsikan untuk memperpanjang jarak antara kamera dan lensa. Tabung ini akan menjauhkan kamera dari lensa dan sebaliknya mendekatkan lensa dengan subjek. Sebagai hasilnya, lensa bisa menangkap fokus dengan jarak yang lebih dekat dengan subjek untuk mendapatkan efek pembesaran. Extension tube ini hanya berupa ring yang tidak memiliki elemen optik sebagai isinya sehingga kualitas foto yang dihasilkan secara optik memang tidak berpengaruh. Yang berbeda hanya jarak fokusnya saja. Kegunaan extension tube yang berikutnya adalah mengubah lensa kamera biasa menjadi lensa makro. Extension tube menawarkan fitur magnification atau pembesaran yang menjadi ciri khas dari lensa makro serta tidak bisa ditemukan pada jenis lensa yang lain. Extension tube ini hadir dalam berbagai pilihan focal length. Misalnya, jika kita bisa mendapatkan efek pembesaran 0,5x dengan menggunakan extension tube 25mm pada lensa 50mm. Lensa 50 mm sendiri biasanya memiliki rasio pembesaran 0,15x sehingga perpaduan antara keduanya bisa menghasilkan efek pembesaran hingga 0,65x. Jumlah ini sudah hampir menyerupai lensa makro sesungguhnya yang kebanyakan memiliki rasio pembesaran 1x. Yang perlu diperhatikan adalah kegunaan extension tube dalam hal ini akan lebih efektif jika dikombinasikan dengan lensa dengan focal length pendek hingga menengah. Nah, sekarang kawan-kawan pecinta fotografi sudah mengetahui kegunaan extension tube. Meskipun, extension tube ini merupakan salah satu aksesoris pelengkap dalam fotografi sehingga tidak ada keharusan untuk menambahkan alat ini pada kamera. Namun, jika kawan-kawan ingin menekuni fotografi makro tentu extension tube menjadi salah satu alat utama yang wajib dimiliki. Pasalnya, jika jarak fokus minimum lensa kamera yang digunakan tidak mendukung maka sedekat apapun kawan-kawan menempelkan lensa kamera ke subyek yang akan difoto, maka fokus yang baik tetap tidak akan didapatkan. Dengan ulasan singkat di atas tentu kamu kini sudah paham tentang apa saja manfaat dari penggunaan extension tube. Nah, sampai di sini dulu ya pembahasan tentang kegunaan extension tube pada kesempatan kali ini. Salam DIYKamera!!

Fungsi Filter CPL

Fungsi dan Cara Memakai Filter CPL Untuk Pemula

Fungsi dan Cara Memakai Filter CPL – Pemakaian filter adalah salah satu yang menjadi perhatian dalam fotografi, tak terkecuali filter CPL. Sehingga, memahami fungsi dan cara memakai filter CPL penting sekali. Pasalnya, mereka yang telah mahir dalam fotografi biasanya menggunakan filter ini terutama untuk membuat foto landscape menjadi lebih menarik dan dramatis. Filter CPL juga menjadi andalan mereka yang suka membidik foto bernuansa alam seperti permukaan air maupun langit berawan. Penggunaan filter CPL sendiri sangat mempengaruhi jepretan foto yang dihasilkan sehingga tak heran jika para fotografer pemula ingin belajar fungsi dan cara memakai filter CPL ini. Filter Circular Polarizer atau yang lebih populer dengan sebutan CPL merupakan salah satu jenis filter yang berguna untuk meningkatkan kontras warna (vividness) dalam sebuah foto pemandangan atau landscape. Meski filter ini bisa membuat hasil foto menjadi lebih bagus, namun fotografer pemula yang belum mengetahui fungsi dan cara memakai filter CPL sering kali menghasilkan foto yang terlihat tak memiliki perbedaan sama sekali meski telah memakai filter tersebut. Kunci sukses untuk bisa menghasilkan foto yang bagus dengan CPL adalah sobat harus mengetahui kapan saat yang tepat untuk memakai ataupun tidak memakainya. Nah, bagi kamu yang masih belum terlalu familiar dengan filter ini, berikut DIYKamera akan sampaikan ulasan tentang fungsi dan cara memakai filter CPL. Kira-kira seperti apa fungsi dan cara memakai filter CPL, yuk langsung simak saja pembahasannya berikut ini: Fungsi Filter CPL Fungsi filter CPL yang pertama adalah untuk membuat warna lebih saturated dan kontras. Dengan filter ini sobat bisa mengatur proses saturasi saat proses editing agar pantulan cahaya tidak mengganggu hasil akhir pemotretan. Selain itu, refleksi bayangan dari objek yang diambil juga bisa dihilangkan sehingga foto yang dihasilkan akan tampak lebih detail dan jelas. Aplikasi dari fungsi dan cara memakai filter CPL bisa dilihat dalam foto langit berawan yang dibuat lebih dramatis maupun foto dedaunan yang terlihat lebih hijau. Selain membuat warna lebih saturated dan kontras, fungsi filter CPL lainnya adalah menghilangkan sebagian atau seluruh pantulan dari benda non-metalik, seperti air dan kaca. Sehingga filter ini biasanya akan digunakan untuk memotret danau dengan air yang sangat jernih namun ingin memperlihatkan sedikit bagian dasarnya. Foto seperti ini akan sulit dihasilkan karena permukaan danau biasanya akan menampilkan bayangan langit. Nah, filter CPL inilah yang akan membantu menghilangkan atau mengurangi pantulan bayangan langit tersebut. Dengan demikian fungsi filter CPL ini memang sangat penting dalam dunia fotografi. Cara Memakai Filter CPL Fungsi dan cara memakai filter CPL sebenarnya sangat mudah karena sobat hanya perlu memasangkan filter ini di bagian depan lensa dan memutarnya secara perlahan-lahan. Setelah dipasang efeknya akan langsung bisa dilihat pada viewfinder. Jadi, pilihlah setting yang paling maksimal kemudian baru tekan tombol shutter kamera. Karena pemakaian filter ini adalah dengan memutarnya di depan lensa, maka untuk jenis lensa yang ekonomis, sobat bisa menyiasati dengan melakukan autofocus terlebih dahulu sebelum memutar filter tersebut. Pasalnya, lensa depan dari lensa ekonomis akan ikut berputar ketika autofocus sedang dijalankan. Fungsi dan cara memakai filter CPL yang selanjutnya adalah dengan menggunakannya ketika matahari sedang bersinar di sebelah kanan atau kiri sebab efek optimal bisa dihasilkan pada sudut 90 derajat dari arah matahari. Sedangkan, untuk menghilangkan hasil refleksi yang maksimal bisa dilakukan pada sudut 45 derajat dari permukaan. Bagaimana? Fungsi dan cara memakai filter CPL cukup mudah dipahami bukan? Filter CPL merupakan aksesori tambahan yang tidak harus digunakan pada setiap kesempatan. Sehingga ada juga fotografer yang tidak terlalu suka memakai filter yang satu ini. Namun, bagi sobat yang ingin lebih mahir lagi dalam urusan memotret tentu sedikit ulasan di atas setidaknya memberi gambaran yang lebih jelas tentang apa yang bisa dilakukan oleh filter ini pada hasil jepretan foto. Demikianlah pembahasan tentang fungsi dan cara memakai filter CPL kali ini. Semoga bisa bermanfaat dan terima kasih.

Mode Metering Kamera DSLR

Mode Metering Kamera DSLR

Mode Metering Kamera DSLR – Tampaknya, memahami fungsi dari mode metering kamera DSLR sangat penting, khususnya bagi teman-teman yang masih pemula. Perlu diketahui bahwa metering merupakan inti dari bagian kamera yang fungsinya melakukan pengukuran pencahayaan dari sebuah subyek yang menjadi titik fokus. Memang, jika melihat dari sisi teorinya, mode metering kamera DSLR ini terbilang cukup sulit dipahami. Hanya saja, poin yang bisa dipetik yakni dari fungsinya sebagai pengukur cahaya yang dihasilkan dari foto itu sendiri. Sehingga, bisa dikatakan bahwa teknik pada mode ini sebagai pengatur nuansa cahaya yang disesuaikan dengan kondisi ruangan. Tentu, sampai di sini kawan-kawan pastinya semakin penasaran ingin mengenal lebih jauh tentang mode metering kamera DSLR ini. Seperti yang sudah disebutkan di atas, hal ini bisa diartikan merupakan alat ukur pada kamera yang membantu kita mengetahui atau bisa juga disebut mengukur berapa besarnya nilai exposure ketika kita membidik objek. Dalam artian yang lebih detail bahwa mode metering kamera DSLR di sini yakni pengukuran atas intensitas warna yang dihasilkan subyek yang dititik fokuskan untuk menghasilkan kombinasi pencahayaan maupun warna yang seimbang dan lebih smooth. Selain itu, mode ini memang sering digunakan untuk memotret subyek pada saat kondisi cuaca yang mendung atau ruangan gelap namun dengan hasil foto yang lebih cerah sehingga mengesankan karakter tersendiri yang lebih kuat. Cukup menarik bukan? Untuk mengetahui secara lebih jelas, yuk kita simak bersama ulasan mengenai mode metering kamera DSLR yang wajib sobat ketahui dan pahami! Mode Metering Kamera DSLR Dilihat dari pengertiannya, tampaknya kawan-kawan sudah paham fungsinya dan kini waktunya kita untuk mengulas beberapa mode metering kamera DSLR yang harus diketahui. Berikut ulasan lengkapnya: Matrix Matrix atau disebut juga dengan Evaluate Metering ini merupakan mode metering kamera DSLR yang cara kerjanya membagi seluruh obyek foto yang ada pada view finder menjadi beberapa zona. Selanjutnya, dalam hal ini tiap-tiap zona tersebut nantinya akan diukur gelap maupun terangnya. Apabila semua informasi sudah terkumpul maka kamera akan mencoba menentukan nilai eksposur yang pas dan ideal. Perlu diketahui bahwa pada umumnya, mode matrix/evaluative biasanya digunakan pada hampir semua situasi pemotretan normal, paling akurat dalam kondisi sehari-hari. Center Wighted Metering Selain itu, mode metering kamera DSLR yang perlu diketahui yakni Centered Wighted Metering. Di mana, mode ini umumnya digunakan sebagai media pengukur bayangan atau refleksi cahaya yang berada di sekitar titik tengah frame dan mengabaikan beberapa sudut-sudut frame. Sehingga, dipastikan bahwa nantinya kamera hanya akan mengukur nilai eksposur di wajah (titik tengah viewfinder) dan mengabaikan nilai di area lain (sinar matahari yang jauh lebih terang). Spot atau Partial Metering Nah, salah satu mode metering kamera DSLR yang bisa digunakan yakni Spot/Partial Metering. Fitur atau mode yang satu ini berfungsi untuk mengukur cahaya yang berada di sekitar aera titik fokus dan mengabaikan cahaya di area lain. Secara hitungan angka, cahaya yang dihitung sekitar 3% saja dari seluruh obyek foto yang diukur. Sedangkan partial metering sendiri akan mengukur area yang sedikit lebih besar, sekitar 10% dari keseluruhan foto dan juga mengabaikan area lainnya. Sampai di sini, sepertinya beberapa ulasan mengenai mode metering kamera DSLR di atas sudah cukup untuk membantu sobat dalam mendapatkan foto yang berkualitas. Selain hal di atas, hal lain yang juga penting untuk diketahui adalah cara mengubah mode metering. Di mana, Untuk kamera jenis dan seri yang berbeda, cara mengubah mode metering tentunya berbeda pula. Di antaranya, pada jenis kamera SLR Digital kelas pro dan semi-pro, umumnya sudah dilengkapi dengan tombol yang sudah terdedikasi dan terintegrasi untuk mengganti mode metering. Sementara itu, untuk jenis kamera DSLR kelas pemula sendiri biasanya mode ini berada di dalam sub-menu. Itulah tadi penjelasan mengenai mode metering kamera DSLR yang telah dijelaskan di atas. Semoga bisa membantu.

Fotografi Backlit Dengan Cahaya Matahari

Potret Backlit dengan Cahaya Matahari

Potret Backlit dengan Cahaya Matahari – Fotografi memang sangat berkaitan erat dengan pencahayaan. Hasil foto yang dihasilkan melalui lensa juga sangat dipengaruhi oleh cahaya baik itu cahaya alami dari sinar matahari maupun cahaya buatan. Potret backlit dengan cahaya matahari merupakan salah satu jenis foto yang cukup populer. Jenis foto ini sangat identik dengan cahaya matahari yang digunakan sebagai background sehingga biasanya dilakukan untuk fotografi outdoor. Baik fotografer pemula maupun yang sudah profesional sering mempraktikan foto backlit untuk menghasilkan foto yang indah terlebih jika dipadukan dengan teknik foto portrait. Dengan perpaduan teknik tersebut, fotografer bisa membuat foto subjek yang berdimensi namun tetap terlihat halus dengan sinar matahari sebagai latar belakangnya. Potret backlit dengan cahaya matahari menawarkan daya tarik tersendiri sebab secara visual sinar matahari yang mengenai rambut akan menghasilkan dimensi yang berbeda. Untuk foto yang berurusan dengan cahaya matahari sebenarnya ada beberapa cara yang bisa dipakai. Namun di antara berbagai cara yang ada, kebanyakan fotografer lebih suka untuk menanggulangi cahaya matahari dan justru menempatkannya di belakang model. Teknik inilah yang disebut dengan backlight atau backlit. Menghasilkan foto backlit yang bagus memang membutuhkan kecermatan namun ini bukan berarti bahwa kawan tidak bisa melakukannya. Pada pembahasan kali ini kita akan belajar bersama-sama bagaimana cara membuat potret backlit dengan cahaya matahari agar terlihat bagus. Potret Backlit dengan Cahaya Matahari Untuk membuat potret backlit dengan cahaya matahari dengan tampilan yang indah, berikut langkah-langkah yang harus dilakukan: Hal pertama yang harus dilakukan ketika akan mempraktikan potret backlit dengan cahaya matahari adalah dengan memposisikan subyek foto berada di depan sinar matahari tanpa adanya sinar yang langsung mengenai mukanya. Setelah itu, ubah mode metering ke spot metering. Lalu, arahkan titik fokus bagian muka model untuk mendapatkan eksposure yang bagus. Posisi wajah pada Potret backlit dengan cahaya matahari juga harus diperhatikan, pasalnya posisi wajah model yang membelakangi matahari akan terlihat terang, namun tampilan latar belakang alias backgroundnya jauh lebih terang. Kondisi ini sebenarnya sangat wajar terjadi saat kawan sedang memotret. Nah, jika kawan memotret dengan aperture priority maka secara keseluruhan foto memang akan tampak terlalu terang. Sehingga, lebih baik memakai kompensasi eksposure untuk menyiasatinya. Penggunaan kompensasi eksposure ini akan membantu untuk menaikkan dan menurunkan nilai eksposure yang menurut sistem metering pada kamera yang digunakan sudah paling sesuai. Ketika membuat potret backlit dengan cahaya matahari ada kalanya kita ingin mengkompensasi eksposure untuk membuat foto menjadi lebih gelap. Pada beberapa jenis kamera seperti DSLR Canon, kawan hanya perlu memutar quick control dial yang ada di bagian belakang dan dalam waktu yang bersamaan memperhatikan panel LCD yang berada di bagian atas. Untuk membuat foto menjadi lebih gelap, kawan tinggal memutar tombol tersebut ke kiri sedangkan jika ingin menghasilkan foto yang lebih terang maka tinggal putar tombol ke kanan. Sementara itu, untuk DSLR Nikon tombol exposure compensation (+/-) yang digunakan untuk membuat potret backlit dengan cahaya matahari ini berada di bagian atas. Putarlah tombol tersebut dan ikuti dengan memutar command dial yang berada di bagian belakang sambil memperhatikan nilai yang tertera pada LCD panel atas. Membuat potret backlit dengan cahaya matahari langsung memang memerlukan kehati-hatian agar sinar yang terpancar dari matahari tidak langsung jatuh ke objek utama yang difoto. Pasalnya, hal ini bisa membuat hasil foto menjadi kurang maksimal. Namun, dengan langkah-langkah yang telah dijelaskan DIYKamera di atas tentu kini kawan sudah bisa mempraktikan cara memotret foto backlit yang benar. Sampai di sini dulu ya pembahasan tentang potret backlit dengan cahaya matahari pada kesempatan kali ini. Selamat mencoba!

Cara Melihat Shutter Count Kamera DSLR

Cara Mengetahui Shutter Count Kamera DSLR dengan Mudah

Cara Mengetahui Shutter Count Kamera DSLR – Cara mengetahui shutter count kamera DSLR cukup penting untuk dipelajari oleh kawan-kawan semua para pecinta fotografi yang baru saja membeli kamera DSLR baik dalam kondisi baru maupun secondhand. Bagi yang masih awam dengan urusan fotografi tentu banyak yang bertanya-tanya tentang apa sih Shutter Count itu? Shutter Count atau yang biasa disebut dengan SC merujuk pada banyaknya tombol shutter yang bisa ditekan. Untuk lebih gampangnya, Shutter Count ini merupakan banyaknya jumlah foto yang bisa dihasilkan oleh kamera DSLR tersebut. SC inilah yang nantinya akan mempengaruhi seberapa lama umur kamera DSLR yang kita beli. Tak heran, jika orang yang membeli kamera secondhand biasanya akan sangat memperhatikan sekali jumlah Shutter Count-nya. Nah, lalu bagaimana ya cara mengetahui shutter count kamera DSLR? Sebagai contohnya kamera DSLR seperti Canon 650D atau yang sejenisnya, sebagian besar memiliki Shutter Count yang jumlahnya hingga 9999 jepretan. Nah, lalu bagaimana cara mengetahui shutter count kamera DSLR tersebut ya? Pasalnya, dengan mengetahui shutter count tersebut kawan-kawan bisa mengantisipasi jika memang kamera yang akan dibeli sudah memiliki shutter count yang cukup banyak. Karena, kamera tersebut tidak akan berfungsi lagi sebab sensor kameranya telah mencapai batas maksimum. Mungkin selama ini teman-teman mengira jika kamera DSLR bisa digunakan selamanya, sehingga sering menghapus sebagian foto yang ada di memori agar kapasitasnya masih mendukung untuk pengambilan foto baru yang lebih banyak. Padahal usia kamera DSLR tidak ditentukan dari penuh atau tidaknya memori tetapi pada shutter count yang dibuat dalam jumlah jepretan tertentu. Cara mengetahui shutter count kamera DSLR akan membantumu untuk mengetahui kapan fungsi kamera akan berakhir. Selain itu, ketika shutter count sudah mendekati masa habisnya, biasanya akan muncul tanda-tanda seperti kamera yang tiba-tiba macet saat digunakan atau pengambilan gambar yang semakin sulit. Untuk mengetahuinya, ada beberapa cara mengetahui shutter count kamera DSLR yang bisa dilakukan. Cara Mengetahui Shutter Count Kamera DSLR Nah langsung saja, pada segmen ini DIYKamera akan menjelaskan secara lengkap mengenai cara mengetahui shutter count kamera DSLR. Yuk langsung simak saja! Memakai EXIF Viewer Online Cara yang pertama adalah dengan memanfaatkan EXIF Viewer Online. Bukalah halaman EXIF Viewer Online, kemudian klik opsi “choose file”. Tunggu hingga kotak dialog muncul dan pilih foto yang ada di komputer dan klik OK. Klik “view image from file” dan tunggu hingga proses selesai. Setelah itu, biasanya akan muncul deretan data EXIF. Cara mengetahui shutter count kamera DSLR adalah dengan menscroll ke bawah atau bisa juga dengan menuliskan “shutter count” pada kolom search. Jumlah shutter count yang tertera menunjukkan jumlah jepretan kamera yang telah dihasilkan. Mengecek Shutter Count secara online ini merupakan cara yang gampang dan mudah serta gratis. Pasalnya, foto sampel dari kamera hanya tinggal dipunggah dan program online ini akan menghitung jumlah shutter count-nya secara otomatis. Mengunduh Aplikasi EXIF Viewer Cara mengetahui shutter count kamera DSLR juga bisa dilakukan dengan aplikasi khusus yang memang diciptakan untuk melihat data EXIF. Jika menggunakan Windows, maka kawan-kawan bisa mencoba aplikasi EOS Info untuk mengecek shutter count kamera DSLR Canon (EOS) atau bisa juga memakai Opanda EXIF Viewer. Bagi yang menggunakan Mac, bisa memakai aplikasi Simple Exif Viewer atau mengunduh iExifier untuk versi berbayar. Setelah mengunduh aplikasi ini, bukalah aplikasi tersebut. Setelah itu, klik menu open pada tampilan home dan akan ditunjukkan spesifikasi lengkap kamera beserta shutter count yang dihasilkan. Melalui kedua cara mengetahui shutter count kamera DSLR yang DIYKamera jelaskan di atas, kawan-kawan bisa mengetahui shutter count di kamera DSLR dengan mudah. Karena jumlah shutter count ini sangat menentukan lamanya sebuah kamera DSLR bisa berfungsi, maka kini kawan-kawan bisa mengecek shutter count terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk membeli kamera DSLR agar tidak mendapatkan produk yang kualitasnya buruk. Demikianlah ulasan yang dapat DIYKamera bagikan kali ini tentang cara mengetahui shutter count kamera DSLR. Semoga artikel ini bisa menjadi referensi kawan semua sebelum membeli kamera DSLR. Salam DIYKamera!!

« Previous Page1 … Page31 Page32 Page33 Page34 Page35 Page36 Next »
Hubungi Kami

Kami buka setiap hari dari pukul 07.00 – 22.00 WIB.

  • +6281276798811
  • @diy_kamera
Alamat

Jln. Kusumanegara No. 278 (500 meter ke timur Gembiraloka)

Lihat alamat di Google Maps

Home
Kategori Sewa
Whatsapp
Telepon