diykamera sewa kamera jogja
Search
  • Kamera
    • DSLR
    • Mirrorless
    • Camcorder
    • Action Cam
    • Drone
  • Aksesoris
    • Lensa
    • Flash
  • Laptop
  • LED TV
  • Paket Sewa
    • PAKET FOTO TOUR
    • PAKET FOTO STUDIO
    • PAKET SEWA ALAT LIVE STREAMING
  • Informasi
    • Tata Cara Sewa
    • Persyaratan Sewa
    • Harga Sewa
    • Blog
  • Kamera
    • DSLR
    • Mirrorless
    • Camcorder
    • Action Cam
    • Drone
  • Aksesoris
    • Lensa
    • Flash
  • Laptop
  • LED TV
  • Paket Sewa
    • PAKET FOTO TOUR
    • PAKET FOTO STUDIO
    • PAKET SEWA ALAT LIVE STREAMING
  • Informasi
    • Tata Cara Sewa
    • Persyaratan Sewa
    • Harga Sewa
    • Blog
PRICELIST
  • Kamera
    • DSLR
    • Mirrorless
    • Camcorder
    • Action Cam
    • Drone
  • Aksesoris
    • Lensa
    • Flash
  • Laptop
  • LED TV
  • Paket Sewa
    • PAKET FOTO TOUR
    • PAKET FOTO STUDIO
    • PAKET SEWA ALAT LIVE STREAMING
  • Informasi
    • Tata Cara Sewa
    • Persyaratan Sewa
    • Harga Sewa
    • Blog
Logo Orange

Category: Blog

Tips Foto Portrait F

6 Tips Foto Portrait Paling Penting

Tips Foto Portrait – Siapa sangka, tips foto portrait itu ternyata mudah dan tak sesulit yang dibayangkan asalkan tahu caranya. Untuk itu, bagi teman-teman pecinta fotografi yang belum mengetahui caranya, kali ini DIYKamera akan menjelaskan tipsnya dengan langkah-langkah yang mudah dipahami. Namun, sebelumnya perlu diketahui bahwa foto portrait sendiri merupakan salah satu teknik pemotretan wajah atau disebut juga dengan istilah foto potret. Aktivitas fotografi yang satu ini memang paling umum dan sering dilakukan oleh banyak orang untuk membidik obyek foto dalam satu fokus sehingga memperlihatkan hasil jepretan yang tampak begitu menawan. Selain itu, karena caranya yang terbilang cukup simpel dan mudah maka banyak sekali orang memotret fokus dengan mode foto portrait ini, baik menggunakan kamera ponsel, digital maupun DSLR. Namun, bagi kawan yang ingin lebih mendalami teknik ini, tampaknya perlu mengetahui tips foto portrait yang benar. Sebagaimana yang sudah disebutkan di atas, tips foto portrait ini tak sesulit jika dibandingkan dengan beberapa teknik pemotretan lain. Sehingga, wajar jika teknik yang satu ini banyak digunakan orang secara umum. Hanya saja, dari hasil jepretan foto portrait tersebut, tentu hasil bidikan fotografer dengan orang awam memiliki perbedaan meskipun tak terlalu mencolok. Oleh sebab itu, sebagai seorang fotografer pemula atau hanya ingin sekedar tahu caranya, tentu tak salah jika menyimak tips foto portrait yang akan kita bahas bersama-sama. Di samping itu, meski mudah namun ketika kawan sudah tahu bagaimana teorinya yang benar, tentu saja foto portrait yang dihasilkan pun bakal semakin berkualitas dan tampak lebih profesional. Tak perlu berlama-lama, yuk langsung saja kita simak tips foto portrait yang benar dan mudah dilakukan. Tips Foto Portrait Berikut di bawah ini akan dijelaskan beberapa tips foto portrait yang perlu dilakukan untuk mendapatkan hasil jepretan foto berkualitas. Antara lain sebagai berikut : Gunakan lensa focal length panjang Penggunaan lensa focal length dengan ukuran 200 mm atau minimal 85 mm ini dilakukan untuk mencegah blur pada area di sekitar background sehingga terlihat lebih smooth. Bahkan, nantinya hasil dari tips foto portrait yang satu ini pun bakal lebih dekat dengan subjek karena karakter lensa ini adalah memperdekat subjek dengan background, yang tentunya berbeda dengan lensa wide yang justru membuatnya lebih jauh. Cegah atau Hindari Eye Level Memang, secara umum banyak sekali foto yang dihasilkan dari para fotografer dengan menyetarakannya dengan mata atau eye lecel. Akan tetapi, untuk memberikan hasil bidikan foto portrait dengan sudut pandang yang berbeda, sebaiknya cegah eye level pada saat akan membidik foto portrait. Perlu diketahui bahwa meski terlihat berbeda namun teknik ini juga bisa lebih menyetarakan subjek lebih dari 1 dengan tipe tubuh berbeda dan tinggi berbeda. Gunakan Flash dari Sudut Pandang Arah Berbeda Umumnya, foto portrait yang dibidik saat kondisi gelap, biasanya menggunakan flash. Namun, Menerangi subjek dengan flash dari kamera akan menghasilkan wajah subjek yang datar sehingga akan menghilangkan kesan dimensi. Maka dari itu, dalam tips foto portrait sangat disarankan untuk mendapatkan hasil foto portrait, terangi flash dari arah samping sehingga nantinya akan memberikan kesan light dan shadow. Tak hanya itu saja, cahaya dari samping juga akan membantu menonjolkan sisi detail subjek. Maka, tampaknya memang cara ini cocok apabila dikombinasikan dengan portrait environment di mana landscape sebagai background akan tampil sangat menarik. Gunakan Framing dengan Tepat Teknik framing juga dinilai cukup bermanfaat untuk mendapatkan komposisi foto portrait yang pas. Dalam hal ini, untuk memperoleh hasil foto portrait yang mengagumkan, sangat disarankan menggunakan lena tele di mana nantinya pemotretan bisa dilakukan melalui benda-benda berlubang di area sekitar foreground untuk memberikan sebuah efek framing yang lebih smooth. Hindari Kekosongan di Bagian Atas Subyek (Kepala) Di samping teknik dasar yang berkenaan dengan kamera, salah satu tips foto portrait pun juga harus memperhatikan sekitar area obyek foto. Dalam kaitannya dengan foto portrait ini, guna mendapatkan jarak yang tepat maka hindari kekosongan di area atas subyek atau kepala. Meski sepele namun hal ini perlu dilakukan supaya foto portrait yang dihasilkan lebih berkesan dan titik fokusnya jelas. Atur Komposisi Mata Subyek Selain itu, fokus mata juga sangat penting untuk memberikan kesan fokus yang lebih tegas. Pasalnya, mata merupakan salah satu bagian yang menjadi titik fokus dari foto portrait. Pengaturan pada komposisi mata yang tepat maka dipastikan akan menghasilkan bidikan yang lebih pas dan mencegah kesan dibuat-buat. Selain keenam tips foto portrait di atas, salah satu hal penting yang perlu kawan lakukan yakni dengan memenuhi frame dengan obyek benda atau orang yang akan difoto. Langkah ini dilakukan sebagai upaya untuk mempertegas foto portrait dari obyek foto itu sendiri. Namun, bagi kawan yang lebih menyukai gaya natural maka tak perlu melakukan cara ini. Tentu, dengan beberapa tips yang DIYKamera sampaikan di atas, kawan-kawan kini sudah bisa menghasilkan foto portrait yang tidak kalah bagus dari para fotografer profesional. Nah, sampai di sini dulu perjumpaan kita kali ini. Semoga ulasan mengenai tips foto portrait ini bisa bermanfaat. Salam DIYKamera!!

Cara Aman Menggantungkan DSLR Di Pundak

2 Cara Aman Menggantungkan DSLR di Pundak

Cara Aman Menggantungkan DSLR di Pundak – Salah satu tips yang cukup penting untuk kawan yang sangat hobi fotografi adalah cara aman menggantungkan DSLR di pundak. Pasalnya, kamera DSLR merupakan salah satu jenis alat yang riskan rusak sehingga harus diperhatikan benar dalam penggunaan dan penyimpanannya. Kerusakan yang terjadi pada kamera DSLR ini tak hanya bisa terjadi akibat pengoperasian fitur-fiturnya yang kurang tepat tetapi juga cara membawanya yang salah. Banyak orang yang membawa kamera ini dengan asal-asalan sehingga lensa kameranya cepat rusak. Kamera DSLR sendiri umumnya bisa dibawa dengan tas khusus yang memang digunakan sebagai tempat penyimpanannya. Namun, jika kamera sedang digunakan maka orang cenderung akan membawa kamera ini dengan menggantungkannya di bagian pundak. Meskipun ada juga yang membawanya dengan tangan, namun mengetahui cara aman menggantungkan DSLR di pundak ini sangat penting sekali untuk menghindari kerusakan. Kebanyakan orang berpikir jika membawa kamera DSLR dengan cara menggantungkannya di pundak saja sudah cukup. Padahal sebenarnya menggatungkan kamera DSLR di pundak ada tekniknya sendiri dan tidak boleh dilakukan dengan asal-asalan, sebab hal ini akan berpengaruh pada keamanan lensa kamera itu sendiri. Nah, bagi kamu yang kerap kali menggunakan lensa panjang alias tele pada bodi kamera, ada baiknya mengetahui cara aman menggantungkan kamera DSLR di pundak yang benar untuk seperti ulasan di bawah ini. Cara Aman Menggantungkan DSLR Di Pundak Nah, langsung saja yuk simak tips sederhana cara aman menggantungkan DSLR di pundak berikut ini: Gunakan Panjang Tali Kamera Yang Pas Salah satu hal yang harus diperhatikan dalam cara aman menggantungkan DSLR di pundak adalah panjang tali kamera ketika sedang digantungkan di pundak itu sendiri. Gunakan panjang tali yang pas, tidak terlalu panjang maupun terlalu pendek. Panjang ideal tali kamera adalah hingga sebatas pinggang. Jadi, posisi kamera nanti akan berada di sekitar pinggang atau sedikit di bawahnya. Menggunakan tali yang terlalu pendek akan membuat kamera terganggu dengan pergerakan tangan, sedangkan pemakaian tali yang terlalu panjang juga memungkinkan lensa terkena gerakan kaki ketika berjalan. Perhatikan Posisi Lensa Posisi lensa merupakan hal penting lain yang ada pada cara aman menggantungkan kamera DSLR di pundak. Orang biasanya tanpa sengaja menggantungkan kamera DSLR ini di pundak pada posisi yang salah, yaitu dengan muka lensa dan elemen kaca yang justru menghadap ke sisi luar. Sementara itu untuk posisi yang tepat, sebenarnya ujung muka lensa harus ditempatkan sedikit tersembunyi sehingga menghadap ke bagian belakang pantat si pembawa kamera tersebut. Menggantungkan kamera DSLR di pundak dengan posisi lensa seperti ini akan membuat lensa kamera lebih terlindung. Namun, jika kawan-kawan menggantungnya dengan posisi lensa menghadap keluar, maka lensa ini akan lebih riskan terbentur benda keras seperti dinding, pintu, maupun orang lain saat berpapasan. Cara aman menggantungkan DSLR di pundak memang menjadi hal yang pada umumnya kurang diperhatikan. Padahal, hal ini sangat berpengaruh pada keamanan lensa kamera itu sendiri. Namun, hal tersebut tidak bisa disalahkan. Pasalnya memang banyak dari pengguna kamera DSLR yang belum mengetahui mengenai hal tersebut. Dengan tips sederhana di atas, tentu kawan-kawan kini sudah tahu bagaimana cara melakukannya dengan benar bukan? Sehingga, dengan mengetahui tips yang sudah DIYKamera bagikan tersebut, kini kawan-kawan bisa lebih menjaga kameranya. Mungkin itu dulu ulasan tentang cara aman menggantungkan kamera DSLR di pundak yang bisa dibagikan kali ini. Semoga bisa bermanfaat dan terima kasih.

Pengertian White Balance

Pengertian White Balance, Komponen Apa Itu? Yuk Cek Disini

Pengertian White Balance – Sebagai seorang fotografer tentu harus tahu mengenai pengertian white balance. Jika kita telusur secara bahasa, white balance artinya keseimbangan warna. Namun, kaitannya dengan aktivitas fotografi, pengaturan white balance sendiri dimaksudkan sebagai keseimbangan warna yang ditangkap oleh kamera di mana selalu berubah-ubah sesuai dengan temperatur warna yang dihasilkan dari cahaya yang mengenai objek tersebut. Intinya, white balance di sini yaitu sebuah pengaturan terkait dengan ukuran cahaya pada foto tersebut. Lalu, secara lebih detail, kira-kira apa sih pengertian white balance tersebut? Pengertian White Balance Tentu, ada beberapa alasan kuat yang mewajibkan para fotografer untuk memahami pengertian white balance ini. Salah satunya yaitu karena kamera membutuhkan pengaturan yang tetap di saat kondisi pencahayaan yang sering berubah-ubah saat akan membidik foto. Jadi, bisa dikatakan juga bahwa Jadi tujuan setting white balance adalah memerintahkan kamera agar mengenali temperatur sumber cahaya yang ada. Supaya yang putih terlihat putih, merah terlihat merah dan hijau terlihat hijau, atau dengan kata lain agar kamera mampu merekam warna obyek secara akurat dalam kondisi pencahayaan apapun. Nah, untuk lebih jelasnya, yuk kita simak saja ulasan lengkapnya mengenai pengertian white balance pada segmen-segmen di bawah ini! Nah, sedikit banyak sudah kita ketahui pengertian white balance. Namun, tak akan lengkap rasanya jika tanpa membahas beberapa fitur yang juga disematkan untuk menunjang white balance ini. Beberapa di antaranya yaitu seperti Auto. Di mana, pada kondisi auto ini, kamera telah memilih mode otomatis untuk mengolah dan memberikan tingkat keseimbangan warna yang tepat. Selain itu, perlu diketahui juga bahwa pada keadaan tertentu mode ini memang menguntungkan karena kita tidak kehilangan waktu untuk mengatur white balance kamera, tapi pada kondisi tertentu mode auto tidak bisa memberikan keseimbangan cahaya yang sesuai dengan selera yang diinginkan. Pilihan auto ini pun juga dilengkapi dengan beberapa pilihan mode, yaitu seperti tungsten, Fluorescent, Daylight/Sunny, Cloundly, Flash, dan Shade. Perlu diketahui juga bahwa beberapa mode tersebut memiliki fungsi yang berbeda-beda. Pertama, untuk Tungsten umumnya digunakan untuk mengambil posisi indoor saat pengambilan foto dengan sumber cahaya lampu pijar. Kemudian, Fluorescent sendiri juga digunakan sebagai mode indoor namun lebih untuk memotret dengan pencahayaan lampu neon atau TTL. Di sisi lain, ada juga daylights atau sunny sebagai mode pengambilan foto outdoor dengan sumber dominan cahaya matahari. Sementara itu, untuk Cloudly sendiri digunakan untuk mendapatkan gambar berkualitas dengan sumber cahaya mataharai secara tak langsung. Tak ketinggalan juga dengan flash yang merupakan salah satu mode bidikan foto yang menggunakan flash atau pencahayaan yang maksimal. Nah, tak ketinggalan juga yang terakhir yaitu Shade Mode ini juga digunakan pada sinar matahari tidak langsung. akan tetapi kapasitas cahaya matahari masih bisa menerangi cahaya, seperti ketika tertutup dinding gedung, atau ditutupi oleh bangunan maupun pohon. Nah, dari pengertian white balance di atas, tentunya kawan-kawan sedikit banyak sudah mengerti dan memahaminya bukan? Selain itu, dari penjelasan di atas, juga disebutkan bahwa ada beberapa mode auto yang merupakan salah satu fitur untuk menunjang keseimbangan warna. Oleh sebab itu, karena perannya sangat penting dalam menghasilkan foto berkualitas maka tak heran jika mengerti apa yang dimaksud dari white balance ini merupakan hal yang wajib diketahui dan dipahami bagi setiap fotografer. Demikianlah ulasan lengkap mengenai pengertian white balance yang telah disajikan di atas. Semoga bermanfaat.

Tips Foto Di Kebun Binatang

Tips Foto di Kebun Binatang dengan Kamera Favorit Anda

Tips Foto di Kebun Binatang – Bagi teman-teman yang ingin mengabadikan momen pribadi bersama keluarga di kebun binatang, ternyata ada tips foto di kebun binatang yang patut sobat coba lho. Apalagi, buat kawan-kawan yang belum pernah menjajal kemampuan fotografi di kebun binatang, maka tak salah jika cara foto di kebun binatang yang akan kita bersama kali ini layak untuk dicoba. Selain hasilnya keren, tentu bagi teman-teman pecinta binatang bakal puas dengan hasil bidikan foto sobat sendiri. Nah, semakin penasaran kan? Kira-kira bagaimana ya tips foto di kebun binatang yang benar agar menghasilkan foto yang keren itu? Jangan terburu-buru dulu ya kawan sebab sebelumnya perlu untuk diketahui bahwa ada beberapa persiapan sebelum kita tahu beberapa tips foto di kebun binatang. Beberapa persiapan tersebut mungkin cukup merepotkan namun nantinya ketika digunakan untuk mengambil gambar hewan-hewan yang ada di kebun binatang dipastikan akan berhasil dengan hasil jepretan yang apik. Nah, persiapan dalam tips foto di kebun binatang antara lain seperti persiapan alat-alat kombinasi kamera DSLR + lensa medium tele di atas 85 mm atau bisa juga menggunakan kamera saku Super Zoom dengan zoom optik 10-12 kali plus lensa makro. Nah, untuk mengatasi lokasi kandang hewan yang jaraknya cukup jauh dari lokasi pengunjung maka sobat bisa menggunakan lensa medium tele/super zoom untuk mengatasi kondisi ini. Setelah tahu beberapa persiapan di atas, mari kita simak bersama tips foto di kebun binatang! Tips Foto di Kebun Binatang Nah, setelah beberapa alat-alat yang dipersiapkan tadi sudah dimasukkan dalam tas maka selanjutnya yaitu kita akan mengulas tips foto di kebun binatang. Berikut beberapa tips yang bisa sobat terapkan : Siapkan Lensa Telefoto Sebelumnya, perlu untuk kawan pahami dulu bahwa lensa telefoto itu cukup diperlukan jika kawan-kawan ingin memotret hewan dari dekat. Meskipun sedekat apa pun sobat dapat melihat hewan namun nantinya bakal ada suatu jarak tertentu antara kamera dan hewan. Oleh sebab itu, untuk mendapatkan hasil bidikan yang bagus maka dalam tips foto di kebun binatang ini siapkan lensa telefoto sekitar 300 mm dengan kesetaraan film 35 mm. Bahkan, apabila memang memungkinkan, sangat direkomendasikan untuk menggunakan lensa dalam kisaran 400 mm hingga 500 mm. Manfaatkan Kecepatan Rana Pesat Nah, jika telefoto yang digunakan semakin banyak maka goyangan kamera bisa menjadi tampak lebih jelas. Hal ini sangat dibutuhkan ketika kawan-kawan ingin mengambil foto pada hewan yang tidak terpaku diam namun seringkali bergerak. Maka dalam tips foto di kebun binatang ini jika memungkinkan, cobalah menggunakan kecepatan rana minimal 1/300 detik. Akan tetapi, apabila memang kecepatan rana kecepartannya kurang mencukupi maka jangan khawatir. Sebab, kawan-kawan bisa mencoba meningkatkan kecepatan ISO. Usahakan Untuk Dekatkan Posisi Kamera dengan Pagar atau Kandang Salah satu cara foto di kebun binatang yang bisa menghasilkan bidikan foto yang natural maka coba untuk menghilangkan gambar kandang atau pagar dalam foto sebisa mungkin. Nah, untuk melakukannya, kawan-kawan bisa mendekati kandang atau pagar tersebut sebisa mungkin pada saat akan memotret. Dengan begitu maka teman-teman akan melihat bahwa kandang secara “ajaib” menghilang dari pandangan jika cara ini diterapkan. Manfaatkan Bagian Spesifik Hewan yang Unik Apabila sobat kesulitan mengambil foto close up dari salah satu hewan maka tak perlu bingung. Untuk mendapatkan hasil foto yang menarik, nah dalam tips foto di kebun binatang ini fokuskan pada salah satu titik atau bagian dari hewan tersebut yang menurut sobat menarik. Contohnya, mungkin seperti kaki, tangan, kepakan sayap, atau bagian lainnya. Cara ini cukup efektif untuk mendapatkan gambar yang lebih natural dengan pembawaan ekspresionis. Yupz, tentunya dari tips foto di kebun binatang yang telah dijelaskan di atas, pasti teman-teman sudah memiliki gambaran tersendiri. Selain itu, dengan menerapkan beberapa tips yang telah diuraikan di atas, bisa jadi justru sobat memiliki ide pengembangan tersendiri agar bisa mendapatkan hasil foto yang lebih maksimal. Cukup sampai di sini dulu ya kawan ulasan kita mengenai tips foto di kebun binatang. Sekian dan selamat mencoba.

Cara Memotret Dengan Kamera Hp

5 Cara Memotret dengan Kamera HP yang Harus Diketahui

Cara Memotret dengan Kamera HP – Siapa sangka, bagi yang tahu cara memotret dengan kamera hp tentu menjadi keuntungan tersendiri. Pasalnya, tanpa menggunakan kamera DSLR yang canggih, hanya bermodal kamera handphone pun juga nyatanya sanggup memberikan hasil potret foto yang cukup memukau. Selain itu, cara memotret dengan kamera handphone pun juga terbilang cukup mudah dan tak terlalu rumit. Sehingga, dengan hanya bermodalkan kamera smartphone, tentu saja kawan-kawan bisa menghasilkan foto yang sangat jernih dan smooth. Lantas, kira-kira bagaimana sih cara memotret dengan kamera hp? Sebenarnya, secara garis besar sendiri, diketahui bahwa cara memotret dengan kamera hp ini tak berbeda jauh dengan beberapa tips membidik foto menggunakan kamera DSLR. Hanya saja, pada tips yang akan kita ulas kali ini, cukup perlu menggunakan fitur sederhana pada kamera smartphone untuk dimaksimalkan guna mendapatkan hasil yang sangat memuaskan. Sementara itu, cara memotret dengan kamera handphone ini juga cukup mudah dilakukan sehingga bisa diterapkan sendiri di rumah. Nah, tampaknya tak perlu berlama-lama lagi, mari kita simak langkah-langkah terkait dengan topik mengenai cara memotret dengan kamera hp yang tersaji pada langkah-langkah di bawah ini. Cara Memotret dengan Kamera HP Lanjut pada pembahasan berikutnya, kali ini kita akan bersama-sama mengulas terkait dengan cara memotret dengan kamera handphone. Beberapa langkah yang diperlukan antara lain sebagai berikut ; Hindari Penggunaan Fitur Zoom Tips pertama dalam cara memotret dengan kamera HP ini harus anda perhatikan, karena untuk mendapatkan hasil bidikan foto via smartphone, sangat disarankan untuk selalu menghindari fitur yang bernama zoom camera. Bukan tanpa alasan mengingat secara umum Zoom justru akan menurunkan resolusi foto secara keseluruhan sehingga justru akan membuat foto menjadi tidak tajam. Pastikan Objek Terkena Cahaya yang Mencukupi Selain itu dalam cara memotret dengan kamera handphone ini, yakinkan bahwa objek sudah terkena cahaya yang mencukupi, tidak terlalu terang namun juga tak terlalu gelap. Usahakan selalu agar cahaya yang menerangi obyek foto mencukupi. Biasanya, dengan menggunakan kamera smartphone ini, hasil foto outdoor cenderung lebih bagus dibanding indoor. Maka dari itu, untuk mencukupi cahaya pada sektor indoor, gunakan flash saat memotret indoor. Namun harus diingat bahwa jarak efektif flash adalah sekitar 2-3 meter, jadi jangan berharap kita bisa menerangi seisi ruangan dengan flash. Usahakan Posisi Handphone Sestabil Mungkin Sama seperti kamera pada umumnya, untuk mendapatkan hasil potret foto yang maksimal dan tajam maka usahakan memegang handphone secara stabil. Cara memotret dengan kamera HP ini dilakukan untuk mengurangi gerakan kecil ketika memotret. Selain itu, untuk menjaga kestabilan sobat bisa menyenderkan punggung pada tembok atau dinding. Bahkan, bila perlu saat memotret, tahan nafas sesekali agar gerakan tubuh saat bernafas tak mengganggu fokus kamera handphone. Berikan Efek Filter yang Pas dan Sesuai Komposisi Memang, filterisasi pada foto justru seringkali hasilnya kurang bagus namun jika hal ini dilakukan secara berlebihan. Akan tetapi, kawan-kawan hanya perlu memberikan efek filter sesuai porsinya dan ditujukan hanya untuk memperkuat kesan foto, bukan hanya sekedar untuk menghiasnya. Maka dari itu, filter foto itu perlu hanya jika memang dibutuhkan dan sesuai kebutuhan saja. Hindari Penggunaan App Foto Edit Cara memotret dengan kamera HP ini sebenarnya tidak melarang, namun dalam hal ini disarankan menggunakan pemotretan bawaan handphone saja. Pasalnya, tak jarang justru app edit foto memberikan hasil yang kurang natural. Namun, bagi teman-teman yang menyukai gaya foto ekpresionis maka app edit foto pun bisa dijadikan sebagai media untuk mendapatkan hasil foto yang terkesan lebih kuat. Jika kita menilik beberapa cara memotret dengan kamera handphone di atas, sepertinya memang cukup mudah. Apalagi, saat ini sudah tersedia begitu banyak aplikasi foto dengan ragam fitur yang cukup fungsional. Hanya saja, dalam hal ini sangat disarankan menggunakan fitur kamera standar bawaan handphone agar nantinya hasil foto tampak lebih natural. Yupz, itulah tadi ulasan terkait dengan cara memotret dengan kamera hp. Semoga bisa memberikan manfaat dan sampai jumpa.

Tips Agar Foto Lebih Tajam Dan Detail

Tips Agar Foto Lebih Tajam dan Detail

Tips Agar Foto Lebih Tajam – Bagi fotografer pemula, tentu saja  harus tahu beberapa cara agar foto lebih tajam. Perlu diketahui bahwa foto yang tajam di sini artinya foto yang dihasilkan tampak lebih jelas, jernih, dan smooth sehingga enak dipandang. Maka dari itu, wajib bagi kawan-kawan yang ingin mendapatkan hasil foto maksimal untuk mengetahui beberapa tip agar foto lebih tajam. Apakah caranya sulit? Tidak juga kok. Pasalnya, tak perlu mengupgrade lensa atau kamera pun, foto tajam pun bisa dihasilkan dengan beberapa langkah sederhana saja. Lantas, kira-kira apa saja sih tips agar foto lebih tajam itu? Terkait dengan beberapa tips agar foto lebih tajam, tampaknya memang sebuah tuntutan, apalagi bagi seorang fotografer. Mungkin, bagi sobat yang memiliki kamera dengan spesifikasi mumpuni, tentu dipastikan bakal mendapatkan hasil bidikan fotografi yang tajam dan memuaskan. Akan tetap, apa daya bagi kawan-kawan yang tak memiliki spesifikasi kamera mumpuni dipastikan akan kesulitan untuk mendapatkan hasil foto yang optimal. Namun, jangan pesimis dulu ya kawan. Pasalnya, tanpa menggunakan kamera canggih pun, teman-teman bisa menghasilkan foto yang sangat berkualitas, bahkan tak kalah juga dengan hasil bidikan dari kamera-kamera canggih yang harganya relatif mahal. Nah, tak perlu berlama-lama, mari kisa simak bersama tips agar foto lebih tajam berikut ini. Cara Agar Foto Lebih Tajam Berikut beberapa tips agar foto lebih tajam yang bisa kawan-kawan terapkan pada kamera yang berspesifikasi standar. Berikut ini langkah-langkahnya : Pegang Kamera dengan Posisi yang Tepat Salah satu tips agar foto lebih tajam yang yaitu teknik memegang kamera. Meskipun terdengar sepele namun ternyata teknik memegang kamera ini sangat berpengaruh pada hasil foto yang kita bidik. Untuk cara memegang kamera yang benar, pertama sobat harus memegang kamera dengan kedua tangan dan kaki yang terbuka. Apabila ada dinding atau tembok di belakang, senderkan saja tubuh pada dinding tersebut. Bahkan, sangat disarankan untuk menahan nahan nafas sesaat sebelum hingga setelah shutter ditekan. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi goyangan kecil pada tubuh sehingga keseimbangan pun terjaga dan kamera bisa fokus pada titik objek. Percepat Mode Shutter Untuk mendapatkan hasil jepretan foto yang berkualitas dan tajam maka dalam cara agar foto lebih tajam ini jangan lupa untuk menggunakan Shutter Speed. Fitur ini memang disediakan sebagai pendukung untuk mendapatkan foto yang kian tajam. Untuk mendapatkan foto berkualitas, Gunakanlah shutter speed yang lebih cepat daripada panjang fokal lensa yang anda gunakan. Di sisi lain, untuk memencet tombol shutter ini usahakan secara perlahan. pencetlah kira-kira separuh jalan dulu tanpa jari anda lepas dari tombol untuk memberikan jeda waktu bagi mekanisme autofokus pada kamera guna menganalisis dan mengenali obyek foto, mencari titik fokus, dan baru kemudian mengunci fokus. Manfaatkan Tripod Nah, tips agar foto lebih tajam pun bisa dengan menggunakan tripod. Memang, sepintas kurang praktis dan cukup merepotkan. Namun, demi mendapatkan hasil foto yang tajam dan maksimal maka keberadaan tripod juga cukup penting mengingat fungsinya yang cukup penting untuk membuat kamera jauh lebih stabil dan bebas getaran. Gunakan ISO Rendah Seperti yang sudah diketahui oleh para fotografer, dengan menggunakan ISO pada titik rendah maka dipastikan akan menghasilkan foto yang cukup tajam. Usahakan ISO berada pada titik 100-600 dan hindari penggunaan ISO yang berada di atas titik 800 mengingat justru akan menimbulkan bintik-bintik kecil (noise) pada foto. Hindari Penggunaan Filter Lensa Filter lensa justru akan menurunkan kualitas dari ketajaman foto yang diambil sehingga akan sangat berpengaruh pada hasil jepretan akhir. Jika memang tidak diperlukan, jangan menggunakan filter agar gambar lebih jernih. Nah, itulah tadi beberapa tips agar foto lebih tajam yang telah kita bahas di atas. Oh ya, jangan lupa juga bahwa untuk mendapatkan hasil bidikan gambar yang maksimal, gunakan lensa dengan kualitas tinggi. Namun, bagi kawan-kawan yang berdana terbatas maka bisa menggunakan lensa kit. Meski kemmampuan lensa kit tak sebagus lensa yang berspesifikasi tinggi lainnya namun jika beberapa langkah di atas diterapkan maka hasil foto yang tajam dan jernih pun bakal bisa diperoleh. Demikian pembahasan mengenai cara agar foto lebih tajam. Semoga bisa bermanfaat.

Cara Memotret Siluet

Cara Memotret Siluet dengan Cantik!

Cara Memotret Siluet – Untuk mendapatkan hasil bidikan kamera yang keren maka teman-teman setidaknya harus tahu cara memotret siluet. Bukan tanpa alasan, meski hasil foto siluet ini cukup simple namun tetap memberikan kesan yang indah mengingat foto siluet sendiri memang merupakan salah satu genre fotografi yang menampilkan objek gelap dengan latar belakang terang. Dengan begitu maka tak heran jika gaya fotografi semi abstrak ini terbilang cukup populer di kalangan para pecinta fotografi. Namun, bagi yang masih pemula tampaknya perlu untuk mengetahui cara memotret siluet yang benar agar mampu memberikan hasil bidikan foto keren. Bahkan, dengan menggunakan kamera minim pun, jika teman-teman tahu caranya dipastikan akan sanggup mendapatkan hasil foto siluet yang begitu menawan. Pasti, kawan-kawan sudah pada penasaran, bagaimana sih cara memotret siluet itu? Tapi tunggu dulu ya teman, sebelum kita jauh mengupas tentang tips bagaimana cara memotret siluet, ada beberapa hal penting yang perlu untuk dipahami. Perlu untuk kawan ketahui bahwa pada dasarnya, lensa kamera memiliki sistem kerja yang hampir menyerupai mata kita. Nah, pada saat ada perbedaan yang sangat mencolok yang terjadi di antara pantulan cahaya objek utama di bagian depan gambar dengan background maka sudah dipastikan itu lah letak kemungkinan besar terjadi efek siluet. Dengan kata lain, intinya bahwa untuk mendapatkan hasil foto siluet, tentu kawan-kawan harus memastikan bahwa cahaya yang terpancar dari bagian belakang objek foto harus lebih terang sehingga akan menimbulkan sebuah efek yang nantinya akan membuat objek foto menjadi tampak gelap. Secara teori memang mudah namun jika kawan-kawan belum tahu cara memotret siluet dengan benar maka hasilnya pun juga kurang maksimal. Berkaitan dengan itu maka pada pembahasan kali ini kita akan bersama-sama mengkaji bagaimana cara memotret siluet dengan benar agar mendapatkan hasil yang memuaskan. Yuk, kita simak bersama ulasannya! Cara Memotret Siluet Nah, ada beberapa langkah atau tahapan untuk menerapkan cara memotret siluet ini. Di mana, kali ini kita akan mengulas setidaknya ada beberapa langkah untuk mendapatkan hasil foto siluet yang keren. Antara lain : Atur Posisi Objek Foto dengan Benar Sebagai langkah awal dalam cara memotret siluet ini, kawan-kawan harus benar-benar memastikan bahwa objek yang akan diambil berada di depan sumber cahaya terang. Dengan kata lain jika diurutkan menjadi cahaya – objek – kamera. Perlu diingat bahwa dalam memposisikan objek maka sobat harus menempatkan sumber cahaya di belakang objek yang akan kita foto sehingga nantinya bagian objek tak mendapatkan cahaya. Tentu saja, objek akan menjadi berwarna gelap. Mengatur Bentuk Objek Cukup penting bahwa untuk mendapatkan hasil foto siluet yang keren maka kenali bentuk objeknya. Dalam cara memotret siluet ini, sangat disarankan bahwa Bentuk objek sebisa mungkin jangan sampai bertumpang tindih dengan objek lainnya. Hal ini bisa mengakibatkan tidak dikenalinya objek yang tertangkap dalam foto. Jika memotret manusia, pastikanlah terlihat jelas mana bagian kepala, badan, tangan dan kaki. Memilih Waktu yang Tepat Maksudnya, jika posisi antara kamera – objek – sumber cahaya harus tegak lurus. Jika sumber cahaya yang akan digunakan adalah matahari maka sobat harus bisa memastikan waktu yang tepat objek berada di depan matahari tersebut sehingga akan menghasilkan foto siluet yang pas dan mempesona. Manfaatkan Fitur Metering Spot Nah, salah satu cara memotret siluet pun bisa dengan memanfaatkan fitur berupa metering spot untuk mengukur tingkat kecerahan sebuah objek. Selain itu, metering ini memiliki kinerja dalam mengukur cahaya pada titik atau area kecil di tengah frame foto sehingga akan memberikan kemudahan dalam memotret foto siluet. Bergaya Sesuai Selera Perlu untuk kawan-kawan ketahui bahwa dalam teknik foto siluet ini, kecepatan rana yang sangat tinggi sangat dimungkinkan untuk mendapatkan posisi objek dalam kecepatan yang tinggi. Namun, perlu untuk diketahui bahwa saat beraksi, sobat harus memastikan bawah posisi dan bentuk objek tetap terlihat dengan baik. Hindari Penggunaan Flash Nah, untuk menerapkan cara memotret siluet ini, kawan-kawan juga harus menghindari penggunaan flash atau cahaya tembak dari kamera. Sebab, jika hal ini dilakukan justru akan menerangi bagian objek tersebut yang justru membuat foto siluet pun tak berhasil. Bagaimana kawan? Sebagaimana dengan yang sudah dijelaskan di atas, tentu saja bisa dipastikan bahwa cara memotret siluet itu cukup mudah. Hanya perlu kesabaran, ketelitian, dan tentunya latihan yang berkelanjutan. Sehingga, tak mengherankan jika hasil foto siluet sendiri pun bakal memberikan kepuasan bagi fotografernya. Nah, sampai di sini dulu ya kawan, semoga tutorial cara memotret foto siluet di atas bisa diterapkan dengan mudah.

Tips Memotret Hitam Putih

Tips Foto Hitam Putih

Tips Memotret Hitam Putih – Apakah kalian tertarik dengan foto hitam putih? Nah kali ini DIYKamera ingin berbagi tips foto hitam putih untuk para pembaca semua. Foto hitam putih atau bisa disebut black and white sendiri disebut juga dengan fotografi monochrome karena hanya melibatkan satu buah warna. Fotografi jenis ini sangat populer untuk foto jurnalis/portrait/wedding yang menghadirkan kesan klasik, historik dan murni/jujur apa adanya. Seorang fotografer yang berniat mengabadikan foto hitam putih harus mengetahui dengan persis alasannya dan mengapa dia tidak perlu mengabadikan semua warna. Sejalan dengan itu ketika anda sudah mengetahui tips memotret hitam putih, maka anda akan memiliki banyak keseruan sendiri ketika melihat hasil fotonya. Kita memiliki tantangan tersendiri ketika memotret foto hitam putih, karena kita tahu bahwa foto hitam putih memang susah susah gampang jika di lakukan. Namun tips foto hitam putih ini akan membantu Anda dapat memotret foto hitam putih dengan baik dan mumpuni. Tips Memotret Hitam Putih Berikut tips foto hitam dan putih yang akan membuat hasil foto anda memiliki nilai seni yang tinggi: Potretlah dalam mode warna Dalam tips memotret hitam putih ini anda harus memperhatikan tips pertama ini. Hal ini dikarenakan kamera digital menghasilkan rentang tone yang lebih lebar dalam mode warna karena dalam mode ini sensor mengambil data dari 3 channel – Red, Green dan Blue atau RGB. Untuk itulah, foto hitam yang dihasilkan dari pengolahan foto warna menggunakan photo editor di komputer akan cenderung lebih baik kualitasnya. Gunakan RAW Jika Anda memiliki jenis kamera yang bisa dengan format RAW maka maksimalkan dan sediakan memori yang besar untuk menyimpannya. Dengan menggunakan format RAW dalam tips foto hitam putih ini Anda akan lebih mudah mengotak atik file mentah sesuai yang diharapkan, selain itu Anda bisa lebih kreatif karena opsi pengolahan foto lebih banyak, dan diharapkan jika Anda memakai format RAW maka informasi yang tersimpan lebih banyak. pastikan Anda memilih setelan Monochrome Picture Control sehingga tampilan di LCD kamera terlihat hitam-putih. Namun pastikan saat file foto RAW dilihat di komputer maka Anda tetap memperoleh informasi warna. Inilah yang membedakannya dengan file JPG. Tone Foto hitam-putih memiliki serangkaian skala abu-abu yang menghasilkan spektrum hitam dan putih. Jika skala abu-abu ini “dimainkan” maka bisa menjadi warna tersendiri dan memiliki kedalaman yang berbeda dari warna dasar abu-abu. Jadi, ketika kita berbicara tentang skala abu-abu maka akan terkait dengan cara kita untuk mengukur tonalnya, sehingga menghasilkan kepekatan yang berbeda. Secara normal, Anda akan melihat subyek foto yang bisa diterjemahkan ke dalam serangkaian tone dari hitam ke putih. Bagaimana sampai sini paham bukan dengan tips memotret hitam putih yang DIYKamera sampaikan? Kontras Dalam tips foto hitam putih ini, dengan bantuan cahaya Anda bisa mendapatkan kontras yang besar. Kontras akan membawa perbedaan tonal dalam fotografi BW karena Anda tidak dapat menggunakan warna. Dengan pencahayaan dari samping misalnya, Anda akan mendapatkan bayangan yang lebih jauh. Kontras menjadi penting karena dengan nuansa gelap dan cahaya terang, Anda akan dapat melihat hal-hal yang tidak terlihat sebelumnya. Anda dapat menghasilkan foto BW yang keren dengan permainan pencahayaan, menggunakan high-key (terang) atau low-key (gelap) pada subyek tersebut. Setting ISO serendah mungkin Noise (bintik-bintik kecil putih yang muncul di foto anda) akan tampak lebih menonjol dalam foto hitam putih dibanding dalam foto warna. Dalam tips memotret foto hitam putih ini disarankan untuk menggunakan ISO serendah mungkin supaya pada saat foto di proses nantinya, noise bisa diminimalkan. Pilihlah antara low key atau high key Pastikan yang sesuai dengan keinginan Anda. Bagi anda yang belum mengerti, low key adalah foto dengan pencahayaan minim, sedangkan high key berfungsi untuk menghilangkan segala jenis bayangan dan menerangi subjek dengan diffused light atau menggunakan exposure compensation bila diperlukan. Pastikan komposisi yang sesuai dengan foto yang Anda pilih. Bagaimana tips foto hitam putih diatas sangat lengkap bukan? Apakah Anda tertarik dengan mendalami foto black and white ini? Semoga tips memotret hitam putih di atas berguna ya!

Tips Memotret Sunset

7 Tips Memotret Sunset Dan Sunrise

Tips Memotret Sunset dan Sunrise – Apakah kalian pecinta dan penikmat sunset dan sunrise? Nah kali ini DIYKamera ingin membagikan tips memotret Sunset dan Sunrise kepada kalian semua. Memang tidak di pungkiri sunset dan sunrise memang momen terbaik. Apalagi untuk di abadikan, Anda yang sedang mendalami fotografi pasti menginginkan memiliki foto-foto di moment terbaik seperti momen-momen sunrise dan sunset. Nah tepat sekali, Karena kali ini DIYKamera ingin membagikan tips memotret sunrise dan sunset. Memotret Sunset maupun Sunrise mungkin tidaklah mudah, sehingga mari kita pelajari bagaimana tips dan trik memotret sunset dan sunrise ini. Tips Memotret Sunrise dan Sunset Nah di bawah ini DIYKamera sampaikan dengan lengkap tips memotret sunset dan sunrise agar foto yang anda hasilkan memuaskan: Persiapan yang Matang Nah anda perlu memperhatikan tips memotret sunrise dan sunset ini. Ketika Anda ingin memotret sunset dan sunrise, setelah anda sampai di lokasi langsung pilih lokasi yang sekiranya akan mendapatkan foto terbaik. Pastikan datang lebih awal dan pastikan anda sudah tahu dari titik sebelah mana anda akan memotret. Agar komposisi akhir foto keren, lakukan observasi tempat sebelumnya. Untuk memastikan anda tidak terlambat, usahakan anda tahu jam berapa sunset atau sunrise akan tiba (karena jam sunset / sunrise berbeda dari lokasi ke lokasi).  Dalam tips memotret sunset dan sunrise ini juga pastikan peralatan sudah siap: kamera – lensa – tripod (jika ada) serta aksesoris lainnya sudah terpasang & disetel dengan baik. Menentukan spot fotografi untuk berburu matahari. Dalam tips memotret sunrise dan sunset ini pastikan lama perjalanan menuju lokasi, jangan sampai tiba di lokasi ternyata matahari sudah tinggi atau sudah tenggelam. Hal ini penting, karna setiap daerah memiliki perbedaan waktu. Di samping itu, suasana sebelum dan sesudah matahari muncul serta tenggelam memiliki pemandangan yang indah yang dikenal dengan istilah Golden Hour dan Blue Hour. Mode dan setting exposure kamera Pilih mode manual dan memakai ISO yang rendah dalam tips memotret sunset dan sunrise ini. Dengan ISO rendah, kualitas fotonya paling bagus, coba pilih aperture f/8 sampai f/16, dengan bukaan yang relatif kecil, ruang tajam menjadi besar dan pemandangan yang luas bisa tajam semua, kemudian atur shutter speed sampai lightmeter jatuh di titik nol saat menekan setengah tombol shutter/jepret. Biasanya shutter speed akan jatuh lebih lambat dari satu detik sesaat sebelum matahari terbit. Idealnya mengunakan self-timer atau exposure delay supaya saat kita menekan tombol shutter, kamera tidak goyang dan hasil foto tajam. Remote dan cable release, dua aksesoris pembantu dapat membantu. Dalam tips memotret sunrise dan sunset ini kalau bisa kalian gunakan mode manual ya! Maksimalkan Filter yang ada di Kamera yang Anda miliki Dalam tips memotret sunset dan sunrise ini anda tidak perlu khawatir dan merasa akan kesulitan, untuk kamera DSLR, cari fitur White balance Cloudy, fitur ini akan membuat foto lebih hangat dan warna lebih kuning kecoklatan pada warna matahari. Disamping itu, pada kamera DSLR gunakan pula mode metering spot untuk mendapatkan exposure yang tepat. Kreatif Jangan terpaku pada obyek matahari, Anda harus melihat sekeliling juga. Mungkin banyak obyek yang akan mendukung foto Anda. Maka kreatif adalah hal yang utama. Banyaklah Cari Referensi Di sosial media atau di banyak majalah sudah banyak foto sunset dan sunrise, sehingga kalian bisa mengadopsi contoh contoh yang ada ke foto yang akan Anda ambil. Nah tips memotret sunrise dan sunset yang terakhir adalah, jangan mudah menyerah! Coba terus berbagai posisi dan teknik, untuk menghasilkan foto yang anda impikan. Apakah kini Anda sudah ada bayangan bagaimana cara yang tepat memotret sunset dan sunrise untuk mengabadikan momen terbaik Anda? Maka tips memotret sunset dan sunrise di atas semoga bisa membantu Anda! Jangan pernah lelah belajar dan mencoba!

Raw Vs JPEG

RAW vs JPEG, Format Mana Yang Lebih Baik?

Perbandingan RAW vs JPEG – Untuk kalian yang mendalami dunia fotografi, format RAW dan JPEG adalah kata kata yang tidak asing. Lalu sebenarnya apa itu RAW dan JPEG? Apakah kalian tau mana yang lebih baik? Mari kita bahas! Sebelum membandingkan RAW vs JPEG, teman-teman fotografer perlu mengetahui terlebih dulu pengertian kedua format foto tersebut. Sebenarnya apasih arti kata RAW itu? RAW mungkin kita pikir adalah sebuah singkatan, namun ternyata RAW adalah berasal dari kata berbahasa inggris, secara arti tradisional baku, berarti sesuatu yang belum diolah, mentah, dan dalam kondisi alami, maka Anda tidak akan kesulitan mengingat apa gambar mentah. Yaitu gambar yang belum diproses, atau belum berkembang, apa adanya, seperti foto negatif. Jadi dalam RAW vs JPEG ini, format RAW memiliki karakter mentah baik itu kualitas maupun ukuran foto. Jika JPEG sendiri merupakan singkatan yang perpanjangannya adalah JPEG (Joint Photographic Expert Group) : Format file yang memuat data berupa gambar. Gambar JPEG terkompresi secara lossy, sehingga kualitas gambar diturunkan untuk mendapatkan ukuran file yang kecil. Walaupun demikian perbedaan kualitas tersebut tidak akan dapat terlihat untuk gambar-gambar tertentu. JPEG biasanya digunakan untuk gambar-gambar yang tidak jelas batas warnanya, seperti foto, lukisan, dll. Jadi file JPEG merupakan gambar yang sudah matang dari sebuah kamera digital, segala proses penyesuaian warna, pencahayaan dan sizing, sejatinya sudah lebih dahulu dilakukan oleh kamera. Mengetahui pengertian dari kedua format tersebut yang berbeda, menjadi lebih jelas kan perbandingan RAW vs JPEG? Perbedaan RAW vs JPEG Bagaimana apakah kalian sudah ada gambaran dari kedua pengertian tersebut? Mari kita bahas apa perbedaan RAW vs JPEG. Jika Anda memakai format RAW berarti Anda sedang memakai kamera-kamera tertentu. Hal ini dikarenakan hanya kamera khusus yang diberikan fasilitas menangkap gambar RAW pada sensornya. Pengaturan yang terkait dengan itu, seperti aperture, shutter speed, white balance, kontras, sharpen, dan nilai-nilai saturasi tidak diterapkan, hal tersebut disimpan untuk digunakan nanti. Gambar baku terutama digunakan oleh fotografer profesional yang membutuhkan kontrol penuh atas pengembangan citra gambar. Namun, semakin banyak pula fotografer amatir yang menyadari manfaat dari sebuah kamera yang menghasilkan gambar RAW ini. Nah kita lanjut ke pembahasan JPEG dalam perbanding RAW vs JPEG ini. Ketika Anda menggunakan file format JPEG, maka file yang dihasilkan akan berukuran lebih kecil dari RAW, Karena dalam prosesnya, JPEG menggunakan kompresi/pemanpatan “Lossy” ukuran file, yang berarti Anda akan kehilangan beberapa parameter dari kualitas gambar setiap kali file yang diambil. Apakah kalian masih bingung dengan perbedaan RAW vs JPEG ini? DIYKamera rasa dengan penjelasan yang disampaikan diatas cukup untuk mengerti perbedaan kedua jenis format ini. Nah lalu apa sih keuntungan jika memakai format RAW dibandingkan JPEG? Anda akan lebih mudah mengotak atik file mentah sesuai yang di harapkan Kita bisa lebih kreatif karena opsi pengolahan foto lebih banyak Jika Anda memakai format RAW maka informasi yang tersimpan lebih banyak  (jika anda memilih JPEG, kamera akan menghilangkan sebagian kecil data untuk memperkecil ukuran file dan mempercepat  proses pengolahan) Kualitasnya akan lebih baik lho, karena jika menggunakan JPEG akan terkompres. Lalu apa kerugian memakai RAW dibandingkan JPEG? Membutuhkan tempat penyimpanan data yang besar Memakan banyak waktu jika mengolahnya Jika Anda tidak ingin repot dan tidak memiliki kapasitas memori yang besar dan Anda tidak ingin terlalu melakukan proses kreatif di dalamnya, maka dalam RAW vs JPEG ini pilihlah JPEG. Oke, apakah Anda sudah mengerti perbedaan di antaranya? Semoga informasi perbandingan RAW vs JPEG ini akan berguna untuk Anda yang sedang mendalami dunia fotografi.

Tips Foto Anak

7 Tips Foto Anak Paling Penting!

Tips Foto Anak – Kini perkembangan fotografi berkembang pesat. Banyak sekali momen yang ingin di abadikan demi sebuah kenangan. Kenangan-kenangan tersebut akan lebih mudah jika menggunakan foto, dengan foto kita bisa mengingat banyak kenangan dan kejadian yang mungkin saja tidak akan terjadi lagi. Untuk keluarga modern, mengabadikan moment tumbuh kembang anak adalah hal yang utama, dengan foto yang mereka milik akan membantu mengingat memori di masa yang akan datang. Sehingga untuk Anda yang sedang belajar dan mendalami fotografi kita akan bahas lebih dalam bagaimana tips memotret anak agar kita bisa lebih mumpuni sebagai seorang fotografer amatir. Tips Memotret Anak Untuk mengawali tips foto anak ini mungkin anda tahu jika memotret anak adalah sebuah hal yang cukup sulit, karena kita tahu bahwa anak-anak terkadang sulit diatur dan diarahkan, hal itu adalah sebuah tantangan kita sendiri sebagai fotografer, dengan tips memotret anak ini semoga bisa membantu Anda dalam memotret anak-anak, jangan ragu untuk mencoba, kita akan senang melihat ekspresi lucu dan alami serta polah yang menggemaskan merupakan daya tarik utama mereka. Nah bagaimana sih tips memotret anak itu? Nah di bawah ini DIYKamera rangkum tips foto anak dengan benar: 1. Dalam tips memotret anak ini, jangan lupa bahwa hal yang utama adalah kuasai kamera, kita tidak ingin anak anak yang akan kita foto akan badmood karena Anda tidak mengusai kamera. 2. Lakukan pendekatan untuk menumbuhkan rasa saling percaya Pendekatan sangat penting di lakukan karena anak anak biasanya akan asing dengan orang baru, maka dari itu mengenali model foto kita adalah hal yang utama, dengan mengenali mereka akan mduah mengarahkan mereka 3. Foto di saat mood mereka sedang baik Semua orang tua tahu bahwa tidak ada yang lebih sensitif daripada anak-anak yang sedang mengantuk atau sedang kesal terhadap sesuatu. Dalam tips foto anak ini ajak mereka berfoto di saat-saat mereka sudah cukup tidur, dan dalam kondisi mood yang baik, karena jika tidak mereka akan menangis dan rewel. 4. Butuh kesabaran untuk menunggu momen terbaik Jangan ragu untuk membuat mereka tertawa dan menggoda mereka agar ekspresi bahagia mereka muncul, momen momen seperti itulah yang harus kalian utamakan dan saatnya Anda menjepret model Anda dalam tips memotret anak ini. 5. Hindari memotret di ruangan yang panas dan bersentuhan langsung dengan matahari Anda tahu bahwa anak anak akan sensitif karena kepanasan, maka dari itu berikan ruangan yang sejuk agar mereka tidak berkeringat. Jika berkeringatpun foto yang Anda hasilkan akan kurang maksimal. 6. Meminta bantuan orang terdekat mereka Dalam tips foto anak ini, jangan ragu meminta orang tua atau keluarga dari model anak anak kita menemani aat proses pemotretan, karena dengan di temani mereka akan merasa lebih aman dan bisa tampil apa adanya. 7. Perhatikan komposisi dan eye level Nah ini adalah tips memotret anak yang terakhir dan termasuk teknikal dalam memotret yang harus mendapat perhatian dari anda yaitu eye level. Karena umumnya subjek pemotretan anak lebih rendah, maka posisi mata sebagai pusat perhatian juga akan lebih rendah. Untuk berhasil menghasilkan gambar yang lebih intim, anda perlu mengatur ketinggian anda memotret, pilihan duduk hingga berbaring bisa dicoba agar mendapat eye level. Apakah Anda tertarik untuk melawan rasa khawatir Anda memotret anak anak? Jangan khawatir ya! Dengan beberapa tips foto anak di atas semoga kalian bisa memotret anak anak dengan maksimal, dan jangan lupa terus belajar!

Cara Memotret Produk Tanpa Flash

Cara Memotret Produk Tanpa Flash dengan Hasil Sempurna

Cara Memotret Produk Tanpa Flash – Hay sobat, kalian senang bermain kamera dan menggeluti dunia fotografi? Jika iya kalian perlu belajar bagaimana cara memotret produk tanpa flash. Kita tahu sebagai seorang yang belajar memoret, betapa pentingnya bisa memotret produk di indoor bahkan outdoor, dengan mengetahui cara memotret tanpa flash akan memudahkan pekerjaan Anda dan membuat Anda tampillebih professional.  Apalagi perkembangan sosial media dan industry kreatif akan memaksa Anda untuk terus berkembang dan mempelajari cara memotret produk. Kita harus berusaha memotret secara profesional walaupun kalian masih memiliki peralatan yang seadanya. Namun tidak ada salahnya untuk mencoba dan belajar. Yuk kita bahas cara memotret produk tanpa flash! Cara Memotret Produk Tanpa Flash Memang cara memotret produk tanpa flash cukup banyak orang yang ingin mengetahuinya. Hal ini dikarenakan berbagai alasan seperti minimnya alat yang dimiliki sampai dengan budget yang tidak mencukupi untuk membeli peralatan flash. Ataupun anda hanya ingin sekedar mencoba teknik cara memotret produk tanpa flash ini untuk keperluan fotografi anda. Jika kalian masih memiliki peralatan yang minim dan budget yang minim, jangan khawatir peralatan ini akan membantu Anda memotret dengan maksimal dan pasti murah meriah. Produk yang akan Anda foto Kerta karton berwarna putih yang akan kalian jadikan sebagai alas produk yang akan di foto Lampu kamar yang sedang kalian gunakan atau sepunyanya kalian Kamera dan yang penting adalah tripod agar foto yang kalian ambil tidak goyang Styrofoam putih atau kain putih yang bisa kalian dapatkan di toko alat tulis atau toko kain terdekat Untuk step step pemotretannya sendiri, ini adalah cara membuat foto tanpa flash agar tampak natural dan hasilnya maksimal. Walaupun kita tahu bahwa produk yang difoto kurang menarik, kita sebagai pembuat foto harus membuat foto yang maksimal dan terlihat sangat bagus karena itu akan membuat efek yang sangat membantu untuk para kustomer yang akan melihat atau ingin membeli produk kita. Berikut adalah cara memotret produk tanpa flash dengan hasil yang memuaskan: Cara Memotret Produk Tanpa Flash yang pertama adalah pencahayaan dari belakang (backlighting). Mungkin pilihannya Anda bisa memotret dengan bantuan sumber cahaya seperti jendela dengan pemotretan didekat jendela dengan posisi objek membelakangi jendela dan menghadap ke arah kalian. Letakkan objek di atas alas serba putih yang sudah kalian siapkan, seperti di letakkan di atas kain, kertas atau Styrofoam putih. Anda tidak perlu khawatir jika cahaya yang kalian hasilkan tidak rata, kalian butuh bantuan reflector dari Styrofoam untuk memantulkan cahaya yang berasal dari sumber cahaya jendela. Jika bingung kalian bisa meletakkannya di depan atau di samping produk yang kalian atau di samping produk yang akan kalian foto. Jika kalian ingin menghasilkan foto dengan bokeh dibelakang produk Anda bisa mengatur aperture f/4 atau lebih besar, untuk settingan yang lain bisa di atur dengan mode manual, iso100, 50mm, 8detik, exposure compensation +1 Dalam cara memotret produk tanpa flash ini jangan lupa gunakan tripod untuk hasil yang maksimal dengan komposisi yang tepat dan foto tidak akan goyang. Bagaimana apakah kalian kesulitan dengan tips cara memotret produk tanpa flash di atas? Cobalah terlebih dulu dengan teliti dari tips di atas. Semoga hasil foto yang di hasilkan dapat maksimal dan membuat skill Anda semakin mumpuni.

« Previous Page1 … Page32 Page33 Page34 Page35 Page36 Next »
Hubungi Kami

Kami buka setiap hari dari pukul 07.00 – 22.00 WIB.

  • +6281276798811
  • @diy_kamera
Alamat

Jln. Kusumanegara No. 278 (500 meter ke timur Gembiraloka)

Lihat alamat di Google Maps

Home
Kategori Sewa
Whatsapp
Telepon