diykamera sewa kamera jogja
Search
  • Kamera
    • DSLR
    • Mirrorless
    • Camcorder
    • Action Cam
    • Drone
  • Aksesoris
    • Lensa
    • Flash
  • Laptop
  • LED TV
  • Paket Sewa
    • PAKET FOTO TOUR
    • PAKET FOTO STUDIO
    • PAKET SEWA ALAT LIVE STREAMING
  • Informasi
    • Tata Cara Sewa
    • Persyaratan Sewa
    • Harga Sewa
    • Blog
  • Kamera
    • DSLR
    • Mirrorless
    • Camcorder
    • Action Cam
    • Drone
  • Aksesoris
    • Lensa
    • Flash
  • Laptop
  • LED TV
  • Paket Sewa
    • PAKET FOTO TOUR
    • PAKET FOTO STUDIO
    • PAKET SEWA ALAT LIVE STREAMING
  • Informasi
    • Tata Cara Sewa
    • Persyaratan Sewa
    • Harga Sewa
    • Blog
PRICELIST
  • Kamera
    • DSLR
    • Mirrorless
    • Camcorder
    • Action Cam
    • Drone
  • Aksesoris
    • Lensa
    • Flash
  • Laptop
  • LED TV
  • Paket Sewa
    • PAKET FOTO TOUR
    • PAKET FOTO STUDIO
    • PAKET SEWA ALAT LIVE STREAMING
  • Informasi
    • Tata Cara Sewa
    • Persyaratan Sewa
    • Harga Sewa
    • Blog
Logo Orange

Category: Blog

Tips Mengurangi Flare Pada Foto

Tips Mengurangi Flare Pada Foto dengan Mudah

Tips Mengurangi Flare Pada Foto – Bagi kawan-kawan pecinta fotografi yang kerap mengalami masalah flare pada foto, tips mengurangi flare pada foto tentu akan sangat bermanfaat untuk diketahui. Flare pada foto sendiri merupakan kilauan warna membentuk bulatan tertentu yang akan muncul akibat subjek berhadapan langsung dengan sumber cahaya. Dalam fotografi terdapat dua jenis flare yang perlu diperhatikan. Dengan mengetahui kedua jenis flare tersebut sedikit banyak akan membantu dalam tips mengurangi flare pada foto. Yang pertama disebut dengan specular flare yaitu flare yang akan muncul di sepanjang frame pada foto. Sedangkan yang kedua disebut dengan veiling flare yang mana masuk ke bagian gelap dalam foto sehingga mengurangi kontras, ketajaman dan definishing detail. Untuk jenis veiling flare lebih tersamar dan tidak terlalu mencolok. Nah, lantas bagaimana sih tips mengurangi flare pada foto? Jangan khawatir, DIYKamera kali ini akan menjelaskan secara lengkap mengenai tips mengurangi flare pada foto yang tentunya akan sangat berguna bagi kawan-kawan. Masalah flare ini sendiri sebenarnya tidak hanya terjadi pada fotografer yang masih awam saja melainkan bisa juga terjadi pada orang yang sudah profesional sekalipun. Namun, flare biasanya juga terjadi tergantung dari kualitas optik maupun coating lensa yang dipakai. Dalam dunia fotografi, tips mengurangi flare pada foto sangatlah penting pasalnya flare sangat mengganggu karena dapat menutupi objek yang sedang difoto namun untuk dunia sinematografi efek flare lensa justru menjadi daya tarik sendiri. Nah, untuk menghindari flare pada fotografi sebaiknya mengusahakan agar cahaya tidak langsung menabrak bagian depan lensa. Selain itu juga ada beberapa tips mengurangi flare pada foto yang bisa kamu lakukan yang akan DIYKamera jelaskan pada segmen di bawah ini. Tips Mengurangi Flare Pada Foto Mengurangi Flare dengan Tangan Jika objek yang akan kita potret berada tepat berhadapan dengan lensa kamera, tips mengurangi flare pada foto yang dapat kamu lakukan adalah dengan memanfaatkan tangan. Kamu bisa menggunakan ibu jari kamu untuk menutupi cahaya matahari. Tenang saja, ibu jari yang muncul pada foto bisa kawan hapus dengan pengolahan gambar. Menggunakan ibu jari agar mengurangi flare bisa kamu lakukan dengan cara berikut: atur pengambilan foto sesuai dengan angle yang kamu inginkan. Kemudian setting kamera pada pengaturan ideal mulai dari shutter speed, aperture dan ISO-nya. Setelah sudah menyetting kamera dengan benar, selanjutnya gunakan ibu jari kamu untuk menghalangi matahari pada frame. Agar tidak kesulitan saat mengobntro kamera dengan mengangkat jari maka gunakan hitungan mundur 2 detik caranya dengan mengubah Drive Mode kamera kamu. Mengubah Posisi Tips mengurangi flare pada foto lainnya yang cukup mudah dilakukan adalah mengubah posisi angle atau mengubah sudut pandang lensa kamu. Namun cara ini akan menghasilkan frame tidak sesuai dengan yang kamu inginkan. Namun, jika cara kamu dalam mengambil posisi tepat maka objek gambar akan tetap terlihat menarik. Gunakan Lensa Hood Lensa hood atau tudung lensa sangat tepat untuk mengatasi flare pada foto. Biasanya lensa hood ini dipasang pada ujung lensa semacam pelindung bagian optik lensa. Lensa hood ini berfungsi seperti layaknya kita sedang menggunakan topi ketika di bawah teriknya sinar matahari sehingga bisa menangkal sinar matahari yang jatuh ke permukaan optik lensa kamera kamu. Sayangnya tips mengurangi flare pada foto dengan lensa hood ini dinilai tidak begitu efektif jika digunakan pada lensa dengan sudut yang lebar notabene sangat rentan terkena flare. Pilih Coating Lensa yang Berkualitas Baik Seperti yang telah disinggung di atas bahwa flare bisa muncul karena kualitas coating lensa yang kurang baik. Biasanya lensa yang sudah modern sudah dirancang dengan bagian optik dilapisi dengan teknik tertentu sehingga bisa mengurangi adanya flare pada gambar. Maka dari itu, sebelum memilih lensa sebaiknya untuk memastikan bahwa lensa tersebut menggunakan teknik yang sudah mereduksi flare. Rawat Lensa Agar Tidak Kotor dan Berembun Kadangkala kita lupa untuk merawat lensa kamera ketika sudah digunakan. Untuk itu, tips mengurangi flare pada foto yang tergolong mudah namun jarang diperhatikan adalah melakukan perawatan terhadap lensa dengan rutin agar tidak menimbulkan flare pada gambar ketika digunakan. Hal ini bisa terjadi jika berada di tempat yang lembab maka dari itu, sebaiknya untuk menggunakan silica gel agar lensa pada kamera tidak mudah berembun atau berminyak. Selain itu, kawan juga dapat membersihkan secara rutin dengan kain pembersih kaca yang seperti digunakan untuk membersihkan lensa pada kacamata. Beberapa tips mengurangi flare pada foto di atas bisa mengatasi flare yang kerap kali mengganggu tampilan gambar hasil jepretan. Pastikan untuk melakukannya dengan benar dan penggunaan lensa yang tepat agar foto yang dihasilkan terlihat jernih. Dengan beberapa cara di atas, tentu kini kawan-kawan yang sering mengalami masalah flare saat melakukan pengambilan gambar kini tidak perlu khawatir. Demikian beberapa hal mengenai tips mengurangi flare pada foto yang telah DIYKamera sampaikan. Semoga bermanfaat dan selamat mempraktekan!!

Teknik Light Painting Pada Fotografi

Teknik Light Painting pada Fotografi

Teknik Light Painting pada Fotografi – Hai sahabat fotografer, mau tahu teknik light painting pada fotografi? Jangan khawatir, kali ini bersama DIYKamera, kita akan mengulas cara menerapkan teknik tersebut. Namun, sebelumnya perlu untuk kawan ketahui terlebih dahulu bahwa istilah foto light painting ini merupakan suatu kreativitas seni dalam fotografi yang memanfaatkan shutter speed lambat sehingga dengan begitu maka kamera akan sanggup merekam jejak cahaya yang kita buat membentuk ragam model. Selain itu, teknik light painting pada fotografi ini juga banyak diterapkan oleh para fotografer mengingat sangat mengasyikkan dan berkesan. Tak hanya itu saja, teknik fotografi yang mampu merekam jejak cahaya seperti ini juga menjadi salah satu hal yang sangat menarik sehingga tak jarang banyak orang yang menerapkan teknik yang begitu mengasyikkan ini. Tentu, buat kawan-kawan yang belum tahu caranya, pastinya ingin tahu rahasia dari teknik light painting pada fotografi ini bukan? Sebelumnya, ada hal yang ingin DIYKamera sampaikan terlebih dahulu bahwa dalam dunia fotografi, teknik light painting pada fotografi ini merupakan suatu teknik yang lebih terfokus pada permainan shutter speed yang diatur sedemikian rupa. Di mana, teknik ini biasanya diterapkan dalam ruang gelap dan mengarahkan atau menerangi beberapa area atau titik pada obyek dalam rentang sepanjang shutter terbuka sehingga hanya daerah yang diterangi tersebut lah yang terekam di foto. Di sisi lain, hal yang menarik dari teknik light painting pada fotografi ini yaitu tak membutuhkan banyak biaya namun memiliki hasil yang sangat bernilai. Maka, teknik ini pun menjadi salah satu pilihan terbaik buat kawan-kawan yang ingin mendapatkan hasil fotografi yang anti mainstream. Nah, untuk menerapkan teknik light painting pada fotografi, berikut DIYKamera berikan tips atau langkah-langkah yang bisa dicoba. Yuk, kita simak bersama. Teknik Light Painting pada Fotografi Untuk menerapkan seni fotografi yang berupa teknik light painting pada fotografi ini, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan. Berikut hal-hal yang perlu dipersiapkan : Dalam teknik light painting pada fotografi ini, hal pertama yang perlu dipersiapkan yakni kamera dengan kontrol manual yang sudah dilengkapi mode bulb. Langkah ini perlu dilakukan mengingat nantinya waktu exposure dimungkinkan akan lebih di atas 30 detik. Selain itu, hal yang perlu dipersiapkan yakni tripod. Namun, alat ini opsional saja, hanya saja untuk mendapatkan hasil foto yang lebih baik maka tripod diperlukan. Kemudian, siapkan lampu senter atau flash eksternal pada smartphone sebagai sumber cahaya. Persiapan alat terakhir untuk mencoba teknik light painting pada fotografi ini yaitu shutter release. Atau, kawan-kawan bisa meminta tolong teman untuk memencet tombol shutter. Nah, jika beberapa alat sudah dipersiapkan maka teknik light painting pada fotografi selanjutnya yaitu penerapannya. Antara lain sebagai berikut : Hal pertama yang perlu dilakukan dalam mengawali teknik light painting pada fotografi ini yaitu memilih lokasi yang gelap, bisa dalam ruangan atau di luar ruangan. Lalu, putuskan mana obyek yang akan disinari kemudian tentukan pola sinar yang akan dibuat. Alternatif lain adalah memotret pola sumber cahaya, kawan-kawan bisa menggunakan lampu senter untuk menulis kata atau meniru bentuk tertentu. Jangan lupa juga bahwa dalam menerapkan teknik light painting pada fotografi ini untuk menyetel pengaturan di posisi bulb mode. Gunakan aperture yang moderat, yaitu pada kisaran antara f/4 hingga f/8. Setelah itu, minta tolonglah kepada teman untuk menekan tombol shutter sesuai dengan waktu exposure yang dibutuhkan. Nah, menginjak pada tahapan teknik light painting pada fotografi selanjutnya, mulailah untuk menerangi beberapa titik pada obyek foto dengan senter. Selain itu, kawan-kawan juga bisa membentuk sebuah pola unik menggunakan senter atau flash eksternal sesuai keinginan. Di sisi lain, saat menerapkan teknik fotografi ini, sangat dianjurkan untuk tidak berdiri dengan posisi berada di antara sumber cahaya dan lensa karena jika hal ini terjadi maka hasil fotonya nanti akan terlihat ada siluetnya. Selain itu, untuk mendapatkan hasil cahaya yang lebih smooth maka lama penyinaran antara satu titik ke titik yang lain dilakukan dalam kisaran atau kurun waktu yang sama. Jika sudah maka lepaskan tombol shutter dan lihat hasil fotonya. Apabila dirasa masih kurang puas maka lakukan beberapa kali. Memang, menerapkan teknik light painting pada fotografi ini membutuhkan ketepatan waktu exposure yang bagus dan sesuai dengan sumber kekuatan cahaya yang dipancarkan untuk melukis. Selangkah demi selangkah teknik light painting pada fotografi telah kita lalui. Sekarang, teman-teman hanya perlu mempersiapkan beberapa alat yang sudah dijelaskan di atas dan mulai menerapkan tekniknya secara bertahap. Jika teknik fotografi yang satu ini dilakukan secara cermat dan penuh kehati-hatian maka tak heran jika nantinya sanggup menghasilkan foto lukisan cahaya yang sangat menawan. Nah, sepertinya sudah cukup penjelasan DIYKamera mengenai teknik light painting pada fotografi. Selamat mencoba.

Membuat Foto Bokeh Dengan Kamera Saku

Tips Membuat Foto Bokeh Dengan Kamera Pocket/Saku

Tips Membuat Foto Bokeh Dengan Kamera Pocket/Saku – Ternyata, ada juga sebuah tips membuat foto bokeh dengan kamera pocket/saku yang pastinya bisa kawan terapkan sendiri dengan mudah. Dengan begitu maka memotret sebuah obyek foto bokeh pun tak hanya bisa dilakukan dengan menggunakan kamera profesional yang harganya relatif mahal. Sehingga, hanya dengan menggunakan kamera mungil seperti kamera pocket atau saku pun kawan-kawan tetap bisa menghasilkan sebuah foto bokeh meski kualitasnya tak sebagus dengan kamera DSLR atau pun mirrorless. Namun, yang jelas bahwa tips membuat foto bokeh dengan kamera pocket/saku ini bisa dilakukan oleh siapa saja dengan mudah. Maka dari itu, jangan pesimis dulu ya kawan. Sebab, dengan mengetahui teknik fotografi bokeh dengan kamera saku maka hasil fotonya pun juga tak akan mengecewakan. Lantas, kira-kira apa saja sih tips membuat foto bokeh dengan kamera pocket/saku itu? Di sisi lain, sebelum jauh membahas tips membuat foto bokeh dengan kamera pocket/saku, sedikit untuk diketahui juga bahwa efek bokeh dalam dunia fotografi merupakan efek blur atau daerah di luar fokus yang indah. Umumnya, efek ini bersifat memberi dimensi kedalaman dalam sebuah foto. Di samping itu, biasanya dalam menciptakan foto bokeh lewat kamera DSLR, ada 4 faktor yang perlu diketahui. Namun jika kawan-kawan hanya memiliki kamera saku, jangan khawatir. Pasalnya, tips membuat foto bokeh dengan kamera pocket/saku tetap bisa diterapkan dan juga sanggup menghasilkan foto bokeh yang memukau. Nah, bagi kawan-kawan yang sudah tak sabar menerapkan teknik ini maka berikut DIYKamera akan membagikan tips membuat foto bokeh dengan kamera pocket/saku. Tips Membuat Foto Bokeh dengan Kamera Pocket/Saku Berikut di bawah ini tips membuat foto bokeh dengan kamera pocket/saku yang bisa kawan coba. Antara lain sebagai berikut : Pada kamera pocket yang canggih, umumnya nanti akan ada mode aperture priority, nah gunakan saja mode ini. Namun, jikalau memang pada kamera pocket sobat tak memiliki mode aperture priority maka kawan-kawan bisa menggunakan mode “Potrait” atau pun mode “Macro”. Selanjutnya, hal yang perlu kawan ketahui bahwa dalam menerapkan tips membuat foto bokeh dengan kamera pocket/saku ini, matikan flash light. Kemudian, untuk mendapatkan hasil foto bokeh yang menarik dan bagus maka idealnya carilah lokasi yang memiliki pencahayaan yang cukup terang. Jika sudah maka sekarang saatnya kawan mencari sebuah subyek foto yang berukuran kecil dan memiliki pola tekstur atau kontras yang dinilai cukup sehingga nantinya kamera akan lebih mudah dalam mengunci fokus foto. Menginjak pada tahapan tips membuat foto bokeh dengan kamera pocket/saku selanjutnya, buatlah sebuah obyek yang terpisah dari background. Dalam hal ini, DIYKamera contohkan, misalnya ketika kawan sedang memotret sebuah gelas yang terletak di atas maka yakinkan bahwa obyek lain yang ada di belakang gelas terpisah dengan jarak yang agak jauh dari obyek yang akan difoto. Apabila jarak background kurang jauh, maka semua akan terlihat tajam difoto sehingga Anda tidak menghasilkan bokeh. Nah, terkait dengan background, untuk mendapatkan hasil foto bokeh yang lebih bagus maka carilah sebuah background yang polanya cukup mencolok agar nantinya foto bokeh tampak lebih menawan. Beranjak pada tips membuat foto bokeh dengan kamera pocket/saku berikutnya, hal yang perlu kawan lakukan yakni memegang kamera pocket yang kawan miliki dan mendekatlah sedekat mungkin dengan subyek foto utama yang akan dipertajam. Lalu, kuncilah titik fokus yang tertumpu pada subyek foto utama tersebut kemudian tekan tombol shutter separuh. Sampai pada tahapan ini, ambilah foto dan cek hasilnya pada layar LCD. Apakah subyek pertama tampak lebih tajam dan backgroundnya tampak blur? Jika demikian maka foto bokeh pun sudah jadi. Di sisi lain, hal yang perlu diketahui dalam menerapkan tips membuat foto bokeh dengan kamera pocket/saku ini, yaitu apabila kamera pocket atau saku yang kawan miliki dilengkapi optical zoom maka gunakan mode zoom secara maksimal. Setelah kita tahu beberapa langkah dalam mengimplementasikan tips membuat foto bokeh dengan kamera pocket/saku tersebut di atas maka pastinya sudah ada gambaran apa saja yang harus lakukan untuk mendapatkan hasil foto bokeh yang berkualitas. Di samping itu, dari penjelasan di atas, jika teman-teman bisa menerapkannya dengan benar dan urut maka hasil foto bokeh pun akan menjadi lebih maksimal. Cukup mudah kan? Cukup sekian pertemuan kita kali ini dan semoga ulasan mengenai tips membuat foto bokeh dengan kamera pocket/saku di atas bisa bermanfaat untuk kawan-kawan semua. Salam DIYKamera!!

Cara Memotret Levitasi

Cara Memotret Levitasi

Cara Memotret Levitasi – Untuk kawan yang ingin mencoba hal baru dan unik di dunia fotografi, tampaknya cara memotret levitasi menjadi topik yang menarik untuk diketahui dan dipahami. Sebab, sebagaimana dengan beberapa pengertian yang sudah banyak diketahui oleh para fotografer, teknik levitasi ini merupakan sebuah kreasi pengambilan foto yang memiliki kesan unik di mana kesan utama dalam sebuah foto levitasi ini terletak pada obyek yang terlihat melayang saat difoto. Menarik bukan? Meski tampaknya terlihat cukup sulit namun sebenarnya cara memotret levitasi ternyata terbilang cukup mudah. Dengan kata lain, dalam hal ini kawan hanya perlu menguasai dan sanggup berkreasi dalam menggunakan shutter speed mengingat teknik pemotretan levitasi ini sangat berkaitan erat dengan kecepatan. Sampai di sini, semakin penasaran kan untuk tahu cara memotret levitasi? Sebelumnya, perlu untuk dipahami bahwa cara memotret levitasi itu bisa dilakukan dengan berbagai teknik, mulai dari yang biasa-biasa saja sampai dengan pemotretan yang ekstrim. Semua itu tergantung dengan selera dan obyek yang akan difoto mengingat di sini, obyek tak hanya benda mati yang melayang melainkan bisa juga manusia dan hewan. Memang, ada beberapa teknik yang digunakan untuk mendapatkan hasil foto benda yang melayang pada cara memotret levitasi ini, seperti dengan pengambilan gambar 2 kali lalu dipadukan melalui photoshop yang mana teknik ini banyak diterapkan untuk mendapatkan adegan levitasi yang tak sangat ekstrim. Namun, cara yang akan kita bahas kali ini akan diambil yang aman dan natural saja mengingat resiko lebih kecil, apalagi buat kawan yang mungkin masih pemula. Nah, tak perlu berlama-lama, simak saja yuk teknik fotografi tentang cara memotret levitasi secara benar yang akan diulas pada segmen-segmen di bawah ini! Cara Memotret Levitasi Di sesi ini, kita akan membahas langkah-langkah konkrit terkait dengan bagaimana cara memotret levitasi dengan mudah. Berikut penjelasannya : Cara memotret levitasi yang pertama yakni dengan membuat sebuah konsep sebuah adegan levitasi. Dalam hal ini, kita contohkan misalnya dengan melompat saja. Kemudian, untuk menerapkan teknik pemotretan levitasi ini, ajak seseorang yang nantinya dijadikan sebagai model untuk melakukan gerakan atau adegan levitasi. Di sisi lain, sangat disarankan untuk memilih waktu yang pas untuk mendapatkan foto levitasi ini. Di mana, antara pagi sampai sore mengingat dalam menerapkan teknik levitasi ini, kita akan menggunakan menu shutter speed yang sangat cepat sehingga sangat dibutuhkan tingkat pencahayaan yang tinggi supaya hasil bidikan foto menjadi lebih terang. Nah, jika konsep pemotretan, model foto, dan waktu sudah ditentukan maka cara memotret levitasi selanjutnya yakni dengan menyiapkan obyek dan background yang pas. Lalu, pada kameranya diubah pada mode exposure dan gunakan mode shutter priority. Namun, perlu diingat bahwa nama dari mode pemotretan ini memiliki istilah yang berbeda-beda untuk tiap merk. Untuk Canon ditulis dengan huruf “Tv’ sedangkan Nikkon dan kamera lainnya pada umumnya ditujukkan dengan simbol “S”. Selanjutnya, ubah mode ekxposure shutter priority dengan memutar tombol “mode-dial”. Kemudian, ubahlah pengaturan “Drive Mode” dan manfaatkan jenis bidikan atau shoot ytang bernama “Contiunous Shooting”. Sampai di sini, kita akan memulau tahapan cara memotret foto levitasi. Namun, perlu diketahui bahwa sebelum memulai gerakan levitasi ini berilah aba-aba kepada model yang akan difoto sesuai hitungan agar nanti hasil bidikan dan loncatannya serasi. Di sisi lain, dalam menerapkan cara memotret levitasi ini, sangat disarankan buat teman-teman agar sebisa mungkin menajangku bayangan orang yang akan melakukan adegan levitas dengan meloncat tersebut. Langkah ini dilakukan sebagai upaya agar hasil fotonya nanti benar-benar memberikan kesan teknik levitas yang nyata layaknya orang yang benar-benar melayang. Terus lakukan pengulangan apabila masih terjadi motion blur pada hasil foto. Jika memang memang berkali-kali masih tampak blur maka ubah settingan shutter speed dan tambah kecepatannya sampai 1/1000s atau bisa juga lebih dari itu. Selain kedelapan cara memotret levitasi di atas, hal yang perlu diterapkan yakni sebaiknya adegan levitasi yang dilakukan sebisa mungkin harus dilakukan dengan halus dan rapi. Jika ingin melompat maka minta tolonglah kepada model yang akan difoto agar jangan asal melompat hingga bajunya ikut terangkat. Hal tersebut akan membuat kesan naturalnya akan hilang. Jadi sebisa mungkin buatlah bahwa orang tersebut benar-benar melayang. Sampai di sini dulu ya kawan terkait dengan pembahasan mengenai cara memotret levitasi. Sekian dan sampai jumpa.

Memahami Mode Program Kamera DSLR

Cara Memahami Mode Program Kamera DSLR dengan Mudah

Memahami Mode Program Kamera DSLR – Tampaknya, memahami mode program kamera DSLR memang menjadi sebuah hal yang patut untuk diketahui oleh para fotografer, terutama bagi teman-teman yang masih pemula dalam dunia fotografi. Bukan tanpa alasan mengingat program mode atau mode program yang umumnya disimbolkan dengan huruf “P” pada kamera DSLR ini sangat membantu fotografer dalam memilih ISO dan kamera yang nantinya akan menentukan nilai aperture dan shutter speed. Tentu saja, karena memiliki peranan dan fungsi penting maka memahami mode program kamera DSLR merupakan suatu hal yang mutlak diketahui dan dipahami. Apalagi, mode program dan mode auto memiliki perbedaan di mana mode program yang akan kita bahas kali ini memiliki kontrol penuh atas kamera sedangkan untuk mode auto kameranya sendiri yang menentukan pengaturannya. Maka dari itu, cukup penting bagi teman-teman yang mendalami dunia fotografi ini untuk memahami mode program kamera DSLR. Di samping itu, dalam memahami mode program kamera DSLR pun juga tak sembarangan mengingat setia mode memiliki fungsi tersendiri dan tak bisa digunakan dengan asal. Oleh sebab itu, selain penting untuk diketahui, penggunaan mode program pada kamera DSLR ini pun juga nantinya akan sangat berpengaruh pada hasil foto yang akan kita bidik. Dengan kata lain, mode program ini merupakan salah satu fungsi dari fitur yang ditawarkan kamera DSLR dalam menunjang aktivitas fotografi. Nah, untuk mengetahui dan memahami mode program kamera DSLR ini, berikut di bawah ini DIYKamera akan jelaskan secara lengkap agar kawan-kawan mudah memahami mode program yang ada pada kamera DSLR di bawah ini. Yuk, kita simak bersama-sama! Memahami Mode Program Kamera DSLR Perlu diketahui bahwa dalam memahami mode program kamera DSLR yang akan kita bahas satu ini, ada beberapa istilah yang sangat penting untuk diketahui. Beberapa di antaranya yaitu : Ada satu istilah dalam memahami mode program kamera DSLR, ada satu program menu, yakni Program Shift. Di mana, melalui program ini, teman-teman bisa mengatur nilai dari aperture maupun shutter speed yang nantinya akan ditentukan oleh kamera di bagan belakang menggunakan Program Shift ini. Selain itu, kawan-kawan nantinya hanya akan cukup dengan memutar tombol putar dial yang terletak pada bagian belakang kamera sehingga nantinya akan mengubah nilai aperture dan shutter speed. Saat anda mengendaki depth of field yang sempit kawan bisa memutar fitur berupa command dial yang berfungsi untuk melakukan perubahan pada nilai aperture. Selanjutnya, dalam memahami mode program kamera DSLR, hal yang perlu diketahui yakni ISO Priority di mana kali ini ISO dan kamera akan menentukan parameter lain. Bukan tanpa alasan sebab pada kamera DSLR, setidaknya ada segitiga exposure teridiri dari ISO, Shutter Speed dan Aperture. Sehingga, kaitannya dengan mode program ini, maka kamera DSLR akan menentukan shutter speed dan aperture. Selain itu, dalam hal ini pun mode program lampu kilat (flash) juga harus diaktifkan secara manual. Berikutnya, dalam memahami mode program kamera DSLR, teman-teman juga harus tahu kapan waktu yang tepat menggunakan mode program ini. Hal ini dikarenakan setiap obyek dari foto yang akan diambil memiliki beberapa faktor yang saling berpengaruh, seperti bentuk obyek, pencahayaan, sampai pada jarak kamera dengan foto. Selain itu, umumnya mode program pada kamera DSLR ini digunakan untuk menjepret atau memotret foto standar yang nantinya akan ditentukan oleh shutter speed yang sangat cepat guna mencegah adanya blur dan Depth of Field yang pas. Nah, kiranya itulah hal-hal yang perlu diketahui dalam memahami mode program kamera DSLR. Namun di sisi lain, perlu untuk diketahui juga bahwa terkait dengan waktu yang pas dalam menggunakan mode program, perlu untuk dipahami juga pada saat sobat tak menggunakan pengaturan auto maka gunakan saja program shift untuk melakukan perubahan pengaturan secara manual. Selain itu, teman-teman juga bisa menaikkan ISO supaya kamera bisa memilih tingkat aperture yang lebih kecil. Sampai di sini dulu ya kawan pembahasan kita kali ini. Semoga dengan memahami mode program kamera DSLR di atas, teman-teman bisa menjadi fotografer yang lebih handal dan profesional.

Menggunakan Tombol Depth Of Field Preview Kamera DSLR

Menggunakan Tombol Depth Of Field Preview Kamera DSLR dengan Benar

Menggunakan Tombol Depth Of Field Preview Kamera DSLR – Salah satu tahapan dalam belajar fotografi, teman-teman harus tahu bagaimana cara untuk menggunakan tombol Depth Of Field Preview kamera DSLR. Perlu diketahui bahwa tombol Depth of Field Preview pada kamera DSLR ini merupakan salah satu fitur pada kamera DSLR yang terletak pada bagian bodi kit. Namun, biasanya letak dari menu yang satu ini sangat tergantung dari model kamera yang kawan miliki di mana yang pasti tak akan jauh dengan lensa serta terjangkau dengan mudah oleh jempol maupun jari telunjuk. dengan fungsi yang sangat penting dalam menunjang aktivitas fotografi. Oleh sebab itu, sudah selayaknya bagi kawan-kawan yang menekuni dunia fotografi ini untuk tahu cara tepat dalam menggunakan tombol Depth Of Field Preview kamera DSLR. Meskipun fungsi tombol ini tidak selalu digunakan akan tetapi pada saat memotret suatu objek dengan aperture kamera yang besar tombol ini akan sangat membantu untuk melakukan preview foto sehingga teman-teman bisa meneliti apakah pengaturan kamera ini sudah sesuai atau belum. Lalu, apa pentingnya sih mengetahui cara menggunakan tombol Depth Of Field Preview kamera DSLR ini? Jika kita akan mengambil foto atau gambar dari kamera DSLR, tentu saja menggunakan tombol Depth of Field Preview kamera DSLR ini sangat dibutuhkan. Pasalnya, tombol menu ini memiliki fungsi untuk melakukan preview pada foto yang kita ambil untuk diteliti apakah foto yang sudah kita ambil sudah sesuai atau belum. Di sisi lain, mempelajari langkah tepat dalam menggunakan tombol Depth of Field Preview kamera merupakan hal yang mutlak dipahami oleh para fotografi, terutama bagi para pemula. Apalagi, jika kita menggunakan bukaan maksimal f/2.8 atau f1/8 yang dipastikan Depth of Fieldnya sempit, tentu saja viewfinder tak akan memberikan kita hasil yang memperlihatkan background yang menjadi blur atau bokeh akan terlihat di hasil akhir foto. Di sini lah menggunakan tombol Depth Of Field Preview kamera DSLR akan cukup berguna. Di mana, foto DOF yang dihasilkan akan memperlihatkan sebuah hasil akhir yang berupa foto dengan tingkat ketajaman begitu padu pada satu titik sedangkan bagian yang lainnya tampak kabur. Cukup menarik bukan? Tentu, kawan-kawan sudah mulai penasaran kan cara menggunakan tombol DOF Preview di kamera DSLR ini? Nah, tak perlu berucap lama, kali ini DIYKamera akan menjelaskan secara rinci mengenai bagaimana langkah tepat dalam menggunakan tombol Depth of Field Preview kamera DSLR di bawah ini! Menggunakan Tombol Depth of Field Preview Kamera DSLR Nah, menginjak pada sesi ini, berikut di bawah ini DIYKamera akan sebutkan beberapa langkah menggunakan tombol Depth Of Field Preview kamera DSLR. Berikut penjelasannya : Dalam menerapkan langkah tepat menggunakan tombol Depth of Field Preview kamera DSLR ini, langkah pertama yang perlu dilakukan yakni dengan masuk pada menu setting dan mengaturnya menjadi mode aperture priority atau AP. Jika sudah maka cobalah untuk membuka aperture kamera dengan ukuran aperture paling lebar, yaitu f/3.5. Sampai pada tahapan selanjutnya, teman-teman perlu untuk menekan dan menahan tombol Depth of Field tersebut. Menginjak tahapan menggunakan tombol Depth of Field Preview kamera DSLR ini, kawan-kawan juga bisa sembari mengintip pada bagian viewfinder. Selanjutnya, cobalah untuk menekan dan menahan tombol Depth of Preview tersebut secara perlahan. Kemudian, dalam menggunakan tombol Depth of Field Preview kamera DSLR selanjutnya yakni dengan menaikkan aperture ke f/5.6, f/8, atau bisa juga f/11. Namun, perlu diingat bahwa sampai pada tahapan ini, usahakan kawan tetap menekan tombol DOF Preview. Nah, setelah itu, maka kawan akan mengetahui bahwa lensa akan menampilkan sebuah gambar pada aperture yang sudah diatur sebelumnya. Bahkan, nantinya teman-teman akan melihat bagaimana tampilan hasil foto yang kawan bidik sudah sesuai dengan pengaturan atau belum. Cukup mudah bukan cara menggunakan tombol Depth Of Field Preview kamera DSLR ini? Tentunya, dengan menggunakan tombol Depth of Field Preview kamera DSLR di atas dipastikan akan memberikan hasil foto yang lebih maksimal. Terutama, ketika teman-teman memotret suatu obyek dengan angka aperture kamera yang besar. Nah, tampaknya ampai dulu perjumpaan kita. DIYKamera sangat berharap semoga ulasan terkait dengan menggunakan tombol Depth of Field Preview kamera DSLR yang telah diuraikan di atas bisa mempermudah kawan dalam menghasilkan foto berkualitas.

Cara Kerja Mode Metering Kamera DSLR

4 Cara Kerja Metering Kamera DSLR

Cara Kerja Metering Kamera DSLR – Memahami cara kerja metering kamera DSLR tentu penting sekali sebab setiap kamera SLR digital (DSLR) modern memang sudah dilengkapi dengan teknologi Metering Mode, Exposure Metering, dan Camera Metering yang di kalangan pecinta fotografi lebih umum disebut dengan metering saja. Istilah metering sendiri tentu sudah tidak asing lagi para pecinta fotografi yang sering mengandalkan kamera DSLR untuk membidik foto. Namun, bagi teman-teman yang baru ingin menggeluti dunia ini istilah metering mungkin masih cukup asing di telinga. Sehingga hal tersebut memang cukup penting untuk dipelajari dan dipahami. Kamera DSLR hadir dengan sejumlah mode metering yang memiliki cara kerja berbeda-beda. Dengan mempelajari cara kerja metering kamera DSLR pada masing-masing mode maka kawan-kawan akan terbantu ketika harus menghadapi kondisi pencahayaan menyulitkan yang bisa memberikan efek pada subjek utama maupun objek keseluruhan yang akan diambil. Masalah metering ini juga berkaitan dengan subjek gelap dan cerah yang akan diambil oleh kamera sehingga tentu sangat penting untuk dipahami karena akan berpengaruh pada kualitas hasil gambar. Nah, kali ini kawan-kawan akan mengetahui lebih detail tentang cara kerja metering kamera DSLR. Cara Kera Metering Kamera DSLR Meski kamera DSLR yang satu dengan yang lain bisa memiliki mode metering yang berbeda, namun beberapa cara kerja metering kamera DSLR berikut ini setidaknya bisa membantu kawan-kawan untuk memahami masing-masing fungsinya: Spot Metering Cara kerja metering kamera DSLR pada mode spot metering ini hanya berfungsi untuk mengukur pencahayaan yang terletak di area titik fokus tengah dan jangkauannya sangat sempit, yakni sekitar 1 hingga 5 % dari seluruh adegan. Sedangkan, area yang ada di luar titik fokus akan cenderung diabaikan. Mode metering yang satu ini biasanya digunakan untuk menangkap subjek utama yang kecerahannya lebih rendah dibandingkan dengan area di sekitarnya. Misalnya, seperti ketika memotret sebuah objek pada posisi backlight. Dengan mode ini, seorang fotografer akan lebih berfokus untuk menghasilkan eksposure normal di area titik fokus tengah. Seperti contohnya ketika fotografer tersebut mengarahkan titik fokus tengah ke arah wajah manusia. Partial Metering Cara kerja metering kamera DSLR dengan mode partial sebenarnya tidak terlalu berbeda jauh dengan mode spot, yakni dengan memfokuskan konsentrasi pada area titik fokus tengah. Namun, pada mode partial metering daerah jangkauannya lebih luas dari mode spot sebab bisa mencapai 10 hingga 15 persen dari keseluruhan adegan. Selain bisa dipakai untuk memotret pada keadaan backlight, cara kerjanya pun sama dengan kebanyakan mode metering, yaitu mengukur area tertentu dan mengabaikan area yang lain. Center Weighted Metering Cara kerja metering kamera DSLR dari mode center weighted metering pun masih sama dengan mode spot maupun partial. Perbedaan antara mode metering yang satu ini dengan dua mode yang sebelumnya adalah center weighted metering mengukur cahaya di area tengah dengan jangkauan yang luasnya sekitar 60 hingga 80 persen dari seluruh adegan serta mengabaikan area yang lain. Mode inilah yang sering dipakai untuk mendukung pengambilan foto secara close-up meskipun terkadang juga masih harus memperhatikan kondisi pencahayaannya. Evaluative atau Matrix Metering Meski di beberapa kamera disebut dengan Evaluative dan di beberapa jenis kamera yang lain populer dengan nama Matrix, namun cara kerja metering kamera DSLR pada mode ini tetap sama, yakni mengukur pencahayaan secara menyeluruh tetapi memfokuskan area dimana titik fokus kamera diletakkan. Mode Evaluative atau Matrix inilah yang paling pas digunakan untuk memotret jika tidak mau ribet untuk mempertimbangkan terlebih dahulu kondisi pencahayaan maupun dampaknya pada subjek utama. Jika dilihat lagi, memang cara kerja metering kamera DSLR di atas memiliki fungsi utama yang sama, perbedaan yang paling mencolok terletak pada jangkauan areanya saja karena ada yang sempit dan ada yang luas. Dengan mengetahui masing-masing mode metering pada kamera DSLR, maka kawan-kawan pasti bisa memilih mode yang cepat sesuai dengan kondisi yang dibutuhkan jika sedang memotret objek. Selain itu, dengan mengetahui beberapa tips di atas, kawan-kawan tentu kini dapat menghasilkan gambar yang lebih bagus. Nah, demikian beberapa ulasan dan informasi tentang cara kerja metering kamera DSLR yang dapat DIYKamera berikan pada kesempatan kali ini. Semoga bisa bermanfaat dan selamat mencoba. Salam DIYKamera!!

Pengertian Moire Pattern

Pengertian Moire Pattern dalam Fotografi

Pengertian Moire Pattern – Hai kawan, kali ini DIYKamera akan sedikit mengulas tentang pengertian Moire Pattern. Tak diragukan lagi, bagi para fotografer profesional Moire Pattern tentu tak asing lagi namun berbeda bagi kawan-kawan yang mungkin masih pemula. Meskipun sepele namun buat teman-teman yang ingin mendalami dunia fotografi, tentu harus tahu pengertian Moire Pattern yang akan kita bahas pada perjumpaan ini. Sebagai pengantar, pernahkah teman-teman menemui sebuah jepretan foto yang terlihat sebuah pola tambahan yang mungkin terlihat aneh dan tak nyata? Sebenarnya, itulah yang disebut dengan istilah Moire Pattern. Perlu untuk kawan ketahui bahwa dalam istilah fotografi, Moire Pattern ini merupakan sebuah detail dari pola berulang, bisa berbentuk garis atau titik yang terjadi pada obyek yang difoto. Nah, itulah yang akan kita bahas lebih mendalam pada pertemuan ini. Sudah tak sabar ya ingin tahu pengertian Moire Pattern secara lebih mendalam? Jangan khawatir, kali ini DIYKamera akan mengajak teman-teman semua untuk mengulasnya secara lebih mendetail. Pengertian Moire Pattern Nah, perlu untuk kawan ketahui bahwa pada umumnya, pengertian Moire Pattern ini banyak digunakan oleh para fotografer handal dan profesional untuk menggambarkan sebuah pola yang terlihat aneh dari sebuah foto. Biasanya, Moire Pattern ini muncul pada hampir di setiap obyek foto dengan detail pola berulang yang rapat dan kompleks yang memang sangat dimungkinkan sekali memiliki potensi munculnya moire di foto. Selain itu, perlu diketahui juga bahwa pengertian Moire Pattern yang akan kita bahas kali ini juga mencakup pada setiap obyek foto yang memang menjadi salah satu titik kelemahan dari lensa yang tak secanggih mata manusia. Di samping itu, Moire Pattern ini pun juga umumnya akan muncul saat memotret baju, rambut atau ulir tangga eskalator. Sehingga, memang ada beberapa teknik khusus yang dapat dilakukan untuk dapat menghindari munculnya Moire Pattern ini. Nah, dari pengertian Moire Pattern tersebut, tentu kawan-kawan kini dapat menghindari hal yang kerap dikeluhkan para pecinta fotografi pemula ketika memotret objek dengan pola rapat. Lalu, kira-kira apa saja sih penyebab munculnya Moire Pattern pada obyek foto? Nah, selain kita pahami pengertian Moire Pattern, perlu untuk kawan ketahui juga beberapa penyebab munculnya Moire Pattern. Sebelumnya, perlu diketahui bahwa Moire Pattern ini tak akan muncul dalam kehidupan nyata, Moire Patterin ini hampir tidak pernah terlihat oleh mata kita sendiri. Pasalnya, kualitas mata manusia memang jauh lebih canggih jika dibandingkan dengan lensa pada kamera. Oleh sebab itu, wajar bagi kamera dan lensa yang penuh kekurangan, hal ini bakal kerap kali muncul. Terkait dengan penyebab Moire Pattern, pada umumnya terjadi dikarenakan cara cahaya mencapai sensor dan bagaimana sensor itu sendiri menginterpretasikan cahaya tersebut. Jadi, dengan kata lain penyebab dan pengertian Moire Pattern ini juga karena adanya faktor dari kualitas kamera itu sendiri. Sehingga, untuk meminimalisir hal tersebut maka sobat bisa menggunakan beberapa aplikasi atau lensa yang berkualitas tinggi. Namun, meskipun demikian, Moire Pattern ini tak bisa dihilangkan secara sempurna mengingat walaupun lensa memiliki tingkat kualitas tinggi tetapi tetap tak bisa menghindarkan hal ini sebagaimana mata manusia yang memang merupakan anugerah Tuhan paling canggih. Namun yang jelas bahwa interpretasi yang dihasilkan dari sensor tersebutlah yang menjadi penyebab munculnya Moire Pattern selama ini. Cukup jelas dengan pengertian Moire Pattern ini bukan? Nah, setelah kita tahu pengertian Moire Pattern dan penyebabnya maka kawan-kawan tentu sudah memiliki gambaran arti dari istilah tersebut. Selain itu, dengan mengetahui pengertian dan penyebabnya, kini kawan-kawan pun dapat menghindari atau mencegah agar hal ini tidak terjadi ketika kawan-kawan mengambil foto objek. Memang, sepintas dalam dunia fotografi khususnya untuk pemul istilah yang disebut Moire Pattern ini cukup asing. Hanya saja, sebagai tambahan pengetahuan, makna dari istilah ini terbilang cukup penting untuk dipahami. Sampai di sini dulu penjelasan DIYKamera mengenai pengertian Moire Pattern. Semoga saja ulasan di atas bisa menambah pengetahuan kawan-kawan dalam dunia fotografi.

Membekukan Gerakan Dengan Shutter Priority

Membekukan Gerakan dengan Shutter Priority

Membekukan Gerakan dengan Shutter Priority – Jika sobat sudah tahu tentang pengaturan manual eksposur maka kini saatnya teman-teman perlu tahu bagaimana cara untuk membekukan gerakan dengan shutter priority. Nah, seperti yang sudah kita ketahui bahwa shutter speed merupakan ukuran waktu dari aktivitas sensor dalam melihat cahaya atau yang biasa kita sebut dengan eksposur. Di mana, dalam kaitannya dengan membekukan gerakan dengan shutter priority yang akan kita bahas pada topik ini, teknik ini digunakan sebagai cara untuk membidik foto yang sedang bergerak cepat dengan hanya mengatur shutter speed. Di samping itu, besarnya shutter speed yang digunakan untuk membekukan gerakan objek tidak bisa dipastikan mengingat hal tersebut dipengaruhi kuat pada momen dan juga kecepatan dari obyek yang akan dibidik. Lalu, bagaimana sih langkah yang benar untuk membekukan gerakan dengan shutter priority itu? Memang, secara umum bahwa teknik membekukan gerakan dengan shutter priority ini biasa diterapkan oleh para fotografer yang gemar membidik obyek sport fotografi yang mana obyeknya memiliki gerakan cepat, seperti foto orang yang sedang berolah raga selancar di pantai. Di sini, shutter speed akan sangat berperan untuk menangkap gerakan obyek di mana semakin cepat gerakan objek yang akan dibidik atau dipotret pastinya akan semakin cepat pula shutter speed yang dibutuhkan. Cukup rumit ya kawan? Tenang, untuk lebih jelasnya, simak saja ulasan mengenai cara atau teknik membekukan gerakan dengan shutter priority yang dibahas di bawah ini! Membekukan Gerakan dengan Shutter Priority Untuk mendapatkan hasil foto pada obyek yang bergerak cepat maka sudah pasti perlunya membekukan gerakan dengan shutter priority. Berikut langkah-langkahnya : Membekukan Gerakan dengan Shutter Priority pada Gerakan Obyek Super Cepat Untuk menerapkan membekukan gerakan dengan shutter priority pada gerakan obyek super cepat maka dipastikan membutuhkan kecepatan shutter speed yang cepat juga. Dalam hal ini , dicontohkan pada orang berselancar atau sedang bersepeda sebagai obyeknya di mana setidaknya, kecepatan dari shutter speed yang dipilih sebesar 1/5000 detik. Kecepatan shutter secepat itu memang sangat dibutuhkan untuk mendapatkan bidikan foto yang geraknya sangat cepat. Selain itu, untuk membekukan gerakan dengan shutter priority pada gerakan obyek super cepat ini, tentu pada kameranya perlu diatur ulang ke mode shutter priority dan dipilih auto ISO. Sementara itu, pada focus berada di posisi continous. Sedangkan untuk penentuan aperture, memilih aperture sebesar f/2.8. Membekukan Gerakan dengan Shutter Priority untuk Gerakan Obyek Bergerak Sedang Berbeda dengan obyek yang bergerak super cepat, maka untuk membekukan gerakan dengan shutter priority untuk obyek bergeerak sedang ini sobat hanya perlu membutuhkan shutter speed 1/400 detik. Contoh obyek dengan gerakan sedang yaitu seperti orang jogging, berlari atau gerakan ombak pantai. Membekukan Gerakan dengan Shutter Priority untuk Obyek yang Bergerak Fleksibel Nah, terakhir yakni membekukan gerakan dengan shutter priority untuk obyek yang bergerak fleksibel. Dalam hal ini, sebagai contoh yakni burung yang sedang terbang namun jarak obyek dengan kamera cukup dekat. Nah, untuk mendapatkan gambar yang jelas maka sobat membutuhkan shutter speed dengan kisaran 1/800 detik. Dengan begitu maka obyek tersebut akan tampak lebih jelas dengan gerakan yang tanpa efek blur. Di sisi lain, perlu diketahui juga bahwa membekukan gerakan dengan shutter priority tersebut tak ada patokan yang pasti berapa shutter speed yang dibutuhkan. Pasalnya, pada beberapa kondisi lain, beberapa gerakan dari obyek foto tak selalu sama sehingga teman-teman harus pandai-pandai dalam menyesuaikan antara shutter speed dengan kecepatan gerak dari obyek. Dengan kata lain, beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam membekukan gerakan dengan shutter speed yakni kecepatan obyek itu sendiri, kecepatan si fotografer pada obyek, jarak antara fotografer dengan obyek, dan ukuran panjang focal lensa yang sobat miliki. Kiranya penjelasan mengenai langkah-langkah dalam membekukan gerakan dengan shutter priority di atas dirasa sudah cukup. Semoga bisa bermanfaat dan sampai jumpa. Selamat mencoba!!  

Tips Meningkatkan Kecepatan Autofokus Di Kondisi Low Light

Tips Meningkatkan Kecepatan Autofokus di Kondisi Low-Light dengan Mudah

Tips Meningkatkan Kecepatan Autofokus di Kondisi Low-Light – Salah satu masalah yang kerap dialami oleh fotografer terutama yang masih pemula adalah mengunci fokus di tempat dengan kondisi minim cahaya alias low-light sehingga mengetahui tips meningkatkan kecepatan autofokus di kondisi low-light penting sekali. Aktivitas memotret memang sangat bergantung pada ketersediaan cahaya sehingga ketika sedang mengambil gambar di tempat terang fotografer tidak akan pernah kesusahan dalam menemukan titik fokus dan menghasilkan foto yang maksimal. Namun, berbeda halnya ketika memotret di tempat dengan cahaya yang sedikit, fotografer biasanya akan sedikit kesulitan untuk menentukan titik fokus ketika menggunakan mode autofokus. Tips meningkatkan kecepatan autofokus di kondisi low-light akan membantu kawan-kawan untuk mendapatkan titik fokus yang sempurna meski kondisi pencahayaan di sekitar lokasi pemotretan kurang mendukung. Memotret foto di kondisi low-light memang menjadi hal yang cukup rumit, namun bukan berarti jika kawan-kawan tidak bisa melakukannya. Selain memperhatikan tips meningkatkan kecepatan autofokus di kondisi low-light, frekuensi latihan memotret foto dalam kondisi ini juga bakal mempengaruhi keberhasilan kita dalam mengambil foto yang tetap terlihat menarik dalam kondisi minim cahaya. Dengan sering latihan memotret dalam keadaan low-light, maka kawan-kawan akan terbiasa untuk menentukan seperti apa ketersediaan cahaya di suatu tempat dan metode apa yang paling tepat untuk mengatasinya. Nah, bagi kamu yang masih kurang mahir untuk mengambil foto dalam keadaan minim cahaya, DIYKamera akan memberikan tips meningkatkan kecepatan autofokus di kondisi low-light yang bisa membantu untuk menghasilkan foto yang indah. Tips Meningkatkan Kecepatan Autofokus di Kondisi Low-light Berikut tips meningkatkan kecepatan autofokus di kondisi low-light yang bisa digunakan untuk mempermudah sistem autofokus kamera dalam mengunci titik fokus: Tips meningkatkan kecepatan autofokus di kondisi low-light yang pertama adalah dengan memakai titik fokus di tengah. Menggunakan titik fokus di tengah-tengah frame sangat dianjurkan ketika mengambil gambar low-light apapun merek kamera DSLR yang digunakan. Hal ini karena sensor tengah memakai jenis sensor cross type yang kinerjanya lebih cepat dan akurat daripada titik fokus yang lain. Proses penguncian fokus yang sulit ketika mengambil gambar di tempat dengan sedikit cahaya juga bisa diatasi dengan mengaktifkan fitur AF-Assist yang ada pada menu AF kamera. Tips meningkatkan kecepatan autofokus di kondisi low-light dengan mengaktifkan fitur AF-Assist akan menyalakan lampu kecil yang terletak di depan kamera sehingga mode autofokus akan lebih mudah untuk digunakan. Namun, jika ingin menggunakan fitur ini pastikan untuk terlebih dahulu memilih mode autofokus AF-Single. Memilih benda dengan kontras yang cukup juga menjadi tips meningkatkan kecepatan autofokus di kondisi low-light yang selanjutnya. Benda dengan satu warna atau tanpa tekstur sebaiknya tidak dipilih sebagai objek fotografi di tempat yang kurang cahaya. Lebih baik, kawan-kawan memilih benda lain yang terlihat cukup kontras dengan background atau latar belakangnya. Mengambil foto di tempat low-light juga bisa disiasati dengan memaksimalkan penggunaan lampu. Kamu bisa menyalakan semua lampu yang ada di ruangan atau memakai cahaya tambahan seperti lampu senter sebagai salah satu tips meningkatkan kecepatan autofokus di kondisi low-light. Nah, jika kamu menggunakan bantuan lampu senter pastikan sinarnya mengenai objek yang ditunjukkan oleh titik fokus. Tips meningkatkan kecepatan autofokus di kondisi low-light lain yang bisa dicoba adalah dengan memakai mode live-view. Saat mode ini dipilih, kamera DSLR biasanya akan memakai metode contrast detection untuk penguncian fokus yang lambat namun akurat. Mode live-view juga berfungsi untuk menampilkan layar LCD yang lebih besar dan lebar daripada viewfinder saat manual fokus digunakan. Tripod pun bisa digunakan untuk membuat fokus lebih akurat tak peduli seminim apa cahaya yang ada saat pengambilan gambar. Tripod ini sangat perlu khususnya saat mode live-view digunakan. Memanfaatkan flash bawaan kamera maupun flash eksternal juga menjadi tips meningkatkan kecepatan autofokus di kondisi low-light. Flash bawaan atau built-in hadir dengan mode pre-focus yang akan menyala sebentar ketika penguncian fokus dilakukan. Sedangkan, flash eksternal akan memberikan bantuan pada kinerja sistem autofokus ketika sedang berada di kondisi sedikit cahaya. Tips meningkatkan kecepatan autofokus di kondisi low-light yang terakhir adalah menggunakan metode manual dan cara ini bisa dilakukan jika kawan-kawan telah mencoba cara-cara sebelumnya namun masih juga gagal mengunci fokus pada saat pengambilan foto dengan dukungan cahaya yang kurang. Nah, dengan beberapa tips meningkatkan kecepatan autofokus di kondisi low-light di atas, sekarang kamu sudah tahu kan apa yang mesti dilakukan untuk mengunci fokus jika memotret dalam kondisi kurang cahaya? Dengan tips yang DIYKamera sampaikan di atas, kini kawan-kawan dapat menghasilkan gambar dengan fokus yang lebih baik meskipun dalam keadaan minim cahaya. Semoga dengan tips meningkatkan kecepatan autofokus di kondisi low-light tersebut kawan tetap bisa menghasilkan foto low-light yang menakjubkan. Salam DIYKamera!!

Mode Bulb Kamera Digital

Mode Bulb Kamera Digital

Mode Bulb Kamera Digital – Ketika kawan-kawan membuka Instagram atau Facebook maka terkadang akan menjumpai foto yang diunggah dengan tagar #siksakamera. Foto-foto tersebut dibuat dengan mode bulb kamera digital sehingga menghasilkan tampilan yang indah seperti foto permukaan air yang terlihat seperti kapas maupun deretan susunan lampu yang tampak seperti garis cahaya. Pernah melihat kembang api yang di dalam foto terlihat membentuk huruf tertentu? Nah, itulah contoh penggunaan mode bulb ketika sedang memotret dengan kamera digital. Bulb sendiri merupakan salah satu teknik fotografi yang menampilkan hasil foto dari cahaya. Dengan teknik mode bulb kamera digital ini nantinya kita bisa menciptakan sebuah garis atau gambar yang terbuat dari cahaya yang dipakai tersebut. Membidik foto dengan menggunakan mode bulb kamera digital memang memiliki tantangan tersendiri sebab kita harus memastikan jika kamera yang digunakan tidak bergetar sedikitpun. Sehingga kawan-kawan harus benar-benar memperhatikan posisi kamera maupun memakai alat bantu. Pasalnya, getaran tangan ketika memotret dengan memakai teknik ini bisa membuat hasilnya kurang maksimal karena foto akan terlihat blur. Selain itu, waktu pengambilan foto merupakan hal penting lain yang harus diperhatikan ketika akan menggunakan mode bulb sebab ketersediaan cahaya akan mempengaruhi seberapa jelas cahaya yang terlihat dalam foto. Nah, bagi kawan-kawan yang tertarik untuk belajar memotret dengan menggunakan mode bulb kamera digital, DIYKamera akan memberikan ulasan selengkapnya. Tips Menggunakan Mode Bulb Kamera Digital Berikut ini sejumlah tips yang harus kamu ketahui jika ingin memaksimalkan penggunaan mode bulb kamera digital: Hal pertama yang harus dilakukan ketika kawan akan menggunakan mode bulb kamera digital adalah mempersiapkan kamera yang akan dipakai untuk memotret. Kamu bisa memakai berbagai jenis kamera DSLR asal speed dari kamera tersebut bisa diatur. Persiapan saat akan memakai mode bulb yang selanjutnya adalah tripod sebab alat yang satu ini bisa mengurangi munculnya getaran yang membuat hasil gambar menjadi blur atau kabur. Kemudian, ketika menggunakan mode bulb, aturlah shutter speed alias kecepatan rana pada kamera sehingga pengambilan cahaya akan terus berjalan saat tombol pengambilan gambar masih ditekan. Diafragma kamera juga perlu untuk diatur hingga ke bukaan F9 atau bisa lebih tinggi untuk menyediakan cahaya yang lebih maksimal. Saat memakai mode bulb kamera digital, tangan kita sering bergetar dan hal ini bisa disiasati dengan fitur timer. Fungsi dari fitur ini adalah memberikan jeda saat gambar diambil. Jadi, ketika proses memotret dimulai, kamera akan berada dalam keadaan diam. Merencanakan gambar yang akan dibuat juga penting ketika akan memakai teknik fotografi yang satu ini. Jika ingin membuat foto dengan lampu, pilihlah waktu yang tepat untuk pengambilan. Sedangkan jika ingin menciptakan gambar sendiri, persiapkan terlebih dahulu konsep gambar yang akan dibuat. Kreativitas menjadi salah satu kunci keberhasilan untuk mendapatkan gambar yang bagus dalam mode bulb kamera digital. Bermainlah dengan berbagai macam sumber cahaya untuk menghasilkan foto yang lebih bervariasi. Kamu bisa mencoba memotret mode bulb dengan menggunakan lampu kendaraan, lilin, kembang api, bahkan senter sekalipun. Bagaimana sudah paham dengan tips memotret dengan menggunakan mode bulb kamera digital yang telah DIYKamera paparkan di atas? Dengan mempraktikan tips tersebut, kini kawan-kawan bisa menghasilkan foto yang indah dengan memanfaatkan berbagai macam sumber cahaya yang ada di sekitar. Semoga beberapa tips pemakaian mode bulb kamera digital di atas bisa bermanfaat untuk kamu yang sedang belajar fotografi!

Cara MenekanTombol Shutter DSLR

Cara Memencet Tombol Shutter yang Benar

Cara Memencet Tombol Shutter – Meskipun terdengar sepele namun ternyata cara memencet tombol shutter itu tak bisa disepelekan begitu saja. Pasalnya, hal sederhana yang justru sering diremehkan begitu saja ini terbilang cukup penting dalam aktivitas fotografi. Sebab, tak jarang juga kita temukan beberapa para fotografer pemula yang sering melakukan kesalahan ketika memencet tombol shutter ini, akibatnya foto yang dihasilkan pun juga kurang maksimal. Maka dari itu, memencet tombol shutter yang benar itu wajib diketahui oleh seluruh fotografer agar bidikan foto yang dihasilkan menjadi lebih sempurna. Lantas, kira-kira bagaimana sih langkah yang tepat untuk menerapkan cara memencet tombol shutter itu? Semakin penasaran yang kawan? Sebenarnya, cara memencet tombol shutter yang benar itu mudah dan tak terlalu rumit. Namun, sebelumnya ada baiknya kita pahami dulu bahwa pemencetan tombol shutter yang benar nantinya akan menentukan sekali bagaimana kamera melakukan metering dan autofocus sehingga sangat wajar jika bagus tidaknya hasil jepretan foto juga sangat ditentukan bagaimana kita memencet tombol shutter ini. Sangat penting bukan walaupun sepele? Maka dari itu, buat kawan yang masih awam atau ingin tahu cara memencet tombol shutter yang benar maka ada baiknya untuk menyimak ulasan yang akan DIYKamera jelaskan di bawah ini! Cara Memencet Tombol Shutter Di bawah ini, akan dijelaskan beberapa langkah dalam menerapkan cara memencet tombol shutter dengan benar untuk menghasilkan hasil foto yang berkualitas. Berikut langkah-langkah yang perlu kawan lakukan : Cara Menekan Tombol Shutter dengan Auto Focus (AF) Pertama, cara menekan tombol shutter untuk mode AF ini yakni pilihlah terlebih dahulu mode Auto Focus (AF) untuk diaktifkan. Selanjutnya, arahkan posisi kamera pada obyek yang akan difoto. Jika sudah, cara memencet tombol shutter dengan Auto Focus (AF) yang benar yaitu dengan menekan separuh tombol shutter secara perlahan dan tahanlah dalam posisi tersebut. Sampai pada tahapan ini, nantinya fokus lensa akan bekerja secara otomatis untuk mengunci obyek yang akan kawan bidik atau ambil gambarnya. Ingat, tahan posisi shutter separuh saja sampai obyek benar-benar terkunci. Kemudian, lihat pada layar viewfinder, apabila obyek sudah terkunci, nantinya akan ditandai dengan kedipan warna merah tepat pada titik fokus obyek yang dituju. Nah, jika kawan-kawan sudah melihat bahwa titik fokusnya berwarna merah, itu merupakan sebuah isyarat bahwa obyek sudah terkunci dan siap untuk difoto. Berikutnya, cara memencet tombol shutter dengan Auto Focus (AF) ini kawan hanya perlu menekan penuh tombol shutternya. Nantinya, kamera akan secara otomatis mengambil gambar dari obyek yang sudah terkunci tadi. Cara Menekan Tombol Shutter dengan Manual Focus (MF) Sedikit berbeda dengan mode AF, cara memencet tombol shutter pada mode Manual (MF) ini kita akan menentukan titik fokus secara manual. Jika kamera masih dalam mode AF maka ubahlah ke mode MF dengan langkah-langkah seperti yang sudah dijelaskan tadi. Kemudian, arahkan saja kamera tepat pada obyek yang akan difoto atau diambil gambarnya Lalu, pencet separuh saja tombol shutter sama seperti saat mode AF tadi dan tahan posisi tersebut. Nah, yang berbeda pada cara memencet tombol shutter dalam mode MF ini yakni pada penguncian titik fokusnya di mana kawan harus mengunci focus obyek foto secara manual. Caranya, putar ring ke kiri atau ke kanan fokusnya pada bodi lensa. Putar terus secara perlahan sampai ketemu titik fokusnya. Jika sudah maka nantinya akan ada kedipan warna merah pada layar viewfinder sebagai isyarat bahwa obyek sudah terkunci secara manual. Nah, apabila obyek terkunci maka cara memencet tombol shutter pada mode MF ini, yang perlu kawan lakukan yaitu dengan memencet tombol shutter secara penuh dan perlahan untuk memotret obyek yang sudah terkunci secara manual tadi. Tampaknya, kedua cara memencet tombol shutter di atas terlihat sedikit rumit. Namun, jika dilatih terus maka secara perlahan dan pasti, kawan akan bisa dengan sendirinya. Selain itu, kedua langkah tips menekan tombol shutter yang telah DIYKamera jelaskan di atas bisa kawan coba sendiri untuk memotret obyek di sekitar kawan sebagai latihan. Nah, sampai di sini dulu ulasan yang dapat DIYKamera berikan mengenai cara memencet tombol shutter dengan benar. Semoga informasi di atas bisa bermanfaat buat kawan-kawan semua. Salam DIYKamera!!

« Previous Page1 … Page30 Page31 Page32 Page33 Page34 … Page36 Next »
Hubungi Kami

Kami buka setiap hari dari pukul 07.00 – 22.00 WIB.

  • +6281276798811
  • @diy_kamera
Alamat

Jln. Kusumanegara No. 278 (500 meter ke timur Gembiraloka)

Lihat alamat di Google Maps

Home
Kategori Sewa
Whatsapp
Telepon