diykamera sewa kamera jogja
Search
  • Kamera
    • DSLR
    • Mirrorless
    • Camcorder
    • Action Cam
    • Drone
  • Aksesoris
    • Lensa
    • Flash
  • Laptop
  • LED TV
  • Paket Sewa
    • PAKET FOTO TOUR
    • PAKET FOTO STUDIO
    • PAKET SEWA ALAT LIVE STREAMING
  • Informasi
    • Tata Cara Sewa
    • Persyaratan Sewa
    • Harga Sewa
    • Blog
  • Kamera
    • DSLR
    • Mirrorless
    • Camcorder
    • Action Cam
    • Drone
  • Aksesoris
    • Lensa
    • Flash
  • Laptop
  • LED TV
  • Paket Sewa
    • PAKET FOTO TOUR
    • PAKET FOTO STUDIO
    • PAKET SEWA ALAT LIVE STREAMING
  • Informasi
    • Tata Cara Sewa
    • Persyaratan Sewa
    • Harga Sewa
    • Blog
PRICELIST
  • Kamera
    • DSLR
    • Mirrorless
    • Camcorder
    • Action Cam
    • Drone
  • Aksesoris
    • Lensa
    • Flash
  • Laptop
  • LED TV
  • Paket Sewa
    • PAKET FOTO TOUR
    • PAKET FOTO STUDIO
    • PAKET SEWA ALAT LIVE STREAMING
  • Informasi
    • Tata Cara Sewa
    • Persyaratan Sewa
    • Harga Sewa
    • Blog
Logo Orange

Category: Blog

Tutorial Memotret Time Lapse Siang Ke Malam

Tutorial Memotret Time Lapse Siang Ke Malam

Tutorial Memotret Time Lapse Siang Ke Malam – Topik mengenai tutorial memotret time lapse siang ke malam tampaknya menjadi salah satu topik yang menarik untuk di ulas. Pasalnya, Salah satu teknik kamera yang tidak kalah menarik untuk kamu pelajari adalah foto time lapse. Teknik foto time lapse dulu digunakan untuk penelitian untuk mengetahui perbedaan waktu atau yang lainnya, namun seiring waktu teknik menjadi sebuah fotografi yang menarik untuk dijadikan sebuah hasil karya seni yang menakjubkan. Untuk itu banyak fotografer pemula yang ingin mengetahui tutorial memotret time lapse siang ke malam ini. Nah, kali ini DIYKamera akan secara lengkap mengulas mengenai tutorial memotret time lapse siang ke malam ini. Foto timelpase dari siang ke malam memang menjadi sebuah foto yang cukup menarik. Pasalnya, foto time lapse ini merupakan penggabungan beberapa foto di waktu yang berbeda namun berada di tempat yang sama. Foto time lapse biasanya sangat disukai oleh fotografer landscape yang biasanya lebih menyukai foto pemandangan. Lalu bagaimanakah cara untuk mendapatkan hasil gambar yang bagus layaknya fotografer profesional? Mari kita simak ulasannya secara lengkap mengenai tutorial memotret time lapse siang ke malam di bawah ini!! Tutorial Memotret Time Lapse Siang Ke Malam Foto timelapse sebenarnya banyak macamnya, namun rupanya tutorial memotret time lapse siang ke malam menjadi hal yang paling banyak ingin diketahui oleh para pecinta fotografi. Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan untuk dapat menghasilkan gambar timelapse yang baik: Gunakan Interval Shooting Tutorial memotret time lapse siang ke malam yang pertama adalah dengan memanfaatkan interval shooting. Apabila kamera kamu tidak ada fitur tersebut, maka kamu bisa menggunakan intervalometer. Setelah menggunakannya, kita baru menentukan waktu yang dibutuhkan ketika memotret. Misalkan ketika ingin memotret dalam waktu 60 menit maka kamu bisa menerapkan hasil gambar hingga 360 frame. Yang perlu diingat adalah, ketika kamu memutuskan untuk mengambil gambar selama 1 jam dengan jumlah gambar 360 frame maka jika akan dijadikan video, hasilnya hanya 15 detik saja. Gunakan Gunakan Tripod Tutorial memotret time lapse siang ke malam yang kedua adalah gunakan tripod. Dalam mengambil foto time lapse membutuhkan waktu yang cukup lama sehingga tidak mungkin kamu akan memegang kamera di tempat yang sama dalam jangka waktu yang cukup lama. Untuk mengatasi masalah tersebut, siapkan tripod untuk stand by di lokasi sehingga kamu bisa menghasilkan gambar yang kamu inginkan. Atur Angle Yang Tepat Setelah kamu menemukan objek yang diinginkan, maka atur angle sebaik mungkin. Setelah kamu menentukan gambar, jangan geser kamera agar hasil gambar tetap sama sehingga kita bisa melihat perbedaannya. Tutorial memotret time lapse siang ke malam yang satu ini merupakan hal yang akan menentukan kualitas dari gambar yang dihasilkan. Setting ISO Pengaturan ISO ini juga perlu kamu atur secara manual karena mengingat kondisi yang berbeda yaitu siang dan malam. Ketika waktu siang, sebaiknya gunakan ISO yang rendah agar gambar tidak over exposure. Begitu pula saat malam, hindari penggunaan ISO yang rendah agar foto tidak under exposure. Gambar yang terlalu terang atau gelap akan menghasilkan gambar yang tidak optimal dan tidak tajam. Tutorial memotret time lapse siang ke malam yang ke empat ini juga akan sangat berpengaruh pada kualitas cahaya pada gambar. Gunakan Mode Manual Terapkan mode manual karena kamu bisa mengatur setting kamera yang kamu inginkan sehingga gambar yang dihasilkan pun lebih optimal. Tekan Auto Exposure Lock Tutorial memotret time lapse siang ke malam yang selanjutnya adalah menekan Auto Exposure Lock. Fitur ini bertujuan agar kamera tidak secara otomatis mengatur pencahayaan. Sebab, fitur ini akan menyebabkan efek ketip pada gambar sehingga gambar tidak bisa maksimal. Gunakan aplikasi premiere atau after effect Nah, pada tahap akhir setelah kamu mendapatkan ratusan atau ribuan foto yang menghabiskan waktu hingga berjam-jam, langkah terakhir adalah pengeditan. Gunakan aplikasi premiere atau after effect untuk mengkonversi foto-foto tersebut menjadi video. Untuk tutorial memotret time lapse siang ke malam yang terakhir ini kawan tentu perlu mendownload aplikasi editing tersebut. Tutorial memotret time lapse siang ke malam yang DIYKamera sampaikan kali ini memang dikhususkan untuk pengambilan gambar timelapse dari siang ke malam. Pasalnya, hal ini memang cukup sering dicari oleh para fotografer pemula. Keindahan yang tercipta dari perpindahan waktu siang ke malam ini memang sangat menarik untuk diabadikan dalam sebuah karya. Nah, semoga tutorial memotret time lapse siang ke malam yang DIYKamera sampaikan kali ini dapat bermanfaat.

Trik Agar Foto Tajam

Trik Agar Foto Lebih Tajam

Trik Agar Foto Lebih Tajam – Ada beberapa trik agar foto lebih tajam yang mungkin dapat digunakan bagi kawan-kawan yang sering mengalami masalah ketajaman gambar ketika menjepret sebuah objek. Di mana, satu kendala atau masalah yang seringkali dijumpai oleh fotografer pemula adalah foto yang tidak tajam atau blur atau bisa dikatakan tidak fokus. Dalam fotografi, kita akan mengenal dengan istilah ‘tack sharp’ yaitu foto yang menunjukkan objek utama yang fokus, lebih detail atau bisa dikatakan gambar terlihat tajam. Nah, untuk itulah penting bagi kawan untuk  mengetahui trik agar foto lebih tajam. Untuk itu, pada kesempatan kali ini, DIYKamera akan memberikan beberapa trik agar foto lebih tajam yang dapat kawan gunakan untuk menghindari ataupun mengatasi beberapa masalah tersebut. Namun, sebelumnya perlu diketahui penyebab foto tidak tajam ada beberapa faktor diantaranya adalah goyangan, setting kamera yang kurang tepat dan banyak lagi. Maka dari itu, ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk mendapatkan gambar yang optimal dan tajam. untuk mengetahuinya lebih lengkap, mari kita simak trik agar foto lebih tajam yang DIYKamera sampaikan di bawah ini. Trik Agar Foto Lebih Tajam Untuk dapat menghasilkan gambar yang tajam tanpa blur, kawan-kawan perlu memperhatikan beberapa trik agar foto lebih tajam di bawah ini: Matikan Fitur Image Stabilizer Trik agar foto lebih tajam yang pertama adalah mematikan fitur stabilizer. Kamera modern saat ini hampir semua sudah dibekali dengan fitur ini. Image Stabilizer ini fungsinya untuk meredam getaran ketika memotret. Namun, fitur ini justru akan memperburuk keadaan ketika kamu menggunakan tripod, jika kamu mengaktifkan fitur ini maka getaran itu justru akan muncul karena VR sedang bekerja. Sehingga, sebaiknya tidak mengaktifkan fitur ini untuk menghindari getaran ketika memotret menggunakan tripod atau penyangga lainnya. Gunakan Focal Length Yang Pendek Trik agar foto lebih tajam yang sekanjutnya adalah mengatur focal length. Jika kamu terbiasa menggunakan focal length yang pendek mungkin kamu merasakan beberapa hal. Ya, dengan focal length memang akan mengurangi getaran namun gambar yang dihasilkan akan lebih fokus dan tidak blur. Gunakan Aperture Rendah Pada umumnya, fotografer akan menggunakan aperture yang aman diantara f/8 hingga f/16. Hal ini mempertimbangkan shutter speed dan ISO yang diterapkan. Untuk itulah, trik agar foto lebih tajam yang ketiga kawan harus menggunakan aperture rendah. Pasalnya, jika bukaan kamera semakin lebar maka gambar yang dihasilkan menimbulkan banyak noise begitu sebaliknya. Terapkan Single Point Auto Focus Single point auto focus merupakan mode pengaturan fokus hanya pada satu titik sehingga foto akan terfokus pada satu objek saja. Mode ini sangat sering digunakan oleh pemula namun tidak oleh fotografer profesional karena membutuhkan beberapa pertimbangan jika menggunakan mode ini. Untuk itu single pont auto focus menjadi salah satu trik agar foto lebih tajam. Ketahui Rule of Thrid Dalam dunia fotografi sangat penting untuk mengetahui komposisi. Ya, komposisi ini bertujuan untuk menempatkan objek sesuai dengan yang diinginkan. Pada umumnya komposisi yang sering digunakan adalah rule of third yang mana aturan penempatan objek foto dalam frame diletakkan pada 4 titik. Rule of third ini sangat penting dalam trik agar foto lebih tajam. Sehingga gambar yang dihasilkan bisa pas, fokus dan tidak miring ke salah satu sisi saja. Atur ISO Jika kamu menggunakan mode manual maka kamu harus memperhatikan ISO yang kamu gunakan. Untuk itu, trik agar foto lebih tajam selanjutnya ini pun terkait dengan ISO. Pasalnya, ISO ini bisa mempengaruhi hasil gambar over exposure atau under exposure. Nah, patokan ukuran ISO yang bisa kamu terapkan untuk segala kondisi adalah di bawah 500. Karena, apabila kamu menggunakan lebih dari 500 maka hasil gambar akan tidak fokus dan terlihat sangat terang. Selain itu, ISO yang tinggi juga memungkinkan untuk menghasilkan noise yang banyak sehingga ketika akan memotret minimalisir mungkin ISO yang akan kamu gunakan. Gunakan Kabel Release Selanjutnya, trik agar foto lebih tajam yang harus diperhatikan adalah menggunakan kabel release. Kenapa harus menggunakan kabel release? Ketika kamu memutuskan untuk memotret menggunakan tripod, kemungkinan yang terjadi hasil foto tidak fokus karena goyangan tangan. Maka dari itu, fungsi kabel release ini adalah menghindari penggunaan tangan sehingga akan meminimalisir goyangan. Hindari Sebaik Mungkin Untuk Menggunakan Filter Lensa Trik agar foto lebih tajam yang terakhir adalah hindari filter lensa. Pasalnya, filter justru akan menghasilkan gambar tidak tajam sehingga akan sangat mempengaruhi hasil akhir. Sebaik mungkin untuk tidak menggunakan filter lensa agar hasil foto terlihat lebih jernih. Nah, dengan beberapa trik agar foto lebih tajam yang DIYKamera sampaikan di atas, tentunya kawan-kawan tidak perlu khawatir lagi hasil gambar akan blur. Dengan menggunakan beberapa cara di atas, kawan-kawan kini dapat menghindari atau mencegah terjadinya blur atau tidak tajamnya gambar hasil jepretan. Nah, demikian beberapa trik agar foto lebih tajam yang dapat DIYKamera sampaikan. Semoga bermanfaat dan selamat mencoba.

Golden Hours Dalam Fotografi

Golden Hours Dalam Fotografi

Golden Hours Dalam Fotografi – Jika kamu adalah orang yang gemar fotografi terutama fotografi landscape atau portrait maka sangat penting untuk memperhatikan golden hours dalam fotografi. Dan dalam dunia fotografi, golden hour juga sering disebut dengan magic hour. Golden hours merupakan waktu pencahayaan terbaik dalam dunia fotografi. Tentu saja, dengan pencahayaan yang bagus gambar yang dapat dihasilkan pun akan terlihat lebih maksimal. Meskipun golden hours dalam fotografi ini memang tidak berlaku ketika kawan-kawan melakukan pemotretan di dalam studio. Namun, hal ini tetap penting untuk diketahui jika kawan-kawan ingin melakukan pemotretan di luar ruangan atau tempat terbuka. Sebagai orang yang sudah profesional dalam hal fotografi pastinya sudah ahli dalam menentukan golden hour, namun akan menjadi hal yang sulit jika kamu adalah fotografer pemula untuk itulah kali ini DIYKamera akan memberikan ulasan mengenai golden hours dalam fotografi secara lebih lengkap. Biasanya, golden hours dalam fotografi terjadi pada waktu setelah dan sebelum matahari tenggelam atau terbit. Biasanya cahaya akan maksimal dan menghasilkan gambar yang bagus ketika pukul 5-7 pagi atau 4-6 sore. Disebut golden hours karena pada saat itu cahaya matahari menerpa subjek foto dari sudut miring sehingga memberi dimensi dan tekstur yang kaya dan memiliki warna yang terkesan hangat. Untuk mendapatkan golden hours dalam fotografi memang membutuhkan teknik, namun teknik ini bisa kamu kuasai dengan rajin berlatih. Jika kamu kesulitan untuk mendapatkan golden hours maka kamu bisa menggunakan beberapa alat seperti situs The Golden Hour, Twillight Calculator dan app Golden Hour untuk IOS atau Android. Nah, untuk mengetahuinya lebih lengkap mari kita simak lebih lengkap mengenai golden hours dalam fotografi di bawah ini!! Golden Hours Dalam Fotografi Seperti yang DIYKamer sampaikan di atas, golden hours dalam fotografi merupakan waktu yang sangat tepat untuk menghasilkan foto paling bagus. Terkadang, ketika dihadapkan pada waktu golden hour, objek yang kita lihat dengan mata telanjang masih terlihat jelas sehingga tampak lebih indah. Namun hal tersebut akan berbeda jika dilihat melalui kamera. Untuk itulah ada beberapa teknik untuk dapat menghasilkan gambar menarik ketika sedang dalam golden hours dalam fotografi. Pada umumnya, hasil gambar ketika golden hour justru berbeda ketika dilihat langsung atau di ambil dari kamera, biasanya hasil gambar akan lebih gelap jika diambil dengan kamera. Untuk mendapatkan hasil gambar yang menarik maka perhatikan beberapa hal berikut: Atur Aperture Ketika golden hours dalam fotografi, matahari akan bergerak lebih cepat sehingga kamu membutuhkan cara yang lebih cepat agar tidak kehilangan momen golden hour. Maka dari itu, gunakan mode aperture priority agar tidak menghasilkan gambar yang terlalu terang atau terlalu gelap. Sebab, kita terkadang tidak memiliki persiapan dalam mengatur kamera sehingga hasil gambar yang didapatkan over exposure atau under exposure. Sebaiknya atur aperture sekitar f/16. Gunakan Manual Mode Dengan menggunakan manual mode maka kamu akan mendapatkan titik fokus sesuai dengan harapan kamu. Terkadang ketika terjadi golden hours dalam fotografi kita sering menjumpai, banyak orang menggunakan auto fokus yang mana gambar tidak terfokus ke objek justru fokus yang lain. Atur ISO Rendah Pada saat golden hours dalam fotografi biasanya level pencahayaan juga akan menjadi lebih rendah. Sehingga gambar bisa akan terlihat lebih gelap daripada dilihat menggunakan mata telanjang, maka untuk mengatasi gambar tidak terlalu gelap gunakan ISO yang lebih cepat. Kamu bisa menggunakan ISO 100 atau lebih rendah, kembali lagi ini tergantung dengan suasana yang kamu inginkan. Gunakan Lensa 24 mm Untuk mendapatkan fokus gambar yang menarik, misalkan sunset maka kamu bisa menggunakan lesan berukuran 18-24 mm. Perlu diketahui sunset merupakan objek paling umum yang sering didapatkan dari golden hours dalam fotografi. Yang pealing penting ketika ingin memotret pada waktu golden hours dalam fotografi agar mendapatkan hasil gambar yang bagus dan menarik adalah dengan memperkirakan jarak dan waktu serta pengaturan kamera yang tepat. Maka dari itu, ketika kamu sudah memasuki waktu golden hour sebaiknya sesegera mungkin atur kamera agar saat waktu golden hours dalam fotografi bisa mendapatkan waktu yang pas sehingga gambar pun akan terlihat lebih maksimal. Golden hour tidak hanya dilakukan untuk fotografi saja melainkan juga videografi, mungkin kita sering melihat beragam film yang memanfaatkan golden hour sebagai latar saat adegan pada film tersebut. Demikian informasi yang dapat DIYKamera sampaikan mengenai golden hours dalam fotografi. Semoga bermanfaat dan salam DIYKamera!!

Tips Foto Supermoon

Tips Foto Supermoon yang Indah dan Sempurna

Tips Foto Supermoon – Tips foto supermoon menjadi salah satu hal yang cukup penting diketahui bagi kawan-kawan yang berniat menjadi fotografer profesional. Fenomena supermoon memang sangat jarang dijumpai maka dari itu hasil foto supermoon bisa dibilang langka dan momen yang tidak bisa terlupakan. Fenoma supermoon ini menjadi salah satu objek foto yang menarik untuk di abadikan, untuk itulah perlu beberapa tips foto supermoon untuk dapat menghasilkan gambar yang sempurna. Fenomena supermoon sendiri merupakan jarak bumi dengan bulan berada pada titik berdekatan dalam tahun tersebut. Maka dari itu, bulan akan terlihat lebih terang dan besar. Lantas bagaimana sih tips foto supermoon agar dapat menghasilkan gambar terbaik? Beberapa tips foto supermoon yang akan DIYKamera sampaikan di bawah ini mungkin akan cukup berguna bagi kawan-kawan yang berniat mengabadikan momen langka ini dalam bentuk foto. Di Indonesia, fenomena supermoon terbesar setalah 70 tahun sempat terjadi pada tahun 2016. Tentu saja untuk menangkap momen tersebut, diperlukan dokumentasi. Terkadang, jika kita tidak mengetahui tips foto supermoon yang tepat maka hasil gambar justru akan terlihat kecil dan tidak sesuai dengan ekspektasi kita. Agar tidak salah melakukan fotografi supermoon, langsung saja simak ulasan yang DIYKamera sampaikan secara lengkap mengenai tips foto supermoon di bawah ini: Tips Foto Supermoon Pilih Posisi Yang Tepat Tempat yang baik untuk mengabadikan fenomena supermoon adalah tempat yang bisa menunjukkan skala pembanding antara bulan dan objek foto lainnya. Lokasi yang sangat memungkinan untuk mendapatkan fenomena ini diantaranya pantai, bukit atau tempat yang lapang dan gelap sehingga bulan akan terlihat jelas. Dan yang menjadi kendala ketika kamu membidik foto supermoon ketika di perkotaan, mencaru lokasi yang sedikit gelap dan sedikit cahaya menjadi salah satu tips foto supermoon agar hasil foto fenomena supermoon bisa maksimal. Setting Manual Fokus Untuk membidik supermoon sangat tidak disarankan untuk menggunakan auto fokus. Karena hasilnya tidak akan maksimal, terlebih supermoon juga memiliki waktu yang singkat walaupun tidak sesingkat ketika gerhana bulan/matahari. Selain itu, alasan tidak disarankan untuk menggunakan auto fokus pada tips foto supermoon ini adalah karena tempat yang gelap ketika membidik fenomena supermoon tersebut yang mengakibatkan fokus kemana-mana. Maka disarankan untuk menggunakan manual fokus agar kamu bisa menyesuaikan fokus sesuai dengan kebutuhan. Seorang fotografer NASA, Bill Ingalls menyarankan untuk menggunakan jari agar bisa mendapatkan keseimbangan cahaya yang tepat ketika membidik supermoon. Menahan jari tersebut bertujuan untuk mengunci fokus, kemudian kamu bisa menggeser jari untuk mencerahkan atau menggelapkan exposure. Gunakan Spot Metering Spot metering menjadi salah satu tips foto supermoon yang digunakan untuk mengisolasi objek bulan pada latar langit yang gelap. Berbeda jika kamu menggunakan matrix metering yang justru digunakan untuk latar citycape. Manfaatkan Teleconverter Jika kamu tidak memiliki lensa yang panjang untuk melihat permukaan bulan secara jelas, maka tips foto supermoon yang dapat kamu gunakan adalah memanfaatkan teleconverter pada kamera kamu untuk mengatur panjang lensa. Sehingga kamu bisa dengan jelas melihat permukaan bulan yang terlihat bopeng tersebut. Gunakan Tripod Lagi-lagi perlengkapan yang penting ketika digunakan untuk mengabadikan momen adalah tripod. Pasang tripod kamu kemudian hidupkan vibration reduction/image stabilization untuk menghindari gambar blur. Pada tips foto supermoon ini kamu dapat mengatur aperture lensa kamu dengan f/4 hingga f/8 Atur Komposisi Memanfaatkan momen justru akan menghasilkan gambar yang unik, menarik dan enak dipandang. Begitu pula dengan fenomena supermoon, kamu bisa mengambil beberapa angle untuk mendapatkan komposisi supermoon yang pas. Atau kamu bisa menggunakan aksesoris lainnya untuk memperlengkap foto supermoon kamu. Pada tips foto supermoon ini, Kamu bisa memanfaatkan objek sekitar kamu seperti pohon, pantai, tiang listri atau objek lainnya yang fungsinya agar frame foro Kamu tidak terkesan kosong dan terlihat supermoon saja. Di sisi lain, jika kawan-kawan menggunakan smartphone sebagai alat perekam, maka tips foto supermoon yang harus diperhatikan adalah lokasinya. Berbeda dengan tips untuk kamera biasa yang disarankan untuk memotret supermoon di tempat yang gelap. Jika Kamu menggunakan smartphone, kawan justru disarankan untuk berada di tempat terang. Jika kamu ke tempat yang lebih terang memang supermoon tidak akan terlihat maksimal namun setidaknya kamu akan mendapatkan frame penuh supermoon dengan latar yang indah. Cukup tap layar dan tahan maka akan muncul pilihan menerangkan atau menggelapkan exposure foto. Kamu bisa memilih exposure foto lebih terang untuk mendapatkan hasil gambar yang jelas. Demikian ulasan mengenai tips foto supermoon yang dapat DIYKamera berikan. Semoga bermanfaat dan selamat mencoba!

Cara Memotret Time Lapse

Cara Memotret Time Lapse

Cara Memotret Time Lapse – Apakah kawan-kawan mengetahui bagaimana cara memotret time lapse? Fotografi time lapse merupakan teknik penggabungan beberapa foto yang sa,ing berhubungan dan bisa menjadi video yang menarik. Pada intinya, foto time lapse ini bertujuan untuk membedakan objek pada rentang waktu yang cukup lama. Maka dari itu, cara memotret time lapse memang bisa dibilang tidak mudah dan membutuhkan kesabaran. Adapun contoh foto time lapse seperti fenomena gerhana bulan, tumbuhan yang tumbuh, perbedaan nuansa siang ke malam. Karena cara memotret time lapse yang membutuhkan kesabaran ekstra, dulu, foto semacam ini hanya dilakukan oleh fotografer time lapse saja karena masih banyak tidak tertarik dengan jenis foto ini. Seiring perkembangan jaman, dan diketahuinya tips cara memotret time lapse yang mudah, saat ini foto time lapse sudah mulai memiliki banyak peminat karena banyaknya fotografer yang mulai berkembang. Bahkan foto time lapse juga bisa digunakan untuk bidang pendidikan, pekerjaan dll. Karena dengan time lapse maka kamu bisa melihat perbedaan yang cukup mencolok. Sedangkan masalah yang terjadi untuk cara memotret time lapse adalah penerangan, maka dari itu kamu perlu memperhatikan beberapa setting kamu kamu. Adapun yang perlu kamu persiapkan diantaranya adalah tripod, interval shoot atau intervalometer dan kesabaran. Nah, untuk mengetahui mengenai cara memotret time lapse dengan mudah secara lengkap, mari kita simak ulasan dari DIYKamera berikut ini: Cara Memotret Time Lapse Untuk dapat menghasilkan hasil foto time lapse  yang menari, kawan-kawan perlu memperhatikan beberapa cara memotret time lapse di bawah ini: Pilih Objek Cara memotret time lapse yang pertama adalah pilih objek yang ingin kamu abadikan. Jika foto berada diluar maka yang perlu kamu lakukan adalah mengecek cuaca saat itu dan persiapkan perlengkapan jika sewaktu-waktu turun hujan. Tekan Shutter Lebih Halus Cara memotret time lapse yang selanjutnya adalah kamu harus menekan rana lebih lambat karena objek yang kamu bidik tidaklah sedikit. Dan gunakan blur gerak untuk membuat ilusi time laposes terlihat lebih halus. Untuk hasil yang lebih halus maka kamu bisa mengambil gambar dalam jumlah yang banyak. Misalkan jika kamu ingin menghasilkan video berdurasi 1 menit maka kamu bisa menargetkan 1 detik dengan standar 24 fps maka kamu haraus memotret sebanyak 1440 foto per frame untuk 1 video tersebut. Kompisisi Yang Tepat Pengaturan komposisi menjadi salah satu cara memotret time lapse, karena hal tersebut memang akan mempengaruhi hasil gambar lebih menarik, maka ambillah beberapa layar depan yang menarik dan pastikan kamu mengambil angle yang menarik. Komposisi ini sangat penting dalam dunia fotografi begitulah saat fotografi time lapse. Tetapkan Fokus Penetapan fokus dalam cara memotret time lapse ini dilakukan untuk mendapatkan hasil gambar yang pas dan menarik. Seperti halnya ketika kamu melakukan star trail yang membutuhkan long exposure, maka dari itu kamu perlu mengatur fokus secara manual dan biasanya atur infinitas jika kamu memotret dalam mode landscape. Pilih Interval Yang Pas Dalam cara memotret time lapse ini, lamanya mengatur interval antara pelepas shutter memang berbeda-beda, jika kamu menampilkan gerakan yang cukup cepat maka interval harus lebih pendek daripada interval saat memotret fenomena alam seperti gerhana atau tumbuhan yang tumbuh. Sedangkan untuk objek yang cepat seperti pesawat terbang atau sepeda yang sedang melaku maka tekan shutter secara manual menggunakan interval shoot atau remote. Gunakan Tripod Tripod menjadi salah satu komponen yang tidak kalah penting dalam cara memotret time lapse. Dengan tripod maka hasil gambar akan jauh lebih stabil dan tidak goyang. Nah, demikian beberapa tips atau cara memotret time lapse agar dapat menghasilkan gambar time lapse yang sempurna. Hal yang perlu kamu perhatikan adalah selalu siapkan baterai cadangan apabila baterai kamera kamu habis. Kamu bisa menggunakan baterai grip yang mana digunakan untuk menyediakan baterai cadangan. Jika harus mengganti baterai di tengah proses pemotretan time lapse, pastikan untuk tidak menggeser atau merubah posisi kamera. Semoga beberapa cara memotret time lapse yang DIYKamera sampaikan dapat bermanfaat dan berguna. Selamat mempraktekan dan salam DIYKamera!!!

Foto Makro Dengan Kamera Saku

Membuat Foto Makro Dengan Kamera Saku

Foto Makro Dengan Kamera Saku – Foto makro dengan kamera saku nampaknya menjadi salah satu topik yang menarik untuk diulas. Pasalnya, banyak dari pecinta fotografi pemula yang ingin menghasilkan foto makro namun hanya memiliki piranti kamera saku. Secara sederhana foto makro dapat diartikan sebagai hasil memotret benda atau makhluk berukuran kecil. Atau secara lebih spesifik foto makro merupakan fotografi dengan jarak yang sangat dekat yang bertujuan untuk mendapatkan detail yang tinggi namun tidak memerlukan bantuan alat pembesar optik. Foto makro dengan kamera saku menjadi hal yang banyak dipertanyakan oleh fotografer pemula. Pasalnya, biasanya untuk memotret subjek kecil, kebanyakan fotografer memilih menggunakan kamera DSLR yang dilengkapi dengan lensa macro. Karena, untuk mendapatkan hasil gambar macro tidaklah mudah, tidak semua orang bisa mendapatkan gambar yang bagus dan fokus. Nah, lantas bagaimana caranya ya untuk menghasilkan foto makro dengan kamera saku? Jika kawan-kawan bertanya-tanya mengenai cara menghasilkan foto makro dengan kamera saku, kunjungan kawan ke laman DIYKamera kali ini sepertinya sangat pas. Mengingat, kali ini DIYKamera akan secara rinci menjelaskan mengenai hal tersebut. perlu diketahui foto makro biasanya memiliki rasio 1:1 yaitu besar gambar yang dihasilkan sama ukurannya dengan benda aslinya. Lantas jika demikian apakah bisa menghasilkan foto makro dengan kamera saku? Pada dasarnya untuk mendapatkan hasil foto makro seorang fotografer membutuhkan kamera yang support dengan mode makro, lalu apakah kamera saku menciptakan hasil gambar makro? Mari kita simak ulasan selengkapnya mengenai cara menghasilkan foto makro dengan kamera saku di bawah ini. Foto Makro Dengan Kamera Saku Untuk menghasilkan foto makro dengan kamera saku ada beberapa hal yang perlu diperhatikan diantaranya adalah berikut ini: Gunakan Mode Makro Biasanya kamera saku memiliki beberapa mode diantaranya adalah mode makro yang logonya bergambar bunga. Dengan menggunakan mode ini maka kamu bisa memotret foto makro dengan kamera saku. Namun perlu diingat bahwa tidak semua mode makro pada kamera sama dan menghasilkan fokus yang berbeda, namun biasanya antara 5 hingga 1 cm. Maka dari itu, untuk mengatasinya atur juga aperture dengan ukuran yang lebih besar. Setting Aperture Seperti yang disinggung pada tahap pertama yaitu setting aperture. Ketika kamu memilih mode makro maka kamu bisa mensetting aperture pada kamera sesuai dengan yang kamu butuhkan. Misalkan dalam setting aperture kamu menjumpai f/2, f/4 dll, maka pilih angka yang lebih besar untuk menghasilkan bidang fokus yang luas, sebaliknya jika kamu memilih angka yang lebih kecil maka akan menghasilkan bidang fokus yang lebih sempit. Untuk amannya, dalam membuat foto makro dengan kamera saku kamu bisa menerapkan aperture f/4 atau f/5.6. Setting Manual Focus Biasanya untuk mendapatkan foto yang fokus maka kamu akan mengandalkan setting Auto. Setting tersebut memang tidak salah namun tidak selamanya kamu mengandalkan setting tersebut untuk mengambil foto Auto. Nah, dalam membuat foto makro dengan kamera saku ini kamu bisa menggunakan setting manual fokus yang diperlukan untuk menentukan titik fokus pada subjek sesuai dengan yang kita inginkan. Jika kamu sudah menerapkan mode makro maka setting manual fokus akan jauh lebih mudah. Yang tidak kalah penting setelah menerapkan setting manual fokus adalah pengambilan gambar dengan komposisi yang pas. Untuk masalah komposisi, kamu bisa menerapkan Rule of Third. Apabila tidak menerapkan komposisi tersebut, kamu bisa memilih angle yang pas dan sesuai dengan pasion kamu. Atur Pencahayaan Dalam keadaan gelap misalkan ketika awan mendung, kita seringkali memanfaatkan flash untuk hasil gambar yang lebih cerah. Namun, jika kamu ingin membuat foto makro dengan kamera saku justru flash tersebut tidak akan membantu kamu untuk mendapatkan hasil gambar yang bagus. Untuk mengatasi hal tersebut maka kamu membutuhkan reflektor seperti kertas putih agar sasaran foto terlihat lebih cerah. Manfaatkan Timer Kamera Kamu bisa memanfaatkan timer yang ada pada kamera saku karena hasil gambarnya akan lebih tajam. Seringkali kita mengalami gambar tidak fokus dikarenakan ketika membidik objek dan menekan shutter kamera justru kamera goyang. Untuk dapat membuat foto makro dengan kamera saku, kamu bisa memanfaatkan timer kamera karena kamu bisa mengaktifkan kamera tanpa harus menekan tombol shutter. Untuk hasil lebih baik dan komposisi yang pas, kamu bisa memanfaatkan tripod. Tripod juga meminimalisir hasil gambar blur yang diakibatkan saat memegang kamera goyang. Beberapa tips untuk membuat foto makro dengan kamera saku di atas dapat kawan-kawan praktekan dengan mudah. Tentu, dengan mengetahui beberapa tips di atas, kawan-kawan kini dapat menghasilkan foto makro tanpa harus menggunakan kamera DSLR dengan lensa makro. Karena sejatinya, untuk dapat menghasilkan foto makro yang cantik kawan juga dapat memanfaatkan kamera saku yang ada. Meskipun, foto makro dengan kamera saku hasilnya memang tidak sesempurna dengan hasil foto makro dengan menggunakan lensa makro atau kamera DSLR. Namun, setidaknya dengan beberapa cara di atas, kawan-kawan dapat menghasilkan foto makro yang cukup baik. Demikian ulasan yang dapat DIYKamera berikan mengenai foto makro dengan kamera saku. Selamat mencoba dan sampai jumpa.

Pengertian Piksel

Memahami Piksel dan Resolusi

Memahami Piksel dan Resolusi – Sudahkah kamu mengerti serta memahami piksel dan resolusi foto digital? Atau kamu hanya tahu sedikit tentang hal tersebut? Bagi kawan-kawan pecinta fotografi tentu sudah tidak asing lagi dengan istilah tersebut. Namun, tidak jarang pula dari kawan-kawan yang hanya mengetahui sitilah tanpa memahami piksel dan resolusi ini. Piksel dan resolusi memang tidak bisa dilepaskan dari dunia fotografi. Kedua istilah tersebut dapat dikatakan sebagai faktor utama penentu kualitas sebuah foto ataupun gambar. Nah, untuk lebih memahami piksel dan resolusi, kali ini DIYKamera akan menguraikannya secara lengkap. Memahami piksel dan resolusi bagi kawan-kawan pecinta fotografi sangatlah penting. Pasalnya, hal ini dapat berguna untuk dapat menghasilkan gambar jepretan dengan kualitas yang baik dan sempurna. Piksel dan resolusi ini juga penting dipahami agar kawan-kawan dapat membedakan antar kualitas gambar. Nah, langsung saja untuk lebih jelasnya mengenai memahami piksel dan resolusi simak uraian di bawah ini! Pengertian Piksel Pertama-tama DIYKamera akan menguraikan mengenai pengertian Piksel dan megapiksel. Piksel (pixel) merupakan singkatan dari Picture Elements, dan diartikan sebagai jutaan titik kecil yang menyusun sebuah foto digital. Setiap piksel membawa informasi yang menentukan warna (hue), kekuatan warna tersebut (saturation), dan seberapa terang warna tersebut ditampilkan (brightness). Hampir semua foto terdiri dari jutaan piksel, dimana satu megapiksel merupakan satu juta piksel, maka jika kita melihat, kita tidak bisa mengenali sebuah piksel secara terpisah dan yang terlihat hanyalah satu kesatuan utuh foto dengan gradasi halus antara gelap-terang, pergeseran warna, dan tone. Selain mengetahui pengertian Piksel, kamu juga dapat melihat piksel dengan me-resize ukuran gambar. Semisal kamu memiliki ukuran resolusi foto 600 x 450 piksel, yang merupakan ukuran piksel yang lumayan kecil, maka kamu belum dapat melihat sebuah piksel dengan mata telanjang karena semua tampak halus dan mulus. Akan tetapi, dengan kamu merubah resolusi foto tersebut menjadi ukuran 100 x 75 piksel, kamu sudah bisa mengetahui pengertian piksel dan bagaimana piksel menyusun foto tersebut. Apalagi jika kamu mencoba memilih resolusi yang lebih rendah, misal ukuran 40 x 30 piksel, maka kamu dapat melihat masing-masing kotak piksel yang terlihat seperti susunan puzzle, sehingga kamu dapat  melihat piksel demi pikselnya. Fenomena dimana kamu dapat melihat piksel demi piksel yang menyusun foto tersebut, maka biasa disebut dengan pixelate. Selain pengertian piksel, yang juga patut dipahami adalah pengertian resolusi. Pengertian Resolusi Selanjutnya DIY Kamera akan mengulas mengenai pengertian resolusi foto. Jika kamu ingin mengetahui resolusi sebuah gambar digital, maka kamu dapat melihat ukuran pikselnya, karena resolusi sebuah gambar digital diukur dalam pixel per inch ( ppi – piksel perangkat inchi ) dan resolusi standar untuk kualitas foto adalah 300 ppi. Jadi, jika kamu ingin mengetahui berapa megapiksel yang dimiliki sebuah kamera digital, kamu bisa mengetahui ukuran print yang optimal untuk foto yang dihasilkan kamera tersebut. Contohnya, kita asumsikan sebuah kamera digital yang memiliki resolusi 6 Megapiksel (MP), dengan ukuran panjang 2816 piksel dan lebar 2112 piksel, maka total resolusinya yaitu 6 MP. Sampai disini apakah kawan-kawan sudah dapat memahami pengertian resolusi? Untuk menghitung ukuran print optimum yang biasa dihasilkan kamera, maka kamu dapat membaginya yaitu 2816 x 2112 piksel dibagi dengan 300 ppi dan hasilnya adalah 9,5 dan 7 inchi. Jadi dapat disimpulkan bahwa sebuah kamera digital dengan resolusi 6 MP bisa menghasilkan print foto dengan ukuran 9,5 x 7 inchi atau 24 x 18 cm. Untuk layar monitor, standar yang dipakai adalah 72 ppi (Windows) dan 96 ppi (Mac), sehingga tampilan di layar monitor sebenarnya masih jauh dibandingkan dengan resolusi standar untuk print (300 ppi). Dalam hal ini pengertian resolusi artinya sebuah foto yang masih tampak bagus di monitor, belum tentu sebagus saat di print. Akan tetapi, sebuah foto yang mulai kelihatan pixelate saat diprint di 300 ppi bisa jadi tampak halus di monitor komputer. Secara umum, rata-rata kamera digital yang sekarang, mulai mendekati angka 24 megapiksel sebagai resolusi standar, maka akan memiliki kemampuan print yang jauh lebih besar dibandingkan dengan rata-rata kebutuhan pemakainya.  Namun, ukuran megapiksel sebuah kamera bukanlah faktor terpenting saat kamu ingin membeli sebuah kamera. Nah, apakah kawan-kawan sudah paham mengenai pengertian resolusi ini? Dengan memahami piksel dan resolusi kawan-kawan pecinta fotografi kini mengetahui mengenai ukuran maupun kualitas gambar ataupun foto. Dari pengertian piksel dan pengertian resolusi yang DIYKamera sampaikan di atas, tentunya kawan-kawan dapat memahami perbedaan antara piksel dan resolusi. Nah, demikian ulasan dari DIYKamera kali ini. Semoga ulasan kali ini dapat membantu kawan-kawan untuk memahami piksel dan resolusi dengan lebih jelas. Sampai jumpa.

Tips Foto Kembang Api Tahun Baru

7 Tips Foto Kembang Api Tahun Baru yang Menarik

Tips Foto Kembang Api Tahun Baru – apakah kawan-kawan pecinta fotografi sudah mengetahui tips foto kembang api tahun baru? Momen tahun baru merupakan momen yang tidak bisa dilewatkan begitu saja oleh pecinta fotografi untuk mengabadikan foto kembang api yang menawan. Beberapa bulan lagi tahun baru akan segera tiba, nah apakah kamu ingin mengabadikan foto kembang api yang menarik dan tajam? Nah, nampaknya tips foto kembang api tahun baru akan cukup berguna bagi kawan-kawan yang ingin mengabadikan momen tahunan tersebut dengan apik. Untuk itu, pada kesempatan kali ini DIYKamera akan secara khusus mengulas mengenai tips foto kembang api tahun baru. Pasalnya momen tahun baru memang akan terdapat banyak momen yang menarik untuk di abadikan melalui lensa. Karena waktunya yang dilaksanakan dimalam hari, memotret kembang api di tahun baru memerlukan teknik khusus. Untuk itu mari kita simak ulasan lengkap mengenai tips foto kembang api tahun baru di bawah ini! Tips Foto Kembang Api Tahun Baru Untuk mendapatkan kualitas foto kembang api yang menarik dan tajam, kamu dapat menggunakan tips dari DIY Kamera berikut ini : Jangan Menebak Arah Kembang Api Salah satu kesulitan utama memotret kembang api yaitu arahnya susah ditebak. Oleh karena itu, tips foto kembang api tahun baru yang cukup penting adalah jangan menebak arah kembang api tersebut. Arahkan lensa dan set zoom kamu untuk menyapu area yang cukup luas. Akan lebih baik jika menggunakan lensa zoom standar yang cukup ideal untuk dipakai pada kondisi ini, sehingga dimanapun munculnya kembang api, kamu bisa memotretnya dengan baik. Selanjutnya, kamu dapat mengedit foto dengan mengecrop foto tersebut sesuai selera. Namun, akan lebih baik jika kamu sejak awal mengetahui di sebelah mana kembang api itu akan diluncurkan dan ke arah mana saja meluncurnya kembang api tersebut sehingga kamu bisa membidiknya dengan baik. Wajib Menggunakan Tripod Jika kamu menginginkan foto kembang api yang layak dipajang di pameran, atau minimal di ruang tamu, tips foto kembang api tahun baru yang harus dilakukan adalah kamu wajib membawa tripod untuk menjaga kestabilan kamera sehingga dapat menghasilkan foto kembang api yang tajam dan tak terbayang atau blur. Jika kamu merasa merepotkan menggunakan tripod, kamu juga bisa memanfaatkan Gorillapod. Selain itu, kamu juga bisa memiliki shutter release  (baik kabel maupun wireless) agar kamu bisa bebas mengawasi langit sehingga kemungkinan kamu memperoleh momen yang pas lebih besar. Gunakan Resolusi Terbesar Kamera Agar Hasil Crop Foto Masih Bagus Tips foto kembang api tahun baru yang selanjutnya adalah settinglah ukuran foto terbesar yang dapat dihasilkan oleh kamera kamu. Set ukuran file Large di kamera kamu agar saat dicrop, hasil foto yang sudah dipotong masih cukup bagus untuk dicetak ukuran besar. Lebih idealnya, manfaatkanlah fitur RAW dan jangan lupa gunakan ISO rendah yaitu 100 atau 200 agar noise terjaga. Matikan Autofokus Matikanlah autofokus dan gunakanlah fokus manual agar gerakan yang cukup cepat dari kembang api dalam kondisi minim cahaya tersebut dapat tertangkap baik oleh kamera. Cara paling mudah adalah set manual fokus dan pilih set fokus lensa di infinity. Saat kamu mengubah zoom lensa, tips foto kembang api tahun baru yang perlu diperhatikan selanjutnya adalah jangan lupa set fokus yang baru. Matikan Flash Saat memotret kembang api, matikanlah flash. Flashmu tidak akan berguna sama sekali karena jangkauannya yang pendek dan bahkan bisa memperburuk foto dengan menerangi daerah yang tidak perlu. Tips Setting Eksposur Untuk mendapatkan hasil yang lebih baik, tips foto kembang api tahun baru selanjutnya adalah gunakan mode manual eksposur. Dalam hal kondisi pemotretan kembang api pada umunya, gunakanlah setting eksposur kecepatan kembang api normal dengan Aperture F/16 – Shutter 2 detik dan ISO 100, atau Aperture f/14  – shutter 2 detik dan ISO 200. Untuk kembang api rentetan cepat, gunakanlah Aperture f/18 – Shutter 1.25 detik dan ISO 100. Setting tersebut hanyalah saran, kamu bisa mengubahnya sesuai dengan seleramu jika mau. Potretlah Sebanyak-banyaknya Tips foto kembang api tahun baru  yang terakhir adalah bidiklah kembang api sebanyak yang kamu mau. Semakin banyak kamu memotret, maka paling tidak banyak foto bagus yang bisa kamu dapat sehingga kamu bisa memilih hasil bidikan terbaik yang akan kamu pamerkan baik di media sosial maupun di pameran. Nah, bagaimana? Apakah sudah cukup memahami beberapa tips foto kembang api tahun baru yang DIYKamera ulas di atas? Tentunya untuk lebih jelasnya kawan-kawan harus langsung mempraktekannya secara langsung. Pasalnya, jika kawan-kawan tidak mempraktekannya maka tetap akan kesulitan untuk memahami beberapa tips foto kembang api tahun baru di atas. Nah, dengan beberapa tips yang DIYKamera sampaikan di atas, kini kawan-kawan sudah bisa mempersiapkan beberapa kelengkapan untuk dapat memotret kembang api tahun baru yang akan berlangsung beberapa bulan lagi. Demikian, ulasan tips foto kembang api tahun baru kali ini. Semoga bermanfaat dan sampai jumpa kawan!!

Tips Foto Dari Jendela Pesawat

8 Tips Foto Dari Jendela Pesawat

Tips Foto Dari Jendela Pesawat – Jika kamu merasa jenuh dan gelisah saat terbang, baik menjelang take off atau pun landing, tips foto dari jendela pesawat mungkin akan cukup berguna untuk mensiasati kejenuhan dan kegelisahan tersebut. Selain dapat mengusir kejenuhan ataupun kegelisahan, mengambil gambar dari jendela pesawat juga cukup menarik dilakukan. Pasalnya, ketika kita terbang menggunakan pesawat, ada beberapa objek yang tidak bisa kita dapatkan dari daratan. Untuk itu agar dapat menghasilkan gambar terbaik, tips foto dari jendela pesawat patut dipahami dengan baik. Meskipun tidak sebanyak objek di daratan, namun objek-objek yang dapat kita jepret dari dalam jendela pesawat terbilang cukup unik. Dengan beberapa tips foto dari jendela pesawat yang akan DIYKamera jabarkan kali ini bisa digunakan untuk menghasilkan foto dari jendela pesawat yang menarik. Objek sayap pesawat dan awan memang menjadi objek yang peling sering dijepret dari jendela pesawat. Meskipun sebenarnya masih banyak objek lain yang juga menarik. Nah, untuk menghasilkan foto yang sempurna beberapa tips foto dari jendela pesawat di bawah ini patut kawan-kawan coba! Tips Foto Dari Jendela Pesawat Ada beberapa tips foto dari jendela pesawat yang dapat membantu kamu, diantaranya sebagai berikut: Pilih tempat duduk strategis Tips foto dari jendela pesawat yang pertama adalah lokasi tempat duduk. Jika kamu ingin memotret dari balik jendela pesawat, pastinya kamu harus memilih tempat duduk yang berada di dekat jendela. Usahakannlah memilih tempat duduk yang sedikit jauh dari sayap pesawat agar pemandangan di luar tidak terhalang. Jika memang terpaksa kamu mendapatkan view tersebut, ikutkan sekalian sayap pesawatnya. Sejajarkan dan dekatkan ujung lensa dengan kaca jendela pesawat Tips foto dari jendela pesawat yang kedua dan cukup penting adalah hindari menempelkan lensa kamera ke kaca karena pesawat memiliki getaran dan akan membuat hasil foto menjadi kurang tajam karena terjadi guncangan saat membidik. Posisikan ujung lensa agar sejajar mungkin dengan jendela dan sedekat mungkin dengan permukaan kaca namun jangan sampai menempel. Kurangi pantulan dari kaca jendela Ketika kita ingin memotret melewati kaca jendela, tentunya kita harus mencoba mengurangi refleksi dari kaca agar foto lebih kontras dan tajam. Untuk meminimalisir pantulan, tips foto dari jendela pesawat yang dapat kawan-kawan coba adalah pasang lensa hood dan dekatkan dengan kaca jendela. Jika lens hood tidak tersedia, gunakanlah satu tangan untuk menutup sekeliling ujung depan lensa. Jangan memakai filter CPL Lepaskan filter CPL dari ujung lensa ketika kamu akan membidik dari jendela pesawat juga menjadi salah satu tips foto dari jendela pesawat. Hal ini bertujuan agar kamu tidak mendapatkan foto dengan pelangi palsu seperti ketika kamu nekat memasang CPL. Gunakan manual fokus Gunakanlah manual fokus atau set titik fokus ke infinity untuk mendapatkan hasil gambar lebih baik. Tips foto dari jendela pesawat yang satu ini sangatlah penting, karena mengunci fokus menggunakan auto fokus sangat susah saat harus melewati dua lapis jendela pesawat. Matikan flash Flash tidak akan berguna untuk menerangi awan, gunung, atau apapun yang jaraknya puluhan meter sampai kiloan meter sehingga jika kamu menggunakan flash akan sia-sia. Oleh karena itu, mematikan flash juga menjadi salah satu tips foto dari jendela pesawat. Untuk memotret ke bawah, tunggu sampai pesawat menukik atau miring Di saat moment landing atau sesaat setelah take off, pesawat dalam kondisi miring sehingga kamu dapat membidik ke bawah dengan sempurna. Perlu diingat juga bahwa pada saat pesawat berada di ketinggian maksimalnya, seringkali kaca jendela pesawat menjadi berembun atau terkadang malah tertempel es. Nah, tips foto dari jendela pesawat disaat seperti ini, kamu harus mulai membidik ketika pesawat masih berada di ketinggian rendah. Rekomendasi setting exposure Meski pesawat jet memiliki getran yang lebih lembut dan ada beberapa lensa kamera yang telah dilengkapi dengan fitur IS/VR, akan tetapi ada baiknya kamu menggunakan shutter speed yang lumayan cepat yang mengikuti aturan focal length, yaitu paling aman gunakan speed diatas  1/250 dan semakin cepat saat kamu harus memotret tanah di bawah. Tips foto dari jendela pesawat yang dapat digunakan adalah setting aperture di angka aman f/8, ISO tinggi (tapi jangn terlalu tinggi agar tidak terjadi noise), mengingat kamu akan mencari foto dengan resolusi sempurna dari dalam jendela pesawat. Tips foto dari jendela pesawat tersebut tentunya dapat membantu kawan-kawan untuk dapat menghasilkan gambar yang menawan dan sempurna. Yang perlu dicatat adalah, kabin pesawat merupakan tempat umum yang di dalamnya juga terdapat penumpang lain. Sehingga penting untuk dicatat bahwa kawan-kawan untuk tetap menjaga ketenangan di dalam kabin. Nah, demikian tips foto dari jendela pesawat yang dapat DIYKamera berikan. Semoga bermanfaat dan salam DIYKamera!!  

Cara Memegang Kamera Dengan Benar

Cara Memegang Kamera dengan Benar

Cara Memegang Kamera dengan Benar – Cara memegang kamera dengan benar saat memotret merupakan salah satu faktor kunci yang menentukan tingkat ketajaman serta fokus dari foto-foto yang kalian ambil. Pernahkah kamu melihat hasil fotomu blur? Nah, bisa jadi foto blur tersebut disebabkan oleh adanya goncangan kamera yang bisa ditimbulkan dari cara memegang atau posisi tubuh yang salah ketika kamu membidik objek (ketika tombol shutter ditekan). Untuk itulah pengetahuan mengenai cara memegang kamera dengan benar atau posisi yang benar wajib dipahami. Umumnya, goncangan kamera atau Camera Shake kerap terjadi ketika membidik objek dalam rendah cahaya (low light), dan juga saat penggunaan Shutter Speed lambat. Lantas bagaimana ya cara memegang kamera dengan benar? Sebenarnya cara memegang kamera dengan benar tidaklah mutlak seperti ketika kawan memegang senjata api atau alat lain. Karena sebenarnya, hal tersebut sebenarnya tergantung kenyamanan para pengguna. Namun, apabila kamu mempelajari cara memegang kamera sejak awal, maka akan membangun sebuah kebiasaan yang  dapat menentukan sikap dan cara memegang kamera dengan benar saat memotret di masa yang akan datang sehingga banyak sekali manfaatnya. Karena ketika kawan-kawan memegang atau menentukan sikap ketika akan memotret tidak jarang akan mempengaruhi kualitas gambar dari hasil jepretan. Nah, untuk itu kali ini DIYKamera akan secar lengkap memberikan ulasan dan informasi mengenai cara memegang kamera dengan benar di beberapa segmen di bawah ini. Cara Memegang Kamera Dengan Benar Cara memegang kamera dengan benar sebenarnya cukup mudah, di mana kawan-kawan sebenarnya hanya perlu menggunakan tangan kanan untuk menggenggam pegangan sisi sebelah kanan kamera dan tempatkan ibu jari di belakang kamera, serta tiga jari melingkar mengarah ke depan dan kemudian jari telunjuk bersandar pada tombol shutter. Seperti yang kita semua ketahui, kamera digital sekarang kebanyakan sudah memiliki bentuk pegangan yang secara otomatis menunjukkan ke mana posisi tiga jari kita seharusnya berada. Cara memegang kamera dengan benar kawan-kawan harus memegangnya dengan kuat, tetapi jangan terlalu kuat agar tidak menghasilkan foto blur. Posisi tangan kiri bisa beragam, tergantung dari tipe kamera digital yang kalian miliki. jika kamu menggunakan kamera DSLR, maka tangan kiri kamu seharusnya berada di bawah kamera dengan tujuan dapat menahan beban kamera menggunakan telapak tangan. Sedangkan ibu jari dan telunjuk tangan sebelah kiri berada di lensa agar lebih mudah mengatur fokus serta focal length. Untuk lebih jelasnya mengenai cara memegang kamera dengan benar ini, mari kita simak beberapa segmen berikut ini : Pegang kamera menggunakan dua tangan Peganglah kamera dengan menggunakan dua tangan agar tenaga yang dikeluarkan untuk menekan tombol shutter menjadi lebih kecil, sehingga kekuatan untuk memegang grip lebih ringan serta horizon dapat lurus. Tekuk siku mendekat ke sisi tubuh kalian Untuk dapat melakukan cara memegang kamera dengan benar, tempatkan siku kamu mendekat dengan tubuh agar mengurangi goncangan serta goyangan kamera yang menyebabkan hasil foto menjadi blur. Lebarkan kaki untuk menambah kestabilan Saat memotret, jangan berdiri dengan kaki tertutup. Usahakanlah melebrkan kaki seukuran lebah bahu sehingga kamu dapat memiliki keseimbangan yang lebih baik saat memotret. Jaga kamera dekat dengan tubuh kalian saat memotret Meski kamu menggunakan layar LCD untuk memotret, usahakan jangan sampai memposisikan kamera terlalu jauh dari tubuh kamu. Usahakan dalam cara memegang kamera dengan benar ini selalu menjaga kamera tetap dekat dengan tubuh. Jarak idealnya adalah sejauh kamu bisa melihat dengan nyaman apa yang ditampilkan oleh kamera. Pastikan untuk tidak menghalangi lensa atau flash Sebelum menekan tombol shutter, pastikan bahwa jari-jari kalian tidak menutupi baik itu lensa atau pun flash kamera. Mengatur nafas Cara memegang kamera dengan benar yang terakhir adalah mengatur nafas. Jika kamu sering naik tangga, pastinya kamu dapat merasakan nafas kamu yang lebih cepat daripada kamu berjalan di tempat datar. Nah, ilustrasi tersebut juga sama ketika kamu akan memotret kamera. Jika nafasmu tidak teratur, maka kamu akan memotret dengan tidak seimbang dan hasil bidikan tidak maksimal. Untuk itu, pastikan kamu memotret dengan nafas yang teratur. Nah, beberapa cara memegang kamera dengan benar yang DIYKamera berikan di atas tentunya dapat dipraktekan dengan mudah oleh kawan-kawan. Meskipun sebenarnya, seperti yang telah DIYKamera katakan di awal tadi, jika benar atau salahnya memegang atau menentukan sikap ketika akan memotret memang tergantung kenyamanan masing-masing. Namun, dengan beberapa cara memegang kamera dengan benar yang DIYKamera jelaskan tersebut, setidaiknya kawan-kawan mengetahui secara umum, sikap atau cara yang digunakan kebanyakan fotografer dalam mengambil gambar untuk dapat menghasilkan gambar stabil dan tentunya fokus. DIYKamera rasa cukup sekian ulasan cara memegang kamera dengan benar ini. Semoga bermanfaat dan salam cekrek!!

Fungsi Sharpening Pada Kamera

Cara Mengatur Sharpening di Kamera

Cara Mengatur Sharpening di Kamera – Apakah kawan-kawan pecinta fotografi sudah memahami mengenai cara mengatur sharpening di kamera? Jika kamu memiliki kamera DSLR maka kamu akan mendapatkan hasil gambar yang menakjubkan, bahkan banyak fotografer pro yang menggunakan kamera DSLR untuk hasil gambar yang bersih dan tajam. Sayangnya, sekarang ini banyak fotografer pemula yang masih awam dalam pengaturan fitur yang disediakan pada kamera salah satunya adalah cara mengatur sharpening di kamera. Pada akhirnya banyak yang memilih hanya menggunakan fitur Autofokus yang justru memakan energi yang banyak sehingga membuat baterai cepat habis. Cara penggunaan autofokus biasanya dihindari oleh fotografer profesional karena gambar yang dihasilkan tidak menentu terlebih tidak bisa mendapatkan hasil fokus sesuai dengan yang diinginkan. Nah, bagi kawan-kawan yang mungkin tertarik menjadi fotografer profesional, tentu suatu hal yang baik untuk mengetahui cara mengatur sharpening di kamera. Sebenarnya banyak cara untuk mendapatkan hasil gambar agar lebih tajam diantaranya dengan mengatur ISO, menggunakan lensa yang bagus, dan masih banyak lagi. Cara mengatur sharpening di kamera sendiri juga bertujuan untuk membuat gambar lebih tajam dan jelas. Tentu tidak ingin hasil gambar sia-sia karena blur, bukan? Terlebih gambar yang dibidik merupakan gambar yang cepat maka kamu juga harus menyesuaikan subjeknya sehingga pengaturan pada kamera bisa menghasilkan gambar tajam.  Biasanya subjek yang bergerak memang cukup sulit untuk dibidik sehingga kamu memerlukan pengaturan kamera yang pas. Cara mengatur sharpening di kamera sendiri juga dapat digunakan dalam hal ini. Meskipun saat ini sudah ada banyak software editing foto, namun tentu mengatur ketajaman melalui kamera menjadi hal yang tidak boleh tertinggal jika kawan-kawan ingin menjadi fotografer profesional. Untuk itu, pada kesempatan kali ini DIYKamera akan memberikan ulasan mengenai cara mengatur sharpening di kamera untuk kawan-kawan secara lengkap. Cara Mengatur Sharpening Di Kamera Cara mengatur sharpening di kamera ini akan sangat berguna untuk kawan-kawan yang tidak mau repot mengedit gambar melalui photoshop ataupun pengaturan ISO. berikut langkah-langkah yang perlu kamu lakukan: Cara mengatur sharpening di kamera yang pertama yang perlu kawan lakukan adalah masuk ke menu kemudian ke shooting menu. Pada shooting menu pilih set Picture control. Pada menu tersebut kamu akan menjumpai 6 preset Picture Control. Kemudian pilih salah satu preset yang sering kamu gunakan. Pencet tombol kanan sehingga masuk ke posisi Quick Adjust Kemudian, cara mengatur sharpening di kamera selanjutnya pada pilihan Quick Adjust kamu akan menemukan lima level modifikasi diantaranya Sharpening, Contrast, Brightness, Saturation dan Hue. Atur Sharpening secara manual. Disana kamu akan menjumpai 10 level sharpening. Garis kuning dibawah adalah setting sharpening yang sesungguhnya (asli). Kemudian, cara mengatur sharpening di kamera yang terakhir kawan dapat melihat grafik. Sumbu vertikal menandakan kontras sehingga makin tinggi posisi M. Nah, cara mengatur sharpening di kamera ternyata cukup praktis, bukan? Kamu sudah tidak perlu bingung lagi untuk mendapatkan hasil gambar. Bahkan kamu tidak perlu membutuhkan tripod agar kamera tidak goyang sehingga gambar tidak blur. Bagi yang masih pemula, cara tersebut cukup mudah untuk dipraktekkan. Dengan menggunakan cara mengatur sharpening di kamera ini, hasil gambar yang tajam layaknya gambar yang dihasilkan oleh jepretan dan fotografer pro akan dengan mudah kawan dapatkan. Kamu tidak perlu takut, gambar akan blur karena dengan pengaturan sharpening tersebut akan memungkinkan gambar terhindar dari hasil gambar blur. Nah, demikian ulasan mengenai cara mengatur sharpening di kamera yang dapat DIYKamera bagikan. Sampai jumpa!!

Tips Memotret Wajah

Tips Memotret Wajah

Tips Memotret Wajah – Memotret wajah menjadi salah satu hal yang menarik dilakukan di dunia fotografi. Untuk dapat menghasilkan potrait wajah yang menarik, ada beberapa tips memotret wajah yang perlu kawan perhatikan. Pasalnya dalam dunia fotografi, ada beberapa teknik dan trik agar hasil akhir bisa menghasilkan gambar yang optimal. Tidak hanya dari modelnya saja yang memerlukan penyesuaian ekspresi atau pose yang tepat, namun fotografer juga perlu menyiapkan beberapa tips memotret wajah khususnya pengaturan kamera yang digunakan. Pada umumnya orang akan menggunakan pengaturan kamera portrait sebagai salah satu tips memotret wajah agar dapat menghasilkan gambar yang pas. Namun, fitur ini sepertinya kurang tepat jika digunakan untuk subjek yang mudah terisolasi di lingkungan (background yang ramai) seperti tengah kota. Maka dari itu, penggunaan kamera DSLR harus menggunakan teknik tertentu untuk mendapatkan hasil yang pas. Untuk itu, beberapa tips memotret wajah yang akan DIYKamera berikan kali ini mungkin akan cukup berguna bagi kawan-kawan. Tips Memotret Wajah Seperti yang sudah dijelaskan di atas, untuk dapat menghasilkan gambar portrait wajah yang indah, fotografer harus memperhatikan beberapa tips memotret wajah, diantaranya adalah sebagai berikut: Manfaatkan Kompensasi Exposure Tips memotret wajah yang pertama adalah kompensasi exposure. Sistem metering pada kamera memiliki peran yang penting untuk pengambilan gambar. Karena gambar akan terlihat lebih baik jika cahaya bisa masuk ke kamera. Masalah pada metering biasanya adalah pembacaan metering yang digunakan. Pasalnya, untuk mendapatkan hasil yang pas maka kamu perlu menempatkan pada titik 0. Jika subjek (wajah) berada di tempat gelap sebaiknya atur exposure ke kanan (positif) dari 0 begitu pun sebaliknya. Pastikan dalam tips memotret wajah yang satu ini untuk mengatur pencahayaan secara tepat agar hasilnya tidak underexposure atau overexposure. Disarankan untuk mengatur Aperture Ketika kamu memotret wajah atau portrait maka tips memotret wajah yang dapat kamu lakukan adalah set aperture lebar kamera yang pas yakni f/2.8 sampai f/5.6 untuk mengcapture gambar. Sehingga akan menghasilkan gambar dengan background subjek terlihat blur yang menjadikan gambar lebih terfokus pada wajah. Atur Shutter Speed Mengatur shutter speed juga menjadi salah satu tips memotret wajah yang dapat kawan lakukan. Ketika kamu mengatur shutter speed maka yang menjadi masalah adalah faktor focal length lensa kamu akan membuat kamera goyang (gambar blur). Untuk aturan pada umumnya, pastikan shutter speed pada kamera kamu lebih tinggi, hal ini lebih efektif daripada focal length. Misalkan, focal lensa pada 200 mm maka gunakan 1/250 detik shutter speed atau lebih cepat lagi. Ini artinya kamu juga bisa menggunakan shutter speed ketika menggunakan lensa wide-angle dengan focal length 18 mm maka atur shutter speed 1/20 detik. Namun yang perlu dicatat, tips memotret wajah yang satu ini tidak bisa digunakan pada benda yang bergerak dan jangan lupa untuk mengatur kamera kamu menggunakan sistem anti goyang. Atur ISO Mengatur ISO menjadi tips memotret wajah yang dapat digunakan ketika kamu ingin mendapatkan bidikan wajah ditempat yang ramai. Pasalnya, orang akan bergerak dengan cepat dan akan mengubah ekspresi wajahnya dengan cepat. Pada masalah ini, maka kamu akan mengalami beberapa kendala diantaranya hasil akan lebih blur. Maka kamu akan membutuhkan fast shutter speed. Sementara ketika kamu menggunakan mode Aperture Priority dan mempertahankan aperture yang lebar, untuk meningkatkan shutter speed kamu maka kamu hanya cukup meningkatkan ISO pada kamera (dari ISO100 ke ISO400). Jika berada di tempat pencahayaan yang rendah baik indoor maupun outdoor, tips memotret wajah yang perlu kamu lakukan adalah meningkatkan ke ISO 1.600, 3.200, atau lebih tinggi lagi. Namun pastikan jangan sampai gambar tersebut over exposure. Selain itu, kamu juga bisa mengatur ISO menjadi lebih rendah jika menginginkan tampilan wajah lebih halus dan bersih dari noise, misal ISO 100 atau 200. Tips memotret wajah yang satu ini memang terbilang cukup rumit namun tentu hal tersebut akan sangat berpengaruh pada hasil gambar. Aktifkan Red-Eye Reduction Kadangkala menggunakan flash memang akan membantu hasil gambar ketika berada di tempat yang gelap. Namun jika kamu mengabaikan fitur red-eye reduction maka hasil mata pada subjek akan terlihat menyala. Maka dari itu, tips memotret wajah yang selanjutnya adalah mengaktifkan anti red-eye untuk menghindari mata merah akibat flash yang terlalu kuat. Dengan beberapa tips memotret wajah yang DIYKamera sampaikan di atas, kawan-kawan tentu kini bisa menghasilkan gambar foto wajah yang lebih menarik dan tentu saja seimbang. Di sisi lain, memotret wajah memang menjadi salah satu hal yang kerap kali dilakukan oleh fotografer pemula bahkan profesional. Nah, demikian beberapa ulasan lengkap yang telah DIYKamera berikan mengenai tips memotret wajah. Semoga bermanfaat.

« Previous Page1 … Page28 Page29 Page30 Page31 Page32 … Page36 Next »
Hubungi Kami

Kami buka setiap hari dari pukul 07.00 – 22.00 WIB.

  • +6281276798811
  • @diy_kamera
Alamat

Jln. Kusumanegara No. 278 (500 meter ke timur Gembiraloka)

Lihat alamat di Google Maps

Home
Kategori Sewa
Whatsapp
Telepon